HOME

Wednesday, April 29, 2020

🌸Pekerjaan Mulia🌸

__________🕌__________

#RWCODOP2020
#OneDayOnePost
#RWCDay6
#Ramadhan2020
@komunitas.odop

Bismillahirrahmanirrahiim
Memasuki Ramadan hari ke enam ini, harapan kita bersama semoga kita senantiasa diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala kesehatan sehingga kita dapat menjalankan ibadah dengan baik dan tentunya keimanan kita semakin meningkat serta yang tak kalah penting lagi semoga kita terhindar dari rasa malas, karena tidak ada hambatan untuk kita tetap beraktivitas di bulan Ramadan ini, melainkan hambatan untuk beraktivitas di luar rumah karena pandemi covid-19 ini. Namun, walaupun demikian kita tetap bisa beraktivitas di dalam rumah. Jangan sampai momentum bulan Ramadan ini produktivitas kerja menurun. Seperti kita ketahui bersama, bulan Ramadan ini merupakan bulan jihad umat Islam. Sejarah mencatat pada tanggal 17 Ramadan tahun kedua hijriah, umat Islam mengalami perang Badar. Nah, seharusnya di bulan ini kita dapat berkarya, bekerja, dan belajar dengan baik lagi karena Allah akan mengganjarnya dengan pahala yang setimpal apabila dikerjakan dengan ikhlas dan diniatkan untuk ibadah.

Apapun profesi kita saat ini, apakah seorang supir, guru, dokter, pedagang, bahkan marbut sekalipun jalankanlah dengan baik dan penuh tanggung jawab hindari rasa malas. Aku adalah seorang guru SD, dalam kondisi sekarang, kami diimbau untuk tetap mengajar dari rumah, walaupun atasan tidak melihat apakah aku mengajar online dari rumah atau tidak, memberikan tugas kepada siswa sesuai dengan surat edaran menteri atau tidak, memberikan penilaian atau tidak. Namun, aku berusaha untuk tetap melaksanakan tanggung jawabku tersebut dari rumah. Karena kelak akan aku pertanggungjawabkan di hadapanNya.

Beberapa waktu lalu, aku dan suamiku singgah dan salat di sebuah masjid dekat sekolahan tempat kami mendaftarkan Alvaro. Tak sengaja mataku melihat seorang marbut masjid sedang bekerja. Ia terlihat membersihkan karpet yang baru saja dipakai oleh jamaah yang sedikit itu, jumlahnya boleh dihitung dengan jari sebelah tangan saja itupun sudah termasuk imam, marbut sekaligus muaazin, serta kami berdua. Kulihat dia menggulung karpet itu dengan rapi, menyapu, mengepel. Sayup sayup kudengar dia melantunkan ayat ayat suci Al Qur'an. Fikirku, untuk apa dia melakukan itu semua di kondisi wabah virus ini dia bisa saja mengunci masjid ini dan bermalas malasan. Aku jadi teringat tentang sebuah do'a yang Rasulullah ajarkan, yang artinya adalah “wahai Allah Sungguh Aku Berlindung pada Mu dari Gundah dan Sedih, juga dari Lemah dan Malas, dan dari Kikir dan penakut, dan dari himpitan utang dan penindasan orang lain” (Shahih Bukhari). Aku segera beristighfar.

Sempat, aku membayangkan bagaimana kalau seandainya aku dan suami bekerja di masjid ini sebagai marbut, setiap waktu salat kami harus membuka masjid, menggelar tikar untuk syaf salat, lalu mengisi bak air wudhu, dan menjaga kebersihan masjid. Membayangkannya saja aku sudah tidak sanggup lalu jangan pernah meremehkan. Tugasnya pasti sangat berat lalu pendapatanpun tak seberapa. Aku saja membersihkan rumah yang ukuran 6m x 6m itupun kelelahan hanya karena rumah berserakan oleh mainan Alvaro saja bukan menggelar dan menggulung karpet setiap hari bahkan setiap waktu salat tiba.

Pekerjaan sebagai marbut adalah pekerjaan yang sangat mulia, selain ia bekerja menjaga kebersihan masjid, rumah ibadah, ia juga bertanggungjawab dengan jalannya ibadah di masjid. Ia bisa menjadi muazin, imam, chatib, walaupun hanya sebagai cadangan. Pernah mendengar atau membaca kisah marbut wanita di zaman Rasulullah shalallahu alaihi wassalam? Meninggalnya wanita itu membuat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam merasa kehilangan. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam kaget kenapa para sahabatnya tidak memberi tahu perihal kematiannya. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam lalu berdiri di dekat makamnya dan melaksanakan salat gaib untuknya. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam kemudian bersabda “Sesungguhnya kuburan-kuburan ini telah dipenuhi kegelapan bagi penghuninya. Dan Allah benar-benar akan memberikan mereka cahaya karena salat yang aku lakukan atas mereka.”

Melihat kisah tadi, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam memuliakan orang-orang yang mengurus masjid, seperti kisah di atas. Salatnya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam terhadap marbut wanita itu karena ia dianggap orang baik dan mulia. Ya Allah, berikanlah kami pekerjaan yang mulia di sisiMu, jika Engkau takdirkan kami dengan pekerjaan kami yang sekarang, jadikanlah pekerjaan ini sebagai jalan kami mendapatkan keridhaanMu, dan muliakanlah kami dengan pekerjaan kami ini, Aamiin Yaa Rabbal 'aalaamiin.

-marbut pekerjaan mulia-
-guru pekerjaan yang ditakdirkan kepadaku-
-aku bangga menjadi guru-
-aku ingin dimuliakan seperti Rasul memuliakan seorang marbut wanita di zamannya-

No comments:

Post a Comment