 |
| komunitasodop.com |
Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Menulis biasa dilakukan pada media berbentuk kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil, Wikipedia. Namun saat ini media untuk menulis bukan hanya di kertas dengan menggunakan alat tersebut di atas. Dengan kemajuan teknologi di bidang alat komunikasi dan informasi, menulis dapat dilakukan dengan menggunakan media menulis digital. Di Era digital, media menulis saat ini sudah menjamur, sebut saja, Writer Plus, JotterPad, Blog, dan banyak lagi yang lain.
Saat ini saya sedang mengikuti program menulis yang diselenggarakan oleh sebuah Komunitas menulis—Komunitas ODOP. Program menulis ini memanfaatkan media digital bagi para peserta untuk menerbitkan tulisannya yaitu blog. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program ini, saya akan berbagi kepada Anda semua tentang beberapa hal; Apa itu Komunitas ODOP? Apa saja program komunitas menulis ini? Kapan mulai mengenal Komunitas ODOP? Apa OPREC ODOP itu? Apa kesan selama mengikuti komunitas menulis di Komunitas ODOP? Semua ini akan saya bahas dalam tulisan saya ini.
Apa Itu Komunitas ODOP?
Di awal mengikuti salah satu program yang ada di Komunitas ODOP adalah Kami—Peserta disuguhkan materi tentang Sejarah dan Profil ODOP oleh pemateri yang luar biasa, beliau adalah seorang penulis Emerging Writer Ubud Writers & Readers Festival 2019—Heru Sang Amurwabumi. Kak Heru—biasa beliau disapa menceritakan kepada peserta tentang sejarah, profil, founder Komunitas ODOP. Menurut kak Heru, Komunitas ODOP adalah Komunitas One Day One Post—sebuah wadah menulis yang ada di Indonesia dengan foundernya adalah Syaiful Hadi atau lebih akrab dipanggil Bang Syaiha. Bang Syaiha berprofesi sebagai seorang guru blogger. Komunitas One Day One Post (ODOP) berdiri pada tahun 2015. Kak Heru menceritakan awal mendirikan Komunitas ODOP ini Bang Syaiha dengan niat untuk menjaga konsistensi dalam menulis dengan saling blogwalking dan saling memberi komentar positif untuk menyemangati dalam menulis. Mula-mula diadakan kegiatan Open Recuitmen (Oprec) pertama kali dengan menjaring peserta hingga 150 anggota, hingga hal itu terus berlangsung sampai saat ini. Kak Heru juga menjelaskan tentang sejarah kepemimpinan Komunitas ODOP dari masa ke masa. Saat ini Komunitas ODOP diketuai oleh JIhan Mawaddah. Kak Heru juga menyampaikan tentang visi misi ODOP yaitu menjadi komunitas penulis terbesar (dalam prestasi) di Indonesia”.
Apa Saja Program Komunitas ODOP?
Komunitas ODOP adalah komunitas menulis yang mengumpulkan orang-orang yang memiliki hobi yang sama dalam menulis dengan menggunakan media blog kemudian setiap anggota memberikan semangat kepada sesama penulis tersebut dengan berkunjung ke blog-blog dan memberikan komentar yang membangun dan menyemangati. Dengan berjalannya waktu, program-program Komunitas ODOP semakin banyak dan program itu sangat menunjang hobi menulis pada anggotanya. Berikut program-program Komunitas ODOP terkini.
1. ODOP Tembus Media (OTM) Program bimbingan menulis di media cetak maupun online.
2. ODOP Blogger Squad (OBS) Program mengoptimasi blog dengan karya tulisan-tulisan.
3. ODOP Nulis Buku (ONB) Program bimbingan menulis hingga menerbitkan buku solo.
4. Ramadan Writing Challenge (RWC) Program tantangan konsisten menulis One Day One Post melalui media Instagram dan diadakan setiap tahun di bulan Ramadan.
5. Open Recruitemen ODOP (OPREC ODOP) Program Komunitas ODOP untuk membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi tenaga-tenaga baru dalam Komunitas ODOP.
Kapan Mulai Mengenal Komunitas Odop?
