🥨🥨🥨🥨🥨🥨🥨🥨🥨🥨🥨🥨
Sore itu Umma mencoba untuk ke dapur. Ia sudah tidak tega melihat Abah dan Alif menggantikan semua pekerjaannya. Abah yang mengurus Alif dan rumah sambil blusukkan mencari pekerjaan yang belum tentu juga didapat di hari itu. Umma iba melihat Alif yang sekecil itu harus mengurusinya setiap hari. Siang hari bahkan malam Alif siaga menjaga dan membantunya selama 𝑏𝑒𝑑𝑟𝑒𝑠𝑡.
Ini sudah hari ketiga Umma 𝑏𝑒𝑑𝑟𝑒𝑠𝑡. Umma merasakan kondisi badannya sedikit jauh lebih enak. Kram dan kencang di perut sudah mulai tak terasa. Namun, Umma merasa ada sedikit berbeda pada pergerakkan janin yang Ia kandung. Gerakkan terasa lambat bahkan jarang. Hal ini tidak begitu Umma fikirkan, karena Ia merasa mungkin ini dikarenakan memang kondisinya yang baru membaik.
Umma melihat Alif tidur siangnya sangat nyenyak. Siang itu, Umma mengajak Alif untuk 𝑞𝑎𝑖𝑙𝑢𝑙𝑙𝑎ℎ bersama-sama. Umma melihat Alif sepertinya kelelahan bermain dan sebelum tidur tadi Ia merapikan mainannya sendiri. Ia khawatir bila umma ke kamar mandi akan terpeleset diakibatkan mainannya yang berserakan di seluruh lantai rumah.
Azan asar sudah berkumandang melalui pengeras suara Masjid. Namun, Alif tidak sedikitpun bergeming dari tidurnya. Tidak seperti biasanya, Ia selalu terbangun dari 𝑞𝑎𝑖𝑙𝑢𝑙𝑙𝑎ℎ𝑛𝑦𝑎 apabila terdengar suara azan asar. Umma beranjak turun dari dipan dengan perlahan, pelan-pelan Umma mencoba untuk menjulurkan kedua kakinya ke bawah secara bergantian. Umma tidak ingin Alif terbangun karenanya.
Setelah melaksanakan salat asar, Umma menuju dapur. Umma ingin membuat gorengan favorit alif. Yaitu bakwan jagung pedas. Alif suka sekali dengan gorengan satu ini. Cita rasa manis dari jagung berpadu dengan pedasnya cabe merah yang digiling halus dan diaduk dalam adonan bulir-bulir jagung yang sudah diblender kasar, agar tekstur jagungnya terlihat gurih setelah digoreng kekuning-kuningan, dicampur dengan tepung terigu dan 1 butir telur agar terasa gurih dan 𝒌𝒓𝒆𝒏𝒚𝒆𝒛𝒛 di mulut.
Umma senang sekali gorengan bakwan jagung yang Ia buat sudah selesai. Untung saja jagung manis yang Abah bawa dari kebun Pak Yono tempo hari tidak jadi direbus sebagai menu berbuka kemarin, karena Rara datang mengantarkan takjil berbuka puasa sebelum jagung itu direbus oleh Abah. Dan bersyukur sekali, selama proses membuat gorengan jagung Alif belum bangun dari tidurnya. Jika saja Ia bangun, jangankan untuk membuat gorengan itu, untuk Umma menuju ke dapur saja tidak akan diizinkannya.
Setelah meletakkan gorengannya di dalam tudung saji, Umma merasakan mulas luar biasa.
"Umma!"
Tiba-tiba Alif sudah berada di dapur melihat Umma memegangi perutnya dan kesakitan.

No comments:
Post a Comment