🌸Menyusun vs Menata🌸
#RWCODOP2020
#RWCDay7
#OneDayOnePost
#Ramadhan2020
Pagi ini agak santuy gaeess, setelah sahur biasanya aku beberes, mandi, ibadah pagi, dan menikmati kesantuianku mumpung yang lain pada lelap tidur dan belum ada yang ngerecokin. Aku awali dengan cek cek wa sambil kunyalakan televisi. Sekarang ini menonton TV pagi sudah menjadi keharusan bagiku selama Pandemi ini. Karena aku memberikan tugas kepada murid muridku untuk belajar bersama Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang memang TVRI menayangkan program baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bertajuk Belajar dari Rumah. Program tayangan ini menjadi salah satu alternatif pembelajaran bagi siswa, guru, maupun orang tua, selama masa belajar di rumah di tengah wabah Covid-19. Sebenarnya ditujukan bagi siswa yang tidak mendapatkan akses belajar online. Kalau di sekolah kami Alhamdulillah, untuk mengakses pembelajaran online tidak ada ditemukan masalah yang berarti. Namun tidak masalah ikut belajar bersama TVRI ini. Pandemi covid-19 masih terus menjadi primadona untuk dibahas di mana mana, jujur sih, aku semakin kuatir kalau selalu mendengar tentang update berita si covid ini. Lebih baik aku ga tau dan aku bisa lebih relaks. Karenanya, aku suka parno sendiri, pilek dikit aku udah stress, orang di rumah batuk batuk aku semprot suruh tutup mulut. Namun, kata suamiku tidak boleh juga cuek begitu, kita harus tahu agar kita bisa waspada. Yaa, sekedarnya saja.
Tiba tiba aku mendengar notif WA masuk, ada yang chat, aah paling wag fikirku, memang wagku lumayan banyak, dan itu sudah beberapa wag yang aku masukin arsip, dan tak sedikit yang aku mute notifnya. Tapi ada beberapa grup baru yang belum sempat kumute. Tit.. tit... kulihat di pop up, ada waj. Ooh dari orang tua siswaku yang anaknya sudah tamat sekian tahun lalu, dia punya bisnis kue gitu gaees, jadi lumayan dimudahkan membeli kue selain kuenya emang benar benar enak dan kekinian, harganya juga miring🤭 selain dia melayani pemesanan di rumahnya, kue yang dibuatnya juga dijual di mall dan supermarket ternama di kotaku ini, dan kalau kita beli di sana jangan harap bisa dapat potongan harga😁 (emang lo siapee?).
Kulihat gambar di flyer 'Vika Cookies' yang dikirimkan, aku sudah hapal sebagian dari kue-kue itu karena memang tiap tahun aku pesan kue dari Vika Cookies (sekalian dipromoin nih maa, hmm ditambah ya diskonnya 🤭). Sepertinya ada beberapa kue baru. Tapi belum kupesan sih, aku tanya kapan batas akhir pemesanan, katanya 1 Mei batas pemesanannya. "Hmm... baiklah", fikirku. Aku memang belum pesan dulu karena biasanya uniku juga ikutan pesan dan tahun lalu emakku juga ikutan pesan😭 (Al Fatihah untuk emak) dan biasanya kalau pesan aku sih antar stoples saja ke sana, karena aku emang paling malas menyusun kue ke stoples, apalagi kuenya berbentuk, misal di Vika Cookies ini ada kue skippi itu berbentuk love (❤) nah itu susah sekali menyusunnya, masalah lainnya kalau aku susun sendiri itu godaannya besar sekali, kenapa? Karena banyakkan masuk ke mulutnya ketimbang ke stoples🤤 (hehe.. ga batal ya puasanya karena aku susun kuenya malam malam, gaeess). Aku lebih bisa susun semacam tusuk gigi, kerupuk, dan kacang kacangan ke stoples, tinggal dicempungi aja beres😂 (ada yang samaan ga?). Kalau aku antar stoples ke sana biasanya nanti pas mau dekat lebaran aku tinggal ambil dan bayar pastinya dan didiskon itu sudah jelas🤭. Kalau tahun kemarin sih diskonnya ditukarkan dengan satu stoples kue paltik dan boleh pilih mau kue yang mana, asyik kan? Jangan ngiri rezeki sudah Allah Subhanahu wa Ta'ala atur😉.
