HOME

Thursday, April 14, 2022

Warung Kaki Bude Parni

🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭⁣

Sore itu Abah berjanji akan mengajak Alif ngabuburit keluar. Alif senang sekali saat tahu akan diajak jalan-jalan sore oleh Abah. Siang harinya Umma menyuruh Alif untuk qailullah dulu supaya bangun nanti lebih segar dan salat tarawih di malam harinya tidak mengantuk. Alif mengikuti nasihat Umma untuk tidur siang.⁣

Alif Bangun sebelum asar, seperti biasa Alif mandi sore. Alif selalu ingat pesan Umma mandi sore anjuran Rasulullah ﷺ  yang juga baik secara medis karena memberi manfaat bagi kesehatan hindari mandi 30 menit setelah waktu asar. Ba'da asar Alif tilawah satu lembar Al-Qur'an.⁣ Kemudian Alif dibantu Umma bersiap-siap untuk berangkat.

"Ayo, kita berangkat!" Ajak Abah.⁣

"Siap, Bosque!" Jawab Alif setelah menyalami Umma dan naik ke atas motor tua Abah. Alif dibonceng duduk di belakang.⁣

Sampai di depan lorong, mereka melewati warung kaki Bude Parni. Setiap bulan Ramadhan Bude Parni memang membuka warung kaki. Tapi Bude Parni tidak melayani orang-orang yang makan di tempat. Warung kaki Bude hanya melayani pembeli take away saja. Namun, bagi ibu-ibu yang menyusui dan yang berhalangan untuk berpuasa masih dilayani oleh Bude Parni makan di tempat. Warung kaki Bude Parni tampak dihijab kain putih alasannya karena untuk menghormati orang yang berpuasa.⁣

⁣========⁣

Sepulang dari ngabuburit Abah dan Alif membeli takjil untuk berbuka puasa. Alif tampak senang sekali. Sesampai di rumah, tak henti-henti Ia bercerita ke Umma tentang apa yang dilihatnya di jalan saat ngabuburt itu. Umma dan Abah tersenyum mendengar celoteh Alif. 

No comments:

Post a Comment