π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£
Pukul 21.00 wib, Umma dan rombongan menuju ke cafe Javas Cycle. Umma telah mendaftarkan Alif untuk mengikuti πΈπ£πππ‘ lomba Da'i Cilik. Beberapa hari sebelum lomba Alif sering latihan membawakan tausiyah tentang Ramadan bersama Umma dan Abah. Gaya Alif berceramah sudah seperti ustaz yang sedang kultum di masjid.
Setelah acara dibuka oleh dua orang MC dari Javas Cycle. Lalu kedua MC kocak tersebut memperkenalkan dua orang dewan juri lomba pada malam hari itu. Kemudian mereka mempersilakan Alif sebagai peserta urutan nomor π€πβππ untuk tampil ke panggung. Alif sedikit ππππ£ππ’π namun kedua MC itu dapat mencairkan suasana. Sebelum mulai ceramah, Alif diajak ngobrol-ngobrol terlebih dahulu.
"Hadiah uangnyakan gede, nah kalau menang hadiah uangnya mau dipakai untuk apa, Alif?" Tanya salah seorang MC kepada Alif dan MC lainnya menambahi sambil bercanda.
"Mau dipakai buat beli baju lebaran ya?" Candanya.
"Ga, kalau Alif dapat uangnya Alif mau uangnya ditabung untuk membawa Abah dan Umma naik haji." Jawab Alif lantang dan membuat Umma haru. Semua hadirin di sana bertepuk tangan dan kedua MC memuji jawaban spontan dari Alif itu. Kemudian memberi aba-aba kepada Alif untuk memulai tausiyahnya selama kurang lebih sepuluh menit.
Setelah tujuh menit Alif bertausiyah seolah-olah para penonton sedang diceramahi oleh Alif πππ penceramah kondang, Alif menutupnya dengan sebuah pantun.
"Hari pagi kutilang bernyanyi
Berlompatan di pohon cemara
Mari puasa bersungguh hati
Agar jadi insan bertaqwa."
Kemudian Alif mengakhirinya dengan pepatah Arab.
"Ψ§ΩΨΈΨ± Ω Ψ§ ΩΨ§Ω Ω ΩΨ§ ΨͺΩΨΈΨ± Ω Ω ΩΨ§Ω
“Lihatlah pembiacaraannya dan jangan lihat siapa pembicaranya.”
Billahi fii sabililhaq wassalamualaikum."
Serentak seluruh hadirin menjawab salam penutup Alif dan bertepuk tangan dengan meriah. Kedua MC naik ke panggung dan memuji kultum yang disampaikan Alif tadi. Lalu mereka mempersilakan kepada dewan juri untuk memberikan komentarnya.

No comments:
Post a Comment