Dalam pembelajaran yang terpenting adalah proses. Dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Sehingga, jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar.
Pada kesempatan ini saya akan berbagi pengalaman dalam mengajarkan pembagian dua angka di mana dalam kegiatan ini siswa dapat berperan aktif sehingga menjadi pembelajaran yang bermakna. Pada kegiatan pembelajaran ini saya menggunakan pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia). PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) atau RME (Realistic Mathematics Education) adalah teori pembelajaran yang bertitik tolak dari hal-hal yang riil atau pernah dialami siswa, menekankan keterampilan proses, berdiskusi dan berkolaborasi, berargumentasi dengan teman sekelas sehingga mereka dapat menemukan sendiri (student inventing) sebagai kebalikan dari (teacher telling) dan pada akhirnya menggunakan matematika itu untuk menyelesaikan masalah baik secara individu maupun kelompok dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Pada materi ini saya menggunakan media yang saya ciptakan sendiri yang disebut dengan blok diens (Dienes Block) dari karton padi yang tebal. Media blok diens ini saya kenal dari hasil diklat di P4TK MTK Yogyakarta.
Dengan menggunakan pendekatan PMRI dan media tersebut, pembelajaran di kelas saya menjadi menyenangkan. siswa terlibat langsung. Mereka lebih mudah memahami materi dan mereka menemukan sendiri konsep pembelajaran dan mereka lebih mudah menemukan cara menyelesaikan masalah yang diberikan. saya merasa puas karena hasil belajar siswa saya rata-rata di atas KKM yang telah ditetapkan.















No comments:
Post a Comment