HOME

Wednesday, July 27, 2022

Curhat Dong 1

 Curhat Dong,

Sekarang sudah masuk pekan ke sembilan OPREC ODOP BATCH X. Luar biasa perjuanganku selama OPREC ini, aku berharap bisa melewatinya dengan manis sampai dinyatakan lulus OPREC ODOP BATCH X, aamiin, aamiinkan dong.


Mungkin kalian pengen tahu dari mana aku bisa kenal Komunitas Odop? Mungkin ada yang penasaran kok bisa daftar OPREC? Pasti ada juga yang pengen tanya apa motivasi aku ikut OPREC ODOP BATCH?


Hmm, kira-kira ada lagi nggak pertanyaan lain? Kayaknya cukup itu saja ya..


Baiklah, di tulisan kali ini yang sengaja aku kasih judul Curhat Dong ini aku akan cerita tentang semua yang bikin kalian pengen tau aja eh pengen tahu banget itu. Menurutku, semua pertanyaan di atas sudah mewakili semua rasa penasaran kalian kenapa aku bisa ada di sini sekarang dan sampai ke tantangan ke sembilan ini.


Waw! Satu kata aja deh buat diriku, walau nggak ada yang bilang waw biar aku sendiri saja deh yang bilang waw hahaha…


Setelah nyemplung di sini, hari demi hari aku lalui segala prosesnya, dari menulis wajib harian, kewajiban blogwalking yang juga lumayan menyita waktu dan pikiran untuk membaca tulisan besti dan wajib meninggalkan komen (yang positif tentang tulisan, jangan hanya bisa komen dengan kata-kata: wah tulisannya bagus, tulisannya memberi inspirasi, atau tulisannya bermanfaat), ikuti kelas materi, sampai tantangan-tantangan.


Jujur, aku merasa kewalahan dengan jadwal dan program-programnga, ditambah aktivitas offlineku yang juga nggak kalah padatnya. Sejak aku mengikuti kegiatan ini semua jadwalku keteteran bahkan jam tidurku pun terusik dengan begadang-begadangnya mengejar setor setoran tiap hari menjelang pukul 23.59. Ini hanya cerita yang nggak enaknya aja ya dulu hehehe, eits ntar, tunggu dulu! jangan balik badan dulu. Kalau kalian udah kalap dan panik duluan mikir OPREC ODOP itu berat dan melelahkan setelah baca di awal-awal paragraf di tulisan ini, wait–tunggu. Don't go! Nyesel loh kalau kalian nggak baca tulisan ini sampai selesai.. (hehe agak maksa)


Well, kita mulai dari topik tentang aku kenal Komunitas Odop dari mana aja dulu ya. Waktu itu berawal dari aku kepo status temanku, dia posting sebuah buku antologi yang di dalamnya ada tulisannya dia. Trus karena kekepoanku itu, aku tidak sungkan untuk bertanya kepadanya. Eh tapi aku tentu ucapin selamat dulu ke dia karena menurutku dia hebat sekali sudah punya buku antologi. Aku tahu betul kesibukannya sangat padat. Muncul rasa iri–iri yang diperbolehkan ya gaes ya. Karena iri pada kebaikan yang orang lain buat dan kita ingin membuat hal baik yang sama.


Hasil kekepoanku itu akhirnya membawa aku ke salah satu ajang/program dari Komunitas Odop yang khusus diadakan setiap bulan Ramadhan–Ramadhan Writing Challenge (RWC) 2020. Aku mendaftar untuk kegiatan tersebut, ada beberapa syarat untuk mendaftar–salah satunya adalah dengan memposting sebuah tulisan di instagram. Pengumuman yang aku tunggu-tunggu pun tiba, aku dinyatakan lulus dan memenuhi syarat untuk diterima sebagai peserta RWC 2020. Jujur, itu kali pertama aku menulis panjang kali lebar. Pada program RWC kita dituntut untuk menulis setiap hari selama 30 hari dengan kejutan-kejutan tantangan menulis pada waktu-waktu tertentu. Tertatih jatuh bangun aku konsisten dengan sesuatu yang sudah aku mulai tersebut–pantang mundur jika sudah dimulai begitulah pije baik hati yang selalu menyemangati. Hmm… kalau berkisah tentang RWC yang aku jalani selama 30 hari aku rasa kepanjangan nanti tulisanku, sementara aku harus membahas beberapa hal yang pastinya kalian tunggu-tunggu.


Nah, dari temanlah awalnya aku kenal Komunitas Odop, dan setelah berkecimpung di program RWC, aku dikenalkan dengan OPREC ODOP. Aku sangat antusias ingin ikut OPREC ODOP tersebut. Dengan Bismillah, akhirnya aku beranikan diri untuk mendaftar OPREC ODOP BATCH X dengan satu-satunya modal pernah konsisten menulis selama 30 hari. Alhamdulillah aku ditetapkan sebagai peserta terbaik di RWC ODOP 2020. Aku bangga dan senang sekali. Ini adalah prestasi pertama aku di dunia ini, walau karya tulisku belum lah apa-apa, prestasi itu karena konsistensi mengikuti program tersebut. Terima kasih para pije yang baik hati, suka membantu, dan tidak pelit ilmu, perhatian, ramah, dan tidak sombong.


Pada awal aku mendaftar di OPREC ODOP BATCH X 2022, aku ragu karena masih belum paham apa dan bagaimana alurnya, temanku yang dulu mengenalkanku ke Komunitas Odop dalam program RWC adalah tempatku bertanya dan meminta gambaran tentang OPREC ODOP tersebut, karena dia sudah terlebih dahulu ikut dan lulus OPREC ODOP. Dia berhasil membangkitkan birahiku untuk mendaftar OPREC ODOP tersebut. Pada awal mendaftar di OPREC ODOP BATCH X ini, aku masih memiliki banyak waktu luang karena aku sedang off kerja. Namun, ketika kegiatan ini dimulai, aku juga mulai disibukkan dengan pekerjaanku, tetapi karena aktivitasku masih jarang aku masih bisa mengikuti konsisten menulis di OPREC ODOP dengan santai, namun semakin ke sini kegiatan menulisnya semakin meningkat kesulitannya, mulai dari menulis 300 kata per-hari, menjadi 400, 500, dan sekarang 600 kata. Bahkan untuk tantangan pekan ke sembilan harus menulis minimal 650 kata per-hari, Oh Allah, aku mulai merasa ngos-ngosan. Sengos-ngosan nya menyelesaikan tulisan kali ini. Udah dulu ya besok aku sambung lagi curhatan ini, kayaknya minimal kata hari ini sudah terpenuhi, to be continue aja ya kita besok hehe

No comments:

Post a Comment