🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊
Semalaman Umma ga bisa tidur karena Mbaknya dalam perjalanan menuju ke kotanya Umma. Begitulah Umma, apabila ada yang akan datang dan menempuh perjalanan jauh, Umma akan selalu kefikiran. Umma tipe orang yang pencemas dan mudah khawatir. Umma selalu menghubungi dan menanyakan keberadaan Mbaknya itu. Karena terkantuk dan juga sudah mendapat kabar, akhirnya Umma terlelap juga.
"Assalamualaikum Umma!" Teriak keponakan-keponakan Umma yang sudah sampai di depan pagar. Umma tersentak dan segera bangkit untuk membukakan pintu, ternyata Abah yang baru selesai tahajut sudah membukakan pintu terlebih dahulu. Umma melihat jam di dinding, jarum pendek menunjuk ke angka 4 dan jarum panjang ke angka 2. Umma menyambut kedatangan Mbaknya dengan rasa suka cita. Umma menangis menceritakan Aisah sudah tiada walau melalui telepon hal itu sudah disampaikannya juga ke Mbak. Mbak menyabarkan Umma, dan mengatakan kehadiran mereka adalah juga untuk meramaikan.
Umma menyiapkan menu sahur, menu ini sudah disiapkannya dari sore kemarin. Ayam goreng bumbu kegemaran keponakan-keponakannya itu dan sop kerang dengan sambal asam jeruk nipis kesukaan Mbak. Sementara untuk berbuka, Umma sudah booking tempat di resto dan cafe terbaru di kotanya itu. Umma sudah memesan tempat dan menunya sekaligus. Mereka ingin berbuka bersama di luar.
Rencana dan keinginannya itu sudah disampaikan Umma ke Abah sebelum kedatangan Mbaknya itu. Abah menyetujuinya walau semua biaya Umma yang tanggung. Mengingat sebentar lagi Abah juga bekerja dan Insya Allah akan mendapatkan penghasilan sendiri hehe... kita aaminkan yuk (aamiin)
"Wah, kita bukber di Haza Resto & Cafe ya, Umma?" Sambut Alif riang ketika mendengar hal itu.
"Iya sayang, Insya Allah." Jawab Umma.
"Hore... kata Mbak Rara suasannya kayak di Bali loh, Umma." Balas Alif senang seolah-olah sudah pernah ke Bali sajaðŸ¤

No comments:
Post a Comment