HOME

Tuesday, May 31, 2022

Undangan Bikin Shock


Ica terbelalak dan mulutnya menganga pertanda Ia sangat kaget.

Masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya barusan. Ica berulang kali membuka website undangan pernikahan Virda dan Godid yang linknya Ia terima dari Virda dan Godid secara bersamaan melalui pesan whatsapp.

"Gila aja. Mereka nikah muda? Mengapa?" Pertanyaan itu terus dia tanyakan dan tentu saja Ica tidak menemukan jawabannya. Tak lama kemudian segera saja Ica menghubungi Virda sahabatnya itu.

"Tuut…. Tuuut… tuut…!"

"Ah, ga dijawab lagi!" Gerutunya.

Ia mencoba sekali lagi menghubungi nomor tersebut.

Dan…

"Maaf, nomor yang anda tuju tidak aktif atau sedang berada di luar jangkauan area. Cobalah sesaat lagi."

"Hah, Dirijek! Virdaaa…! Awas ya!" Ica marah sekali karena panggilannya ditolak oleh Virda.

"Oh ya, Godid!" Tiba-tiba Ica terniat untuk mencoba menelpon Godid. Ia sedang mencari salah satu nama dalam daftar nama kontak di ponselnya.

"Assalamualaikum, Ca. Hai, apa kabar? Betewe, lu udah terima undangan dari kita kan?" Sambut suara dari speaker ponselnya Ica.

"Did, can you explain it to me, please! Pernikahan?"

"Kalian undang Gue? Ga salah cetak tuh undangan"?

"Why?" Tanpa menjawab salam Godid terlebih dahulu Ica malah memburu dengan pertanyaan kepada Godid.

"Hmm.. sorry, Ca. Jangan sekarang ya. Gue lagi ada urusan penting." Jawab Godid.

"Jadi menurut lo gue ga penting, gitu? Fine! Urus deh urusan lu. Terima kasih ya buat kalian berdua. I'm nothing! Bye!" Ica memutus sambungan teleponnya dengan Godid.

"Ca! Ica! Halo, Ca… Ups, diputus, Beib." Kata Godid kepada Virda yang sedang duduk di sebelahnya.

"Ya udah, kelar urusan perjanjian pra-nikah dan nasihat perkawinan di KUA ini kita temui Ica ya, Beib. Sekarang kamu lanjut nyetirnya dulu kita udah ditunggu." Ujar Virda menenangkan calon imamnya itu 

"Beib, hati-hati ya." Tambahnya lagi.

Sejak proyek mereka bertiga di semester lalu. Virda pindah ke luar kota karena dari kantor tempatnya pernah magang memintanya untuk memegang tanggung jawab di kantor cabang. Virda kuliah sambil bekerja begitu juga dengan Godid yang bekerja di studio photo miliknya.

Sejak proyek itu juga Ia dan Godid mendeklarasikan hubungan mereka berdua kepada Raflesia, dan itu disambut biasa saja oleh Ica karena Ia sudah tahu tanda-tanda yang diperlihatkan oleh Godid dan Virda selama mereka bersahabat.

Ica senang-senang saja melihat sahabatnya itu bahagia satu sama lainnya. Ia mendukung hubungan mereka dan mengingatkan untuk menjalin hubungan yang sehat. Harus menjaga norma-norma agama dan tidak melakukan perbuatan buruk. Karena Ia tidak mau kedua sahabatnya itu terjerumus dalam maksiat.

"Awas ya lu pada aneh-aneh. Jangan berduaan mulu, kalo ngedate ajak gue tar kenapa-kenapa tau rasa lu!" Pesan Ica.

"Kenapa-kenapa gimana nih maksud Lo, Ca. Si Virda bunting, gitu? Malah kalo perginya bertiga ama Lu, kata ustaz yang ketiganya bukannya setan, Ca? Haha!" Balas Godid spontan.

"Ih amit amiit.. Beib! omong apaan sih?!" Virda menjitak-jitak kepala dan permukaan meja di depannya berkali-kali.

"Sialan lu!" Pukulan Ica mendarat di lengan Godid.

"Haha ngapain lu? Istigfar kaliii malah main ritmis." Tawa Ica pecah melihat perangai Virda.

