HOME

Tuesday, April 28, 2020

🌸Jurus Sakti Emak🌸

--------🌸🌸🌸--------

"Makaaaan aaah... tar ga sahur lagi bisa tidur sampe subuh", kata uni sambil buka tudung saji sepulangnya dari tarawih di langgar yang letaknya tidak jauh dari rumah.

"Cup yaaa, kolak pisangku jangan dimakan, awas loh", teriak uni (sebut saja uni 2), sambil berlari menuju ke kamar mandi, udah ga tahan sepertinya selalu memegang megangi perutnya dari jalan menuju ke rumah tadi.

"Yaaah, es tehku habis ya?, kok ga ada lagi sih, kan tadi aku masukin kulkas", tanya uni (sebut saja uni 3 yaa) sambil membuka pintu kulkas. Tak mau kalah dengan uni, dia juga mengambil piring untuk makan malam, eh maksudnya makan setelah berbuka. Makan sahur? Bukan, tapi makan apa ya? Hmm.. yaa makan malam, makan setelah salat tarawih, ahh sudahlah tidak usah dibahas makan apa mereka. Mereka bertiga adalah saudara perempuanku, kami berempat adalah anak perempuan emak.

"Kalau sudah tadarusannya nanti kalian langsung tidur, supaya bangun sahurnya cepat, ya", kata emak kepada kami berempat dan berlalu ke biliknya. "Iya, mak", jawabku. Aku langsung menuju ke ruang tengah untuk memulai tadarusan, sebentar lagi uni-uni yang masih di dapur juga akan menyusul. Usai tadarusan kami berempat menuju ke kamar. "Eh, uni nanti ga sahur ya, tadi sudah makan, sengaja supaya ga bangun sahur lagi, ingat ya jangan dibangunin", kata uni sambil mengibas ngibas kasur dengan sapu lidi sambil mengucapkan bismillahi Allahu Akbar. Ini sudah kebiasaan kami. Kata emak, sebelum tidur sunnah membersihkan tempat tidur. "Aku juga ga sahur ya, aku ga puasa besok", sambut uni 2, dan begitu juga uni 3 "awas kalo bangunin aku juga". Kata mereka kalau bangun sahur itu waktu tidur menjadi berkurang, lagi pula mengantuk tidak ada selera makan. Mau makan sahurnya boleh dihitung dengan jari, paling paling hanya di malam pertama dan kedua Ramadan, setelah itu ga pernah mau bangun sahur. Tapi uni kuat kok puasa sampai magrib tanpa sahur. Kata emak, bukan soal kuat atau tidak kuatnya, tapi ambil pahala sunnahnya, niatkan sahur untuk mengikuti sunnah Rasul dan juga akan bertenaga kata emak kepadaku ketika aku ikut ikutan tidak mau makan sahur.

"Mi..., Yan..., El..."
"Ta..., bangun", lamat lamat kudengar di telingaku suara emak membangunkan aku sahur. Emak mengelus punggungku lembut "Ayo sahur, berwudhu dan tahajut dulu ya, itu makannanya sudah mak siapkan di meja" kata emak kepadaku yang kebetulan terbangun duluan, itupun entah sudah berapa lama emak membangunkanku. Aku menyeka mataku, lalu aku segera duduk dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka.

"Mi..., Yan..., El... bangun, sebentar lagi waktu imsak tiba?", panggil emak membangunkan uni uniku. Dari mulai memanggil dengan suara pelan, dengan sentuhan, nada agak kencang, dan lanjut ke menggoyang goyangkan badan. "Mi ga sahur, mak. Mi tadi sudah makan sebelum tidur ga niat untuk makan sahur, jadi masih kenyaaang", jawab uni dengan mata masih terpejam. "Yan ga sahur mak ga puasa, lagi datang haid pulang dari langgar semalam", tambah uni 2. Dan uni 3 juga menolak untuk bangun makan sahur. Namun, emak tidak menyerah, emak terus dengan jurus saktinya berusaha membangunkan uni untuk sahur kecuali yang besok ga puasa yaa🤭. Emak terus membangunkan mereka sampai sampai aku sudah hampir selesai makan sahurnya, emak masih gigih membangunkan kedua uni sampai mereka bangun walau bangunnya terlihat kayak vampir berjalan dengan mata masih terpejam menuju kamar mandi untuk cuci muka, sambil ngedumel dan biasanya melek kalo sudah kejedut pintu🤭.

"Dek, sudah bangun Alvaro?", tanya suamiku yang tiba tiba muncul ke kamar yang dari tadi menunggu di ruang makan dan mengagetkanku serta membuyarkan kenangan sahur bersama emak dan uni-uniku. "Astaghfirullah, kaget adek bang. Belum, bang", jawabku. "Ayo, sudah mau imsak, tinggalkan saja", sambung suamiku. "Ga ah, kataku, aku coba sekali lagi, kasian kalau dia tidak sahur atau dia tidak puasa karena tidak makan sahur", jelasku. "Ayolah, nanti kamu ga sempat makan lagi", bujuk suamiku. "Ga pa pa, yang penting Alvaro bisa bangun dan makan sahur bareng", kataku. Sebegitu berkesannya cara emak membangunkan kami sahur aku bangunkan Alvaro dengan cara yang sama seperti emak, pantang makan sahur duluan kalau anak-anaknya belum bangun. Emak yang pantang menyerah tidak mudah putus asa walaupun uni uniku menyiapkan seribu alasan menolak dibangunkan sahur, emak justru punya berjuta-juta jurus sakti💪😉

"Miey, Biey, yuk sahuur", kata Alvaro, mengagetkan kami berdua. "Al tadi pura pura tidur aja kok supaya bisa digendong ke dapur", tambah Alvaro membuatku geleng geleng. "Kamuuuu tu yaaaa", gemasku dan menggelitikinya. Dia pun kegelian dan teriak-teriak minta ampuun. Dia punya cara jitu juga ternyataaah pemirsaaah, sayaa punya sejuta jurus, gaesss

Aku selalu terkenang cara emak membangunkan kami khususnya uni uniku itu, cara emak dengan lembut dan dengan kata kata motivasinya, emak yang tahan mengorbankan waktu makan sahur untuk dirinya sendiri demi anak-anaknya bangun sahur. Tak jarang emak makan sahur dikejar kejar imsak, emak menjelaskan bahwa imsak itu baru lampu kuning, aba-abanya. Tetap boleh makan, lanjutkan saja makan dan minum kalian, kalau sudah azan baru lah kita hentikan makan dan minumnya. Dan itu akan mulai aku terapkan untuk Alvaro, wajib, kudu, musti, harus!!!

-miss u mom-

~~~~~~~🌸🌸🌸~~~~~~~

#RWCODOP2020
#OneDayOnePost
#RWCDay5
#Ramadhan2020
#Day4challenge
#sahurberkesan
@komunitas.odop
#disiniakubelajar
#reallife50%
#fiktif50%
#alfatihah-emak
#belajarmenulis
#kenanganmanis


No comments:

Post a Comment