Aku wa uni mengabarkan kalau Vika Cookies open order. Dan dari balasan wa uni, dia memesan beberapa macam kue. Kalian tau gaees? Uniku ini domisilinya di Padang, pesan kuenya di Jambi, hidup dibikin ribet ya gaes😁. Tapi ga masalah gaes, karena untuk bayar kuenya dia via transfer dan selalu dilebihkan untuk aku, tak jarang pesananku ikut dibayarinya juga, hmm... jangan ngiriii lagi. Langsung saja kukabari ke Mama Vika macam macam kue dan banyaknya kue yang kami pesan. Tapi kali ini aku ga antar stoples karena fikirku seru juga kalau tahun ini aku coba susun kue bareng Alvaro. Tahun tahun belakang dia masih kecil, pernah kuajak menyusun kue nastar kesukaannya ke stoples yang lebih kecil, ternyata kuenya menjadi banyak gaesss, pecah pecah dan menjadi puing maksudnya🤦♀️. Yah, ujung ujungnya ga jadi untuk lebaran. Menyusun kue ke dalam stoples memang tantangan berat bagiku tapi, kalau menata kue di atas meja atau buffet aku demen banget tu. Ya, aku tipe wanita yang suka menata, apalagi menata hati, karena suka baperan juga walau udah tua, semakin tua semakin baper loh, ga percaya cepet aja tuanya, rasakan sensasinya😝.
Program belajar dari rumah bersama TVRI sudah dimulai, aku harus fokus memantau acaranya karena beberapa waktu lalu ada beberapa berita yang up tentang acaranya yang dikritisasi oleh masyarakat mengenai acara keagamaan yang dianggap disisipi ditengah-tengah pembelajaran, namun hal tersebut sudah diklarifikasi oleh pihak stasiunnya langsung. Terlepas dari itu semua memang kita harus terus waspada terhadap tontonan anak anak kita. Ingat sebuah hadist Baginda yang Mulia menyatakan: “Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.”
-stoples kue lebaran-
-lebaran masih jauh-
-lebaran di masa pandemi-
-yang utama ibadahnya-
-kue maah nomor sekian-
-membantu yang terdampak-
#RWCODOP2020
#RWCDay7
#OneDayOnePost
#Ramadhan2020
Pagi ini agak santuy gaeess, setelah sahur biasanya aku beberes, mandi, ibadah pagi, dan menikmati kesantuianku mumpung yang lain pada lelap tidur dan belum ada yang ngerecokin. Aku awali dengan cek cek wa sambil kunyalakan televisi. Sekarang ini menonton TV pagi sudah menjadi keharusan bagiku selama Pandemi ini. Karena aku memberikan tugas kepada murid muridku untuk belajar bersama Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang memang TVRI menayangkan program baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bertajuk Belajar dari Rumah. Program tayangan ini menjadi salah satu alternatif pembelajaran bagi siswa, guru, maupun orang tua, selama masa belajar di rumah di tengah wabah Covid-19. Sebenarnya ditujukan bagi siswa yang tidak mendapatkan akses belajar online. Kalau di sekolah kami Alhamdulillah, untuk mengakses pembelajaran online tidak ada ditemukan masalah yang berarti. Namun tidak masalah ikut belajar bersama TVRI ini. Pandemi covid-19 masih terus menjadi primadona untuk dibahas di mana mana, jujur sih, aku semakin kuatir kalau selalu mendengar tentang update berita si covid ini. Lebih baik aku ga tau dan aku bisa lebih relaks. Karenanya, aku suka parno sendiri, pilek dikit aku udah stress, orang di rumah batuk batuk aku semprot suruh tutup mulut. Namun, kata suamiku tidak boleh juga cuek begitu, kita harus tahu agar kita bisa waspada. Yaa, sekedarnya saja.
Tiba tiba aku mendengar notif WA masuk, ada yang chat, aah paling wag fikirku, memang wagku lumayan banyak, dan itu sudah beberapa wag yang aku masukin arsip, dan tak sedikit yang aku mute notifnya. Tapi ada beberapa grup baru yang belum sempat kumute. Tit.. tit... kulihat di pop up, ada waj. Ooh dari orang tua siswaku yang anaknya sudah tamat sekian tahun lalu, dia punya bisnis kue gitu gaees, jadi lumayan dimudahkan membeli kue selain kuenya emang benar benar enak dan kekinian, harganya juga miring🤭 selain dia melayani pemesanan di rumahnya, kue yang dibuatnya juga dijual di mall dan supermarket ternama di kotaku ini, dan kalau kita beli di sana jangan harap bisa dapat potongan harga😁 (emang lo siapee?).
