🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
"Sore Kamis itu, Mas ga sengaja lewat di depan warung Parni. Saat Mas lewat Mas Sutra sedang menyeruput kopinya dan bersiap naik ke truknya akan berangkat antar muatan. Mas izin ikut bantu-bantu Mas Sutra, karena Mas ingin puasa pertama nanti ada uang untuk membeli persiapan sahur dan berbuka kita. Kamu kan tahu Mas ga pegang uang sepeserpun" Jelas Abah kepada Umma.
Memang, sejak Abah di PHK semua kebutuhan dan tagihan dibayarkan memakai uang di tabungan Umma. Umma menyimak cerita Abah dengan seksama, sesekali Umma mengusap-usap lengan Abah menenangkannya.
"Mas Sutra bilang, ga keburu waktunya kalau Mas harus pamit ke rumah dulu. Karena dia akan antre solar di SPBU. Mas jadi sungkan dan serba salah." tambah Abah sambil mengingat kejadian saat itu
========
Sore itu di warung Parni.
"Wes, sono pergi keburu telat antre solar. Mas Mamad, sik, nanti aku bilang Bojomu sampean ikut Mas-ku muat." Teriak Parni yang merupakan sepupunya Abah. Parni seakan paham kebingungan Abah saat itu. Hubungan kekerabatan mereka sangat baik. Jadi sudah biasa saja hal tersebut-saling sampai menyampai pesan itu terjadi menurut Abah. Sehingga membuat Abah tidak ragu untuk berangkat.
"Yo wes, sampaikan yo. Aku pergi dulu."
=======
"Wah, Mad! Keburu beduk ini panjang sekali." Kata Mas Sutra melihat panjangnya antrean solar di SPBU. "Untung sampean ga pulang dulu tadi. Kalau pulang bakal bermalam di SPBU ini kita, Mad." Tambah Mas Sutra lagi sambil turun dari truknya.
"Dukkk!! Dukkk!!!"
"Ayo, Mad. Kita magrib dulu. Sudah beduk magrib tuh, sebentar lagi azan berkumandang. Syukur-syukur sudah salat nanti giliran kita." Ajak Mas Sutra kepada Abah.
======
"Dua hari Mas pergi ga kasih kabar. Kenapa ga mengabari kembali ke Ana setelah sampai ditujuan dan kenapa Mas perginya sampai dua hari?" Biasanya kan Mas Sutra kalau antar muatan ga sampai selama itu, Mas?" Tanya Umma penasaran dan masih belum mengerti.
"Mas ga kasih kabar karena Mas berfikir kamu sudah mengetahui tentang kepergian Mas itu dari Parni. Makanya tadi Mas kaget kok Kamu tanya Mas ke mana, manaaaa pakai nangis bombay pula." Jelas Abah sambil menggoda Umma.
"Harusnya Jum'at malam sudah balik, Sayang. Qadarullah truknya rusak, jadi kami harus bermalam di jalan.
"Kangen yaaa?" Ledek Abah sambil mencolek pinggang Umma.
"Maaas, Jangaaan! kan lagi puasa"
"Umma jadi puasa, bukannya Umma ga puasa?" Tiba-tiba Alif sudah ada di depan pintu kamarnya yang menghadap ke ruang tengah.
"Loh, Dek, ga puasa?" Tanya Abah heran menatap Umma.

No comments:
Post a Comment