🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲
Acara berbuka bersama Umma, Mbak, dan keluarga berjalan lancar dan sukses. Mbak, suami, dan anak-anak terkesan dengan nuansa alam yang disajikan oleh resto dan cafe tersebut. Dekor resto dan cafe identik dengan khas Bali dengan tiang-tiang saung dibebat kain kotak-kotak hitam putih yang disebut poleng. Suasana sejuk dengan gemericik air terjun buatan di sebelah saungnya menjadikan acara berbuka bersama terasa lebih nyaman.
Menu yang dipesan Umma meninggalkan kesan puas pada Mbak sekeluarga. Menu yang disajikan apik sesuai pesanan dan dengan cita rasa yang lezat. Sistem pemesanan tempat dan menu dilakukan Umma melalui aplikasi whatsapp dan transfer uang muka melalui M-Banking terasa lebih praktis. Begitupun dengan pemesanan menu berbuka puasanya.
Usai acara berbuka puasa, Umma dan rombongan meninggalkan resto dan cafe tersebut menuju ke masjid terdekat. Mengapa mereka tidak salat di resto saja? Nah, hal ini mungkin dapat menjadi perhatian oleh pihak resto. Di resto terdapat sebuah musala dari salah satu saung. Namun, karena ukurannya kecil yaitu kurang lebih 2m x 1,5m menyebabkan tidak dapat memuat banyak jamaah. Jika harus antrean maka akan memakan waktu lama untuk menunaikan salat magrib yang waktunya sangat singkat itu. Maka, diputuskanlah untuk mencari masjid terdekat, kebetulan memang ada sebuah masjid besar yang berada di sebelah resto.
Sampai di masjid, Alif disambut oleh sebuah kotak persegi ukuran besar berbahan kayu. Tiba-tiba Ia berlarian kecil mengejar Abah untuk meminta uang yang akan dimasukkan ke dalam kotak tersebut. Nama kotak itu adalah kotak amal masjid. Setelah diberikan selembar uang kertas, Alif lalu malipat-lipat lembaran uang kertas itu menjadi lipatan kecil dan panjang. Dengan mudah Ia memasukkan uang tersebut ke bagian yang berlubang pada kotak amal tersebut dan terselip sebuah doa yang dalam makna.
"Bismillah titip untuk Adik Aisah Ya, Allah." Gumam Alif.

No comments:
Post a Comment