🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍
Umma senang sekali setelah dinyatakan boleh pulang oleh dokter. Umma kangen sekali kepada Alif. Selama Umma dirawat, Alif tidak dibolehkan berkunjung ke rumah sakit melihat kasus covid-19 masih marak, kekhawatiran untuk membawa anak-anak ke rumah sakit adalah hal yang wajar. Selama Umma di rumah sakit, Alif tinggal dengan Bidan Ariani dan Mbak Rara. Bukan saja Umma, Alif juga sudah rindu berat kepada Umma. Alif selalu bertanya kapan Umma pulang dan kapan Ia bisa bejumpa Umma lagi.
Alif sangat sedih saat mengetahui adiknya meninggal setelah dilahirkan. Ia selalu berdoa agar adiknya itu di tempatkan di tempat terindahnya Allah. Suatu hari Alif cerita kepada Mbak Rara tentang isi doa-doa yang Ia panjatkan kepada pemilik langit dan bumi. Ia meminta adiknya diberikan mainan yang banyak, makanan yang enak, susu, dan jajanan supaya adiknya tidak sedih karena harus jauh darinya, Umma, dan Abah.
Sesampainya Umma di rumah, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Alif kepada Umma. Alif juga bilang ke Umma kalau selama ikut Mbak Rara salat tarawih, Alif selalu bersedekah. Alif menambahkan bahwa dengan sedekah itu Alif niatkan memberikan jajan kepada Adik Aisah. Umma tersenyum mendengar celotehan anak sulungnya itu. Sesekali Umma menjelaskan dan meluruskan perkataan dan pernyataan yang disampaikan oleh Alif kepadanya. Hal ini dilakukan Umma karena khawatir Alif salah memahami makna sedekah, doa, dan ibadah. Alif diberitahukan bahwa sedekah dilakukan semata-mata dengan memberikan harta di jalan Allah dengan ikhlas semata-mata mengharap ridha-Nya.

No comments:
Post a Comment