📢📢📢📢📢📢📢📢📢📢📢📢
Setelah mengantarkan Bidan Ariani ke pintu, Alif kembali ke kamar Umma. Alif menyelimuti tubuh Umma dengan selimut tebal. Selimut itu terlalu lebar dan berat, sehingga Alif mengalami kesulitan untuk menyelimuti Umma. Namun, bukan Alif namanya kalau menyerah untuk melakukan sesuatu. Alif terus menarik selimut dari sisi yang satu ke sisi yang lainnya sambil berpindah-pindah tempat secara perlahan-lahan sesuai posisi ujung selimut yang ingin Ia tarik supaya Umma tidak terbangun dari tidurnya. Sesekali Ia turun-naik tempat tidur agar tidak mengenai tubuh Umma.
Setelah menghabiskan semangkuk kolak blewah hangat tadi, Bidan Ariani memaksa Umma untuk beristirahat supaya tenaga Umma bisa pulih kembali. Bidan Ariani melarang Umma untuk turun dari tempat tidur. Bidan Umma berpesan kepada Alif untuk menjaga Umma. Bidan Ariani lalu pamit pulang dan akan datang kembali sewaktu-waktu Alif membutuhkan dan memanggilnya.
Sementara Alif masih sibuk dengan usahanya, diam-diam Umma tertawa kecil melihat ulah Alif yang terus berusaha menutupi selimut ke seluruh bagian tubuhnya. Sebetulnya Umma tidak tidur seperti yang Alif kira, Umma hanya memejamkan matanya agar penat akan fikirannya hilang barang sedikit saja. Umma berniat untuk menarik lengan mungil Alif dan membawa Alif ke pelukkannya. Tapi Umma mengurungkan niatnya, karena tidak mau mengecewakan usaha Alif yang sudah berupaya menghangatkan tubuhnya yang dikira Alif sudah tertidur itu.
Hari itu sudah sore, akhirnya Umma tertidur juga. Dari pengeras suara masjid terdengar lantunan merdu murotal Al-Qur'an metode Ummi. Suara dari pengeras suara itu terdengar sangat jelas karena mereka tinggal di sebelah masjid. Itu pertanda akan segera azan sebagai penanda masuknya waktu asar. Tampak Alif sedang menarik handuk sepertinya hendak pergi mandi karena suara alarm sudah mengingatkannya untuk mandi sore. Umma bersama Alif memang menyetel alarm untuk beberapa jenis aktivitas Alif. Alarm waktu duha, alarm waktu murojoah, serta alarm mandi pagi dan sore. Walau sebenarnya Alif lebih suka dicerewetin Umma daripada alarm.
"Tut... tut..."
"Tut... tut..."
"Tut... tut..."
Lelapnya tidur Umma membuatnya tidak menyadari ponselnya berdering. Alif yang sudah selesai mandi tetap dapat mendengar nada dering ponsel Umma walau suara toa masjid lebih kencang. Alif lalu segera mengambil ponsel tersebut dan melihat kontak si penelepon.
"Makwo!" Bathinnya lalu segera menjawab telepon itu.
"Assalamualaikum, Makwo!" Sapa Alif pelan.
"Alaikumussalam. Ke mana aja, Nak. Kenapa telepon Makwo ga diangkat-angkat?" Tanya Makwo.
"Maaf, Wo. Umma tidur dan Alif baru saja selesai mandi, Wo." Balas Alif masih dengan nada pelan karena takut suaranya dapat membangunkan Umma.
"Oh ya, Nak. Syukurlah. Semoga Umma sehat lagi setelah bangun nanti. Sudah azan tu kedengarannya, Alif salat ya. Nanti Makwo telepon lagi." Sambut Makwo.
"Iya aamiin, Wo. Oh kedengaran ya, Wo? Hehe.."
#alifanakpilihan
#ramadhannyaalif

No comments:
Post a Comment