HOME

Thursday, April 07, 2022

Kalimat Dahsyat Umma

🫒🫒🫒🫒🫒🫒🫒🫒🫒🫒🫒🫒

Beberapa hari ini Umma terlihat sedih. Umma banyak diam saja. Alif pun bingung ada apa dengan Umma?⁣

Jangankan untuk mengajak Umma bercanda. Jika sudah begitu, disapa saja kadang lama baru Umma menjawab atau menanggapi. Ingin bertanya, Alif ragu karena Umma selalu pasang wajah murung.⁣

Umma lebih sering berkomunikasi dengan Makwo. Pernah Alif melihat Umma menangis setelah menelpon Makwo. Alif kuatir dengan kesehatan Umma. Umma kalau sudah menangis biasanya akan bermasalah dengan pernapasannya. Hidung Umma akan mampet dan sulit bernafas. Pernah waktu itu Umma menangis karena melihat ulahku yang tidak Umma suka. Umma memang tidak lagi marah-marah, tapi Umma lebih sering mengajakku berdiskusi dan terkadang Umma ungkapkan kekecewaannya kepadaku dengan menangis sebagai isyarat agar aku tidak mengulanginya kembali.⁣⁣

⁣Nah, beberapa hari setelahnya Umma mengalami mampet dan tak bisa bicara jelas, suara Umma terdengar bindeng.⁣⁣ 

Di waktu duha ini, Alif duduk di atas sajadah hadiah dari Abah dan saat itu Alif baru berusia 3 tahun. Alif baru saja melaksanakan salat duha dan dilanjutkan tilawah karena ingin mengejar targetnya untuk mengkhatam Al-Qur'an selama Ramadhan ini. Tajwid dan makhorijul hurufnya sudah fasih, namun karena sangat memerhatikan itu Alif belum lancar mengaji. Kali ini Alif tilawah sendiri tidak ditemani Umma. Kata Umma kemarin, supaya lancar Alif harus rajin-rajin tilawah. Umma menambahkan "Alif, hapal kaji karena diulang". Umma menjelaskan makna dari kalimat dahsyat itu karena Alif ingin tahu apa maknanya. Umma bilang, semua pekerjaan akan menjadi lancar atau mahir jika selalu dilakukan berulang kali. Sejak saat itu Alif rajin tilawah.⁣

Sejak tadi, Umma di kamarnya saja tidak keluar-keluar. Tiba-tiba Alif mendengar berkali-kali telepon Umma berdering, Alif bingung mengapa tidak Umma jawab telepon masuk tersebut. Alif yang sedang tilawah Al-Qur'an melihat ke arah kamar Umma. Alif segera berdiri dan mendekati Umma, Umma sedang rebahan di dipan.⁣

"Umma tidur?" Tanyaku sambil menyentuh lembut lengan Umma yang sedang berbaring menghadap ke kanan.⁣⁣

"Dari tadi ponsel Umma berdering." kataku berusaha tidak mengagetkan Umma.⁣

"Oh ya? Astagfirullah Umma ketiduran. Umma tidak dengar, Nak" ⁣

Umma bangkit dan segera meraih ponselnya yang letaknya tidak jauh dari Umma.⁣ Umma mengucapkan terima kasih lalu Umma menyuruh Alif melanjutkan tilawahnya setelah melihat Alif memakai sarung dan memegang Al-Qur'annya.⁣

Alif berjalan keluar kamar sambil melihat Umma berusaha menelepon kembali kontak tadi. 

Dari tempat Alif tilawah, terdengar Umma tenggelam dalam obrolannya bersama Makwo di telepon. Diam-diam Alif menutup Al-Qur'an dan meletakkannya di rak. Tanpa sepengetahuan Umma, Alif mendekat ke pintu kamar Umma. Alif ingin tahu apa yang menyebabkan Umma murung dan bersedih.⁣ Alif kuatir kepada Umma dan Adik dalam kandungan Umma.

...⁣ ... ....

"Jangankan pulang, memberi kabar saja tidak ada, Mbak" lirih Umma, kulihat Umma menyeka air matanya.⁣

⁣⁣

"Sudah sebulan ini bertingakah aneh, Mbak. Sejak Abah dipecat karena pengurangan karyawan bulan lalu" tambah Umma lagi.⁣

⁣... .... ...⁣

Alif kaget mendengarnya.⁣

Apakah ini penyebab Umma murung?⁣

Alif buru-buru membalik badan dan membelakangi dinding kamar Umma.⁣


"Abah?" Alif membathin.⁣

"Bukannya Abah memang sering tidak pulang akhir-akhir ini. Kata Umma Abah tidak pulang karena ada pekerjaan di luar kota?" Alif seolah-olah mengingat-ingat.⁣

⁣⁣⁣... ... ...

"Aduh, Mbak... perut Ana mules..."⁣

"Aliiiif!!"⁣

Tiba-tiba Umma teriak memanggil Alif.

#RWC

#RamadanWritingChallenge

#OneDayOnePost

#RWCODOP2022DAY5

#EsBlewah

#alifanakpilihan

#ramadhannyaalif

No comments:

Post a Comment