Awal saya mengenal Komunitas ODOP dari postingan seorang teman di story Instagram. Postingan tersebut tentang sebuah karya buku antologi yang berhasil dibuat oleh teman saya tersebut. Saya iri dengan pencapaiannya—sebuah buku antologi. Menurut saya itu adalah karya yang luar biasa. Akhirnya saya coba bertanya—kepoin teman tersebut. Hasil investifgasi saya membawa saya ke akun instagram Komunitas ODOP. Saya diberitahu oleh teman tersebut tentang program Ramadan Writing Challenge (RWC) yang akan selalu diselenggarakan oleh komunitas menulis tersebut, dan pada akhirnya sampai pada ujung penantian di bulan Safar, saya diberitahu bahwa Komunitas ODOP membuka pendaftaran RWC 2020. Saya langsung mencari informasi tersebut ke akun Komunitas ODOP. Salah satu syarat untuk mendaftar adalah calon peserta harus membuat sebuah tulisan dengan tema tertentu lalu memposting tulisan tersebut di instagram dengan menandai akun Komunitas ODOP. Alhamdulillah setelah menunggu beberapa hari, saya dinyatakan lulus pendaftaran RWC 2020 tersebut. RWC 2020 juga telah menjadikan saya seorang penulis sebuah buku antologi.
Program RWC ini mengharuskan peserta konsisten menulis setiap hari selama bulan Ramadan. Setiap hari kami—peserta diberi tantangan-tantangan unik dan menarik yang disajikan oleh para penanggungjawab (PJ) program RWC. Bagi saya penulis pemula tantangan-tantangan itu membuat saya sangat tertantang untuk melewatinya. Bersyukur saya dapat melewati semua proses dalam program tersebut, bahagianya saya menjadi peserta terbaik di RWC 2020. Ini merupakan kebanggaan yang tidak terhingga. Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Komunitas ODOP yang telah mewadahi hobi saya dalam menulis walau masih amatiran. Dari sini saya mulai mengenal tentang Komunitas ODOP walau hanya baru mengetahui segelintir dari banyaknya program ODOP itu sendiri. Selama program RWC, kami diberi informasi tentang program OPREC ODOP. Saya pribadi sangat antusias untuk untuk mengikuti OPREC ODOP tersebut. Saat pembukaan pendaftaran calon peserta OPREC ODOP, saya memberanikan diri dan membangun tekad bulat untuk dapat lolos dalam proses pendaftaran tersebut. Alhamdulillah dengan memenuhi semua syarat yang diberikan, saya dinyatakan lolos pendaftaran OPREC ODOP Batch 10.
Apa OPREC ODOP Itu?
Saat dinyatakan lolos, kami semua digabungkan dalam sebuah grup wahtsapp. Semua informasi tentang program Oprec Odop Batch X telah diberitahu melalui whatsapp grup. Awalnya grup hanya ada satu–grup besar. Semua peserta tergabung dalam grup tersebut termasuk semua panitia dan PJ program. Pada awal-awal kegiatan kami diedukasi mengenai Oprec itu sendiri oleh Kak ketua–kala itu Kak Syaif kemudian karena Kak Syaif ada kesibukkan lain, maka ketua OPREC ODOP Batch 10 digantikan oleh Kak Florensia. Di awal Kak Syaif menjelaskan tentang Oprec. Oprec itu adalah kegiatan Open Recruitment, kegiatan ini merupakan agenda tahunan Komunitas One Day One post, di mana para calon penulis yang mau dan mampu untuk diajak berkembang, akan diarahkan dalam kegiatan pelatihan menulis yang diiringi dengan pemberian materi dan sistem eliminasi. setelah menjalani oprec selama dua bulan (kurang lebih) dan dinyatakan lulus, maka akan dinyatakan sebagai anggota baru odop dan dapat menjalani tahapan selanjutnya. semua tanpa dipungut biaya—gratis. Kami dikenalkan dengan seluruh panitia teknis Oprec Odop Batch x yang siap menemani calon peserta dari awal hingga akhir, termasuk para PJ. Untuk memudahkan koordinasi dan pendampingan kami dibagi menjadi 2 grup kecil yaitu grup Nusantara dan Grup Binneka. Saya masuk ke dalam grup Nusantara, pada awalnya kami berjumlah 14 orang. Namun dengan berjalannya program beberapa peserta yang merupakan teman seperjuangan harus tereliminasi.