Kulihat gambar di flyer 'Vika Cookies' yang dikirimkan, aku sudah hapal sebagian dari kue-kue itu karena memang tiap tahun aku pesan kue dari Vika Cookies (sekalian dipromoin nih maa, hmm ditambah ya diskonnya 🤭). Sepertinya ada beberapa kue baru. Tapi belum kupesan sih, aku tanya kapan batas akhir pemesanan, katanya 1 Mei batas pemesanannya. "Hmm... baiklah", fikirku. Aku memang belum pesan dulu karena biasanya uniku juga ikutan pesan dan tahun lalu emakku juga ikutan pesan😭 (Al Fatihah untuk emak) dan biasanya kalau pesan aku sih antar stoples saja ke sana, karena aku emang paling malas menyusun kue ke stoples, apalagi kuenya berbentuk, misal di Vika Cookies ini ada kue skippi itu berbentuk love (❤) nah itu susah sekali menyusunnya, masalah lainnya kalau aku susun sendiri itu godaannya besar sekali, kenapa? Karena banyakkan masuk ke mulutnya ketimbang ke stoples🤤 (hehe.. ga batal ya puasanya karena aku susun kuenya malam malam, gaeess). Aku lebih bisa susun semacam tusuk gigi, kerupuk, dan kacang kacangan ke stoples, tinggal dicempungi aja beres😂 (ada yang samaan ga?). Kalau aku antar stoples ke sana biasanya nanti pas mau dekat lebaran aku tinggal ambil dan bayar pastinya dan didiskon itu sudah jelas🤭. Kalau tahun kemarin sih diskonnya ditukarkan dengan satu stoples kue paltik dan boleh pilih mau kue yang mana, asyik kan? Jangan ngiri rezeki sudah Allah Subhanahu wa Ta'ala atur😉.
Aku wa uni mengabarkan kalau Vika Cookies open order. Dan dari balasan wa uni, dia memesan beberapa macam kue. Kalian tau gaees? Uniku ini domisilinya di Padang, pesan kuenya di Jambi, hidup dibikin ribet ya gaes😁. Tapi ga masalah gaes, karena untuk bayar kuenya dia via transfer dan selalu dilebihkan untuk aku, tak jarang pesananku ikut dibayarinya juga, hmm... jangan ngiriii lagi. Langsung saja kukabari ke Mama Vika macam macam kue dan banyaknya kue yang kami pesan. Tapi kali ini aku ga antar stoples karena fikirku seru juga kalau tahun ini aku coba susun kue bareng Alvaro. Tahun tahun belakang dia masih kecil, pernah kuajak menyusun kue nastar kesukaannya ke stoples yang lebih kecil, ternyata kuenya menjadi banyak gaesss, pecah pecah dan menjadi puing maksudnya🤦♀️. Yah, ujung ujungnya ga jadi untuk lebaran. Menyusun kue ke dalam stoples memang tantangan berat bagiku tapi, kalau menata kue di atas meja atau buffet aku demen banget tu. Ya, aku tipe wanita yang suka menata, apalagi menata hati, karena suka baperan juga walau udah tua, semakin tua semakin baper loh, ga percaya cepet aja tuanya, rasakan sensasinya😝.
Program belajar dari rumah bersama TVRI sudah dimulai, aku harus fokus memantau acaranya karena beberapa waktu lalu ada beberapa berita yang up tentang acaranya yang dikritisasi oleh masyarakat mengenai acara keagamaan yang dianggap disisipi ditengah-tengah pembelajaran, namun hal tersebut sudah diklarifikasi oleh pihak stasiunnya langsung. Terlepas dari itu semua memang kita harus terus waspada terhadap tontonan anak anak kita. Ingat sebuah hadist Baginda yang Mulia menyatakan: “Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.”
-stoples kue lebaran-
-lebaran masih jauh-
-lebaran di masa pandemi-
-yang utama ibadahnya-
-kue maah nomor sekian-
-membantu yang terdampak-