⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
"Ana, gimana? Kamu baik-baik saja?" Tanya Bidan Ariani pelan ketika Umma baru siuman.
"π¨πππππ πππππππ, pusing dan kram di perut sudah berkurang, Mbak." Jawab Umma lirih.
"Na, kamu tu nπππππ. Kamu ga kasian sama calon bayimu?" Tambah Bidan Ariani sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Bagaimana dengannya, Mbak?" Tanya Umma khawatir.
"Ga apa-apa. Tapi, π ππππ¦ π‘π π ππ¦ kamu harus ππππππ π‘.
Umma terdiam sambil mengelus perutnya yang dirasanya kram dan sedikit kencang itu.
"Kamu jangan aktivitas apa-apa dulu, Na. Sepertinya harus diperiksa πππ‘πππ ππ. Besok pagi, kalau kamu sudah kuat kita ke rumah sakit. Kamu harus nurut, πΌππ π¦π π΄πππβ semua akan baik-baik saja." Nasihat Bidan Ariani.
"Iya, Mbak. Tapi Ana hanya kelelahan saja kok, Mbak. Janin Ana ga kenapa-kenapa kan?" Tanya Umma lagi.
Bidan Ariani hanya tersenyum. "Udah, Aku pulang dulu. Udah malam, dan kamu harus istirahat." Pesannya.
"Jaga Umma ya, Jagoannya Umma!" Kecupan lembut Bidan Ariani mendarat di ubun-ubun Alif yang tengah duduk di dipan Umma.
Abah mengantarkan Bidan Ariani keluar.
"Mas, Mamad. Ingat ya, Ana harus istirahat total. Kelelahan pada ibu hamil bukanlah sesuatu yang sepele. Beberapa resiko serius bisa terjadi jika ibu hamil kelelahan. Misalnya seperti Ana ini, Ana sudah beberapa kali pingsan. Pingsan terjadi ketika otak tidak mendapat pasokan oksigen, artinya janin di dalam rahim juga kekurangan hal penting ini. Ini menandakan bahwa ibu hamil mungkin saja mengalami dehidrasi." Jelas Bidan Ariani.
"Oh ya, ada yang mau saya sampaikan, tapi jangan sampai Ana tahu. Saya khawatir dia jadi kefikiran. Begini, Mas Mamad, pertumbuhan janin Ana sedikit kurang baik. Ana butuh asupan banyak protein. Protein memiliki peran penting selama kehamilan karena membantu bayi tumbuh secara normal sekaligus bisa menjaga tubuh Ana tetap sehat dan bugar selama mengandung." Bidan Ariani menjelaskan dengan hati-hati tentang kondisi Umma kepada Abah.
"Matur nuwun, Dek Ariani."
"Oh ya, kira-kira apa ya yang bisa dikonsumsi Ana untuk mencukupi kebutuhannya akan protein?" Tanya Abah.
"Coba kasih Ana tengkleng, Mas Mamad. Sebab, tengkleng yang berisi tulang atau jeroan daging kambing memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Manfaat daging kambing sebagai sumber protein yang sangat baik dan dapat meningkatkan kebutuhan protein selama kehamilan. Hal ini dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan janin sampai lahir, Mas." Jelas Bidan Ariani lalu pamit pulang. "Baik, Dek. Saya akan usahakan carikan tengkleng untuk Dek Ana. Matur nuwun sanget." Ujar Abah.
"Iya, Mas. Oh di warung desa sebelah ada yang jual tengkleng, Mas. Kami suka beli tengkleng di sana untuk berbuka puasa, Cita rasanya juga enak."
"Ingat, jangan dikonsumsi Ana terlalu banyak dan satu lagi dukung istirahat total Ana ya, Mas Mamad, Jangan sampai diabaikan." Tegas Bidan Ariani lagi.

No comments:
Post a Comment