HOME

Tuesday, April 28, 2020

🌸Sukur Kakak🌸

~~~~~~~🌸🌸🌸~~~~~~~

🌸Sukur Kakak (Susu Kurma)🌸

Semalam kakak mengabarkan kalau siang ini dia akan balik dari mudik. Tiap tahunnya kami memberikan hak cutinya sebanyak 3 kali kepada kakak, yaitu cuti selama lebaran, cuti liburan, apa itu cuti liburan? Hmm.. begini, secara kaan aku dan suami berprofesi sebagai guru, oleh karena itu libur kami pun sama, nah ketika kami libur semester, kakakpun ikutan libur dan dibolehkan mudik untuk bertemu lepas kangen dengan keluarganya, tentunya mereka juga keluarga kami karena kakak sudah kami anggap sebagai anak kami sendiri, yaitu sebagai kakaknya Alvaro, yaa memang benar, kami adalah keluarga berencana yang beranak dua, dan sepasang😉, selanjutnya, cuti ketiganya adalah cuti dalam rangka menyambut puasa, seperti saat ini. Yaaa, memang tidak lama sih, karena libur kami di hari pertama puasa juga tidak panjang, walaupun selama pandemi covid-19 ini kami tidak mengajar di sekolah namun, saya dan suami tetap bekerja dari rumah (WFH) sehingga kakak juga tak bisa mudik lama lama seperti liburan semester atau lebaran. Meskipun liburan semester panjang tak jarang kakak hanya mudik beberapa hari ke kampungnya lalu kembali lagi untuk ikut kami liburan ke luar kota.

Mendengar kakaknya akan datang kebayangkan dong betapa senangnya Alvaro. "Apa isi wa kakak, Miey?", tanya Alvaro ketika kusebut ada wa dari kakak. "Nih, baca saja sendiri", kataku sambil memberikan smartphoneku kepadanya, hmmm... pasti kalian bertanya-tanya, emangnya Alvaro usia 5 tahun sudah bisa membaca? That's right, gaess (gaya Alvaro kalo udah ngevlog dikonten youtubenya 🤭) Alhamdulillah Alvaro sudah lancar membacanya. Eiits. jangan salah persepsi dulu yaa, kami tidak pernah memaksakan dia untuk bisa membaca, berhitung, dan lainnya. Selain dia aktif, Alhamdulillah rasa ingin tahunya tinggi. Kalau boleh cerita atau berbagi pengalaman sedikit, boleh ya? Boleh dong 🤗 yaitu berbagi pengalaman cara kami mendidiknya. Begini ceritanya, eaaakkk😂 lagiiii, style ngevlognya Alvaro ya begituu, emaknya jadi latah secara emaknya ini adalah produser, director, dan promotornya include sebagai mimin akun sosmednya, promo dikit supaya follower dan subsrcibernya nambah, lumayan bisa dapat tambahan kuota dari pak suamikk🥰.

Alhamduliah, sejak Allah mengamanahkan Alvaro kepada kami, saat itu kami sudah mulai melek ilmu mendidik anak baik dari segi agama maupun umum dibandingkan sebelumnya walau ilmu ini belumlah sebanyak ilmu orang tua lainnya di luaran sana. Sehingga beranjak dari situ, kami sudah memiliki visi dan misi untuknya ke depan. Harapan kami ia bisa menjadi anak yang salih dan ia dapat tumbuh kembang dengan baik, itu yang selalu terucap dalam do'a kami. Oleh karena itu kami berupaya untuk mewujudkan harapan kami dengan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya, mulai dari pola asuh dan pola makannya. Jika kuda pacuan saja diberikan makanan yang bergizi oleh pemiliknya agar ia bisa menjadi kuda yang hebat, kenapa untuk anak sendiri tidak bisa? Kenapa kita memberinya makanan yang sembarangan? Kenapa harus memberinya mie instan? Kenapa dia dicekokin dengan makanan-makanan berbahan pengawet, penyedap, pewarna?  Mengapaaa??? Ooh mengapaaa? 😂.