Beberapa kegiatan dalam program OPREC ODOP Batch X yang pertama adalah SJLD—Satu Jam Lebih Dekat. Pada program ini setuap peserta akan diminta secara bergilir oleh PJ untuk memperkenalkan diri, tujuan program ini agar masing-masing peserta saling mengenal satu dan lainnya. Saya mengenal dan merasa lebih dekat dengan teman-teman peserta lainnya melalui program SJLD ini. Melalui program ini, kita merasa menjadi satu keluarga yang membutuhkan support dan semangat untuk terus dapat bertahan hingga akhir.
Program kedua adalah KULWAP—Pemberian materi-materi yang luar biasa berisi dan bermanfaat tentang tulis menulis dari orang-orang hebat di bidangnya, branding diri, dan banyak lagi yang lainnya dalam bentuk diskusi melalui chat interaktif whatsapp grup, dalam program ini sebagai peserta kita benar-benar harus mengikuti pemaparan materi yang luar biasa banyak memberi manfaat kepada seluruh peserta, program KULWAP memberikan kesempatan sesi tanya jawab bagi peserta agar lebih dapat memahami lebih jauh tentang materi.
Ketiga program Bedah Tulisan—setiap peserta digilir untuk dibedah tulisannya agar peserta dapat masukkan dari teman-teman lainnya.
Keempat Blogwalking—mengunjungi dan meninggalkan komentar menyemangati teman dan yang kelima Posting Harian, ini yang benar-benar butuh perjuangan dan memberi banyak kesan dalam OPREC ODOP Batch X ini bagi saya. Demi posting tulisan harian yang awal hanya minimal 300 kata, naik menjadi 400, 500, kemudian 650 kata, saya benar-benar berjuang sampai titik darah penghabisan, benar-benar mengubahku. Begitu banyak pengorbanan yang harus saya korbankan demi posting tulisan harian. Mulai dari pekerjaan yang terabaikan, tugas memasak harian harus beralih ke pesan makanan online sampai pola tidur malam yang begadang demi deadline setor harian pukul 23.59 wib.
Tulisan saya yang di posting harian hampir semua bergenre fiksi dan kebanyakan bercerita tentang kegiatan sehari-hari saya. Tantangan menulis setiap pekan yang memicu adrenaline saya untuk dapat melewati tantangan demi tantangan hingga ke tantangan ke sembilan—tulisan ini. Salah satu tantangan yang juga membuat saya harus mau belajar adalah ketika ditantang untuk mengulas cerpen yang diambil dari ngodop.com, ini sangat menarik karena banyak sekali tulisan yang bagus-bagus di sana. Tidak ingin tereliminasi, jadi saya harus giat dan rajin belajar di sini dikarenakan Program OPREC ODOP Batch X dengan sistem eliminasi setiap pekan membuat kami harus rela kehilangan bagian dari keluarga kami, sedih memang, tetapi kami dapat memaklumi dinamika perjalanan OPREC ODOP Batch X yang sudah dijelaskan di awal kegiatan.
OPREC ODOP Batch X ini masih berlangsung, semoga saya dan teman-teman dapat melalui semua program dan lulus dalam kegiatan ini. Harapan saya apabila lulus dalam program ini, saya dapat mengoptimasi diri saya dalam bidang menulis. Sehingga tulisan-tulisan saya dapat memberi banyak manfaat bagi orang banyak, salah satu motivasi saya menulis setelah mengenal Komunitas ODOP adalah, self-healing.
Penutup
Terima kasih saya ucapkan kepada ketua, wakil ketua, sekretaris, seluruh tim teknis OPREC ODOP Batch X, dua PIJE grup kecil—Nusantara Utami dan Nella yang luar biasa kebaikan, perhatian, bimbingan, doa, semangat, semuaaaa yang baik-baik dari kalian berdua. Semoga Yang Maha Baik membalas kebaikan kalian. Mohon maaf dari saya pribadi jika selama ini ada sikap dan kata saya yang tidak berkenan. Semoga kita semua suskes dengan tulisan kita, kelak kita bangga dapat mempertanggung jawabkannya di hadapan Sang Khalik.
Quote yang sampai saat ini mengena buat saya dan membuat saya selalu ingin menulis adalah “Setiap Tulisan Akan Menemukan Pembaca—Jodohnya Sendiri” —Menulislah apa saja yang mau kau tulis namun ingat tulisanmu kelak akan kau pertanggungjawabkan.
Lita_Jambi 28 Juli 2022