⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰
"Allahumma shalli 'ala muhammad wa 'ala ali muhammad."
"Alif sayang, bangun sahur yuk, Nak." Dengan lembut alarm syahdu suara Umma membisikkan kalimat-kalimat itu di telinga Alif untuk membangunkan Alif sahur. Selama Ramadan Alif selalu dibangunkan Umma dengan lemah lembut. Wajar saja Alif tidak pernah rewel-rewel saat bangun sahur. Alif membuka matanya dengan perlahan disambut senyuman lembut Umma.
Alif meregang-regangkan serta menarik-narik tangan dan badannya.
Ini telah menjadi kebiasaan, sebelum bangkit dari tidur ia menggeliat dulu. Kemudian Ia melirik ke arah jam di dinding.
"Hmm. Sahur ya, Umma?" Tanyanya tak kalah lembut kepada Umma sambil menjulurkan kedua lengannya sebagai pertanda minta ditarik bangkit dari tidurnya.
"Iya, Sayang. Alif sudah siap untuk sahur?" Tanya Umma lagi sambil menarik Alif bangkit dan memeluknya. Umma lalu melafalkan dengan lirih doa bangun tidur di telinga Alif. Kemudian Umma dan Alif beranjak menuju ruang makan.
"Abah mana, Umma?" Tanya Alif.
"Abah tadi di musala salat tahajut. Mungkin sekarang Abah sudah menunggu kita di ruang makan, Sayang. Nah, Alif cuci muka dan tangan dulu ya." Pinta Umma.
Abah, Umma, dan Alif kemudian melakukan aktivitas sahur. Kebiasaan keluarga ini memang selalu mengakhirkan sahur sehingga Alif bisa langsung ikut salat subuh berjamaah. Tak lama mereka menyelesaikan sahurnya, waktu imsak telah datang. Abah dan Alif bersiap-siap untuk melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid.
"Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah saudara kita Ahmad Sutra pagi ini pukul 03.45 wib. Saat ini telah disemayamkan di rumah duka.." suara pengeras suara masjid terdengar memberitahukan berita duka subuh ini.
"Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, Mas Sutra, Dek. Baru usai tarawih Mas masih berbincang-bincang dengannya. Mendadak sekali." ucap Abah lirih. Kemudian Abah segera mengajak Alif untuk salat berjamaah di rumah saja. Setelah salat, Abah langsung menuju ke rumah Pakde Sutra yang merupakan sepupunya itu dan tak lama kemudian Umma dan Alif menyusul Abah.
Sampai di rumah duka, Umma menghampiri Bude Parni dan mengucapkan belasungkawa. Bude Parni menceritakan kronologinya kepada Umma. Bude Parni sangat syok dengan kejadian yang mendadak ini. Umma berusaha menyabarkan Bude Parni.
Kemudian Umma dan ibu-ibu lainnya membantu menyiapkan prosesi pemandian Pakde Sutra. Semua merasa kehilangan sosok yang ramah dan terkenal pekerja keras itu. Suasana hanyut dalam duka.
Abah tampak sibuk mengurus semua keperluan untuk pemakaman.
Sementara Alif bermain-bermain dengan anak-anak lainnya di halaman rumah Pakde Sutra yang luas itu.

No comments:
Post a Comment