Baru sebulan menjalin hubungan lebih serius, Godid dan Virda harus LDR. Mereka menjalin hubungan jarak jauh. Namun walau demikian, mereka tetap saling bertemu, baik Virda yang datang ke Godid di kala libur kerja ataupun Godid yang menemui Virda ke kota tempat Virda bekerja, memang mereka tidak pernah berkencan bertiga. Tempat Virda memang jauh namun hanya berjarak dua ratusan kilometer saja dan hanya memakan waktu 2 jam perjalanan dari tempat Godid. Godid memang tidak pernah mengajak Ica mengingat mereka punya kesibukkan masing-masing.

Kesibukan mereka bertiga membuat mereka memang jarang berkomunikasi apalagi hangout bareng. Wajar saja Ica shock karena hanya menerima undangan saja dari sahabatnya itu. Ica merasa kedua sahabatnya itu tidak menganggap dirinya sebagai sahabat. Ia merasa sedih dan marah Godid dan Virda tidak melibatkannya di momen bahagia mereka.

Lelah Ica memikirkan tentang Godid dan Virda. Ia membuka-buka Instagram dari ponselnya dan melihat postingan lamanya yang memperlihatkan keberasamaan mereka bertiga kala itu. Beberapa menit kemudian Ica tertidur karena semalaman Ia begadang mengerjakan revisi tugas akhirnya.

"Ca.. Ica!" Panggil Mama dari pintu kamar.

"Oh ya.. ya, Ma masuk aja ga dikunci." Jawab Ica terbangun kaget sambil buru-buru meng-onkan kembali laptopnya yang di-sleep setelah melihat undangan tadi.

"Ca, kok ga keluar-keluar kamar? Kamu udah melewatkan waktu makan siangmu loh. Ini Mama bawakan. Dimakan, ya."  Mama lalu menyodorkan sepiring nasi dan semangkuk sup panas di atas nampan kepada Ica putri satu-satunya itu.

"Eh, hmm.. iya, Ma. Nanggung banget sedang revisi, Ma. Hmm.. Ica belum laper. Nanti aja dimakannya ya, Ma. Anyway, thank you, Ma." Kemudian Ica mulai menekan-nekan keyboard laptopnya dan menggerak-gerakkan kursor yang Ia genggam.

"Caa… makan dulu. Jangan bikin Mama khawatir deh." Bujuk Mama.

"Ica, kenapa?" Selidik Mama yang tak biasa melihat anak gadisnya murung.

"Assalamualaikum!" Tiba-tiba terdengar suara orang mengucap salam dari pintu depan. 

"Alaikumussalam." Jawab Ica dan Mama.





33 comments:

  1. keren nih ceritanya, bisa jadi bahan referensi cerpen.

    ReplyDelete
  2. Wah, ceritanya menarik, masih penasaran dengan ending nya Kak, ini cerbung kah Kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih ya. bisa cerbung semoga moodnya bagus terus. kl ga, pembaca aja yang nyambunginnya sm versi sendri hihi. doain lancar ya

      Delete
  3. Ceritanya bagus kak, alur ceritanya juga jelas. Akan tetapi tadi ada 1 kata yang salah ketik kak tadi. Kata "krusor" seharusnya "kursor". Terimakasih kak.

    ReplyDelete
  4. Part terakhir bikin penasaran aja deh. Siapa sih yang mengucap salam dari pintu depan?

    ReplyDelete
  5. Ka? Apa jangan-jangan Ica ada perasaan sama Godid?
    Ica kesal bukan hanya karena tidak dilibatkan di acara pernikahan, tapi ....
    Ya, mari kita tunggu kelanjutan cerbungnya, he-he-he-he
    auto reminder blog Kaka :)

    ReplyDelete
  6. oh ya bisa jadi, kok ga kefikiran ya. kok semarah itu bgt yaaa

    ReplyDelete
  7. ini nanti bersambung ya? jiwa keingin tahuan ku meronta-ronta 🤣🤣🤣

    ReplyDelete
  8. Sahabat sendiri ngga dikasih tahu proses sampai keluar undangannya ya, ada apakah dengan Firda dan godid? Bikin penasaran... Hehehe

    ReplyDelete
  9. Hmmmmmm. Gimana ya kelanjutannya? Pinisirin

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Keren bubebs ... Gak nyangka bisa nulis cerita yang bikin penasaran gini. Semangat berproses bubebs ☺️😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hu.. huu.. serius ini komentarnya? Bebza udh mnginspirasiku loh. Tengkiu yaa supportnya🥰🤗

      Delete
  12. penasaran kelanjutan ceritanya nih, apakah Ica menaruh hati pada Godid?

    ReplyDelete