HOME

Sunday, April 10, 2022

Sahur Off Road



💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕⁣

⁣Usai salat tarawih, Alif dan Umma langsung tidur. Kata Umma agar nanti sahur ga kesiangan. Seperti tarawih-tarawih terdahulu. Alif sudah belajar mengimami Umma apabila Abah sedang tidak di rumah dikarenakan ke luar kota. Umma dan Abah mengizinkan Alif untuk menjadi imam salat sunat tarawih.⁣⁣ Menurut Abah, Alif sudah mengerti rukun shalat, bacaan, hapalan Al-Qur'annya sudah banyak dan juga baik, serta salat wajibnya juga dikerjakan istikomah. 


Kata Abah, jumhur berdalil tidak bolehnya anak kecil mengimami orang dewasa dalam salat wajib karena salat anak kecil dihitung sebagai salat sunah. Sedangkan selain salat wajib, seperti salat tarawih, maka jumhur beberapa ulama berpendapat bolehnya seorang anak kecil yang mumayiz atau belum balig untuk mengimami orang dewasa.⁣ Mendengar penjelasan Abah waktu itu  Alif lalu meminta kepada Abah untuk jadi Imam salat Tarawih. Abah mengiyakan permintaan Alif tersebut. Kata Abah ke Umma ini adalah sebagai pembelajaran juga kepada Alif.

⁣⁣=======⁣

⁣⁣⁣"Tring.. tring..."

Umma terbangun karena alarm sahurnya berbunyi. Belum sempat Umma menekan tombol dismis pada ponselnya untuk mematikan suara alarm itu. Tiba-tiba...

Tok!! Tok!!!

"Umma... Umma..." terdengar ada suara dari luar. Umma segera menuju ke pintu dan mengintip keluar.⁣

"Abah! Subhanallah." Umma bergegas membukakan pintu dan mempersilakan Abah masuk.⁣⁣

"Assalamualakum" Abah mengucapkan salam untuk Umma.

"Alaikumussalam, Ya Allah, Abah kehujanan? Basah semua. Silakan masuk, Abah. Sebentar Umma ambilkan handuk." Umma segera menuju ke kamar.⁣

⁣Umma kembali dan memberikan Abah handuk serta pakaian kering. "Abah ganti pakaiannya dulu kalau.."

"Maaf, Umma. Abah mandi saja." Potong Abah dan meraih handuk yang diberikan Umma lalu menuju kamar mandi. "Oh ya Umma ga sahur? Alif mana kok tidak sahur juga?" Tanya Abah menghentikan langkahnya.⁣

"Umma baru terbangun untuk menyiapkan sahur dan tiba-tiba Umma mendengar panggilan Abah tadi" jawab Umma.⁣

"Oh ya, Umma." Sambut Abah sambil melihat jarum jam di dinding menunjukkan pukul 3 lewat 40 menit. "Abah mandi dulu. Umma silakan menyiapkan makan sahurnya. Nanti Abah yang bangunkan Alif."⁣

"Abah tidak sahur ya, Umma?" Tanya Alif heran karena setelah membangunkan dan mengantarkan Alif ke ruang makan Abah pamit balik lagi ke kamar. Ternyata sebelumnya Abah sudah bilang ke Umma untuk coba rebahan dan memejamkan mata barang sebentar menjelang waktu subuh. Katanya lelah sekali dalam perjalanan tadi.

"Abah sudah sahur tadi di jalan. Kata Abah, Abah dan Pakde Sutra sahur on the road" jawab Umma sambil menyendok nasi kepiring

"Apa, Umma? Sahur off road?" Tanya Alif heran.

"Bukan, Sayang. Tapi sahur om the road. Sahur on the road itu sahur di jalam atau sahur dalam perjalanan." Jelaa Umma sambil tersenyum mengedipkan sebelah matanya ke Alif dan disambut tawa kecil Alif.⁣

"Haha Alif kira tadi sahur off road" tawa Alif geli.

⁣⁣"Loh... loh.. Umma kenapa ikutan sahur? Kan Bude bilang Umma belum boleh puasa dulu" kaget melihat Umma ikutan makan sahur.⁣

"Ga apa-apa, Umma coba puasa. Kalo ga kuat. Umma batalkan saja." Jawab Umma.⁣

"Ga! Ga boleh. Kasihan Adik, Ummaaa..." rengek Alif⁣ sambil menarik piring Umma ke dekatnya. ⁣Umma pasrah ditambah Umma merasa memang belum kuat untuk puasa hari ini.

======⁣

"Abah, dari mana kok pergi ga bilang-bilang ke Umma?" Tanya Umma kepada Abah pagi itu.⁣

"Umma benar-benar bingung dan khawatir. Tidak tahu mau dihubungi ke mana. Ditelepon-telepon tidak aktif." Tambah Umma lagi⁣

⁣"Loh, Si Parni tidak bilang ke Umma?" Abah kaget dan balik bertanya disertai gelengan kepala Umma dan tetasan air mata Umma di pipi.

"Astagfirullah, maafkan Abah Umma. Abah fikir Umma sudah mengetahui ke mana Abah. Telepon Abah tinggal di laci lemari, kan rusak, Umma." Jelas Abah sambil mengusap air mata yang menetes di pipi Umma.

No comments:

Post a Comment