HOME

Tuesday, July 05, 2022

Kedatangan Orang Asing

Kamu terus bercerita tentang kisah awal kedekatan kembali dengan Gaga setelah bertahun-tahun berpisah—pindah alamat. Kamu dan Bunda pindah rumah. Hal ini menyebabkan sudah sekian purnama tidak bertemu atau mendengar kabar tentang Gaga. 


Katamu sore itu ba'da ashar, kamu mendengar suara kendaraan memasuki pekarangan rumahmu. Orang misterius pemilik kendaraan itu datang dan disambut hangat oleh bundamu yang memang kala itu sedang menyapu pekarangan.


"Bunda? Assalamualaikum, Bund," orang misterius itu menyapa agak ragu.


"Waalaikumussalam, Iya. Wah, Nak Gaga ya?" hangat sambutan Bundamu pada orang asing yang ternyata Gaga. 


"Wah, kok bisa kebetulan ya, Bund? Saya liat kok rasa kenal tadi, saya langsung masuk saja. Ternyata benar ini Bunda. Maaf loh kelancangan saya ini,"


"Ndak apa-apa, Nak. Eh, mari masuk, apa kabar?" tanya bundamu sambil berjalan ke teras diikuti oleh Gaga.


"Baik Bunda, Alhamdulillah,