🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮
Setelah sahur dan dilanjutkan tilawah satu lembar Al-Qur'an, menjelang azan subuh, Alif mulai bermain di ruang tengah. Satu-persatu mainan di lemari mainannya Ia keluarkan. Lemari pendingin (kulkas) rusak di rumah menjadi tempat penyimpanan mainannya. Alif dan orang di rumah menyebutnya brankas mainan Alif.
Permainan di bulan Ramadan yang biasa dimainkan Alif di rumah adalah beraneka macam seperti lego besar, lego kecil, kompangan, pistol-pistolan, dan petasan botol mineral bekas. Tak jarang Ia menyusun kursi-kursi di rumah menjadi memanjang seperti deretan tempat duduk penumpang di dalam bis."Jakarta! Bandung! Ayo, naik naik!" Teriak Alif seolah-olah sedang memanggil-manggil penumpang. Salah satu penumpang setianya adalah sebuah boneka Mickey Mouse milik Umma yang merupakan pemberian dari murid Umma beberapa tahun lalu.
Sebenarnya apapun yang ada di rumah bisa menjadi mainan Alif. Alif adalah anak yang kreatif. Hal itu dikarenakan Ia suka bermain dengan barang bekas seperti kardus atau kotak sepatu. Alif pernah membuat bermacam-macam permaian dari kardus bekas yang ada di rumah. Baik dari kardus mie instan, kotak susu, bahkan kardus barang elektronik.
Pernah tahun lalu Alif membuat beberapa permainan di bulan Ramadan yang berkesan yaitu, pesawat-pesawatan dari kardus, kandang Godid, kucing berbulu hitam putihnya lengkap dengan inovasi wadah makan dan tempat air minum yang dapat terisi secara otomatis menggunakan stoples plastik dan sedotan bekas gelas minumannya waktu kecil, membuat tas punggung disinfektan dengan semprotannya dari selang air yang rusak, tali tas Umma yang putus, dll. Bahan dan alat tambahan yang gunakan untuk menyulap itu semua menjadi sesuatu adalah gunting dan lakban. Tentunya sesekali Ia meminta bantuan Umma atau Abah untuk memotong, menggunting maupun menempelkannya pada bagian-bagian yang tak bisa Ia lakukan sendiri.
Oleh karena itu, Umma dan Abah menggelari Alif Si Anak Kardus. Tak ada kardus bekas yang tak berguna bagi Alif. Makanya, apabila Umma dan Abah mendapat kardus tidak pernah dibuang. Selalu disimpan untuk mainan Alif. Apalagi di bulan Ramadhan ini, Alif lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Karena durasi belajar di sekolah dikurangi.
"Umma, Alif sudah buat cafe untuk kita nanti berbuka puasa hari ini. Umma tutup matanya!" Pinta Alif sambil membawa Umma ke ruang tengah untuk menunjukkan kepada Umma Cafe buatannya.
"Wah, keren sekali cafenya Alif!" Puji Umma ketika melihat disain ruangan tengah yang terdapat beberapa bantalan kursi disusun Alif melingkari meja kecil, meja tulisnya yang ditutupi oleh jilbab motif bunga-bunganya Umma. Tampak di atas meja tertata vas bunga yang diambil Alif dari atas meja tamu. Kemudian meja dan bantalan kursi di susun rapi di atas karpet yang berasal dari selimut tebal dan lebar Umma.
Ya begitulah Alif dengan kreativitasnya. Sepertinya energinya tidak ada habisnya, fully charger.
Hanya saja masalahnya, setelah Ia bermain, rumah berantakkan seperti kapal pecah. Tapi bukan Umma namanya kalau tidak memiliki trik supaya Alif bisa menjadi anak yang bertanggungjawab dengan pekerjaannya. Alif dilatih untuk merapikan semua mainannya yang berserakan. Walau masih harus selalu diingatkan, namanya juga anak kecil.

No comments:
Post a Comment