"Yeee kakak pulang, asyik asyik, Vroh, kakak pulang, Vroh", ujarnya kepada Abbieynya yang sudah kewalahan dengan Alvaro yang kalau sedang becanda memanggilnya vroh, tidak salah Alvaro juga sih, sebab Abbieynya seperti itu ke dia. "Ummiey, siiiiini", panggil Alvaro manja sambil merangkulku dan ingin membisikkan sesuatu. "Apa?", tanyaku masih duduk manis. "Aku mau makan, miey, Aku lapaaar", rengeknya dengan wajah diasem asemin🤭 "Kan Al puasa, cieee puasa puasa kok bilang lapar?", sambutku sambil menggodanya."Iya, tapi sahur tadi aku makannya cuma sedikit, Miey, aku lapaar. Ayolah, Miey", rayunya yang kutahu itu bukan lapar sungguhan. Oh iya, ceritaku tadi sampai di sana dulu ya. InsyaAllah, lain waktu jika ada kesempatan aku akan berbagi dengan kalian semua (gayanya udah kayak sang motivator yang sudah berpengalaman dan berhasil saja), memang benar, kami belumlah melihat keseluruhan hasil asuhan kami untuk Alvaro, tapi sejauh ini Alhamduliah kami bersyukur bahkan dahsyat luar biasa campur tangannya Allah terhadap tumbuh kembangnya, faa biayyi ala irabbikuma tukazziban, Allahu Akbar. Kami berupaya mendidiknya secara Islam dekat dengan Allah subhanahu wa Ta'la sepanjang hidupnya. Alhamdulillah sekarang ia sudah mengaji sampai juz 16 dan hapalan juz 30 nya sudah lumayan. Tentang akan jadi apa dia nanti, maksudnya ke depannya, kami serahkan sepenuhnya kepada Sang Maha Berkendak. Namun, sejak kecil kami ikhtiarkan semua yang terbaik untuk dia sesuai kemampuan kami.

Aku sudah tidak mendengar lagi rengekkan Cibubu, ternyata ia sudah tertidur, sepertinya dia mengantuk karena ikut sahur tadi. Tidak beberapa lama kakak sampai di rumah diantar oleh bapaknya di saat Alvaro sedang tidur, sepeninggalan bapaknya pulang, dengan bersemangat kakak cerita sewaktu di rumahnya kemarin dia membuat takjil minuman berenergi dari resep temuannya sendiri 😁 Kakak mulai menjelaskan bahan bahan apa saja yang dbutuhkan dan langkah langkah membuatnya, hmm... walau aku mengantuk, demi kakak dan resepnya aku rela menahan kantukku. "Bu", begitu dia memanggilku. "Bahan bahannya ada semua di kulkas, Bu. Jadi kita langsung buat saja ya bu, mumpung adek masih tidur, hehe", katanya bersemangat sambil melihat isi kulkas. "Bahannya kurma, susu bubuk, dan air putih", jelasnya sambil mengeluarkan bahan bahan itu dari kulkas. Aku mengamati gayanya yang sudah kayak chef gitu. "Cara membuatnya, blender kurma secukupnya dengan air kemudian disaring", lanjutnya sambil mengeluarkan alat alat yang disebutkannya dari lemari. "Lalu, siapkan wadah yang cukup besar untuk membuat air susunya, kita buat air susu dengan cara menuangkan air panas ke dalam gelas yang sudah berisi bubuk susu, jangan terlalu banyak airnya karena susu kurma ini enaknya diminum dingin dingin, loh buu, dan bagusnya lagi susu kambing", jelasnya dengan percaya diri. "Kemudian tuangkan air kurma tadi ke dalam gelas yang bersisi susu ini, dan simpan di dalam kulkas, siap deh!", katanya puas.

"This is it! takjil berenergi susu kurma ala chef Astuti", teriaknya bangga sambil mengangkat segelas minuman berwarna kecoklatan yang benar benar menggoda untuk diminum.

Sebelum waktu berbuka tiba, kakak dan Alvaro mengantarkan takjil 'sukur'nya ke tetangga. MasyaAllah anak anak salih dan salihah aamiin

-Ini takjil kamii... mana takjiil kamu, gaes!-

#chefrumahan
#susukurma
#minumanbernergi

2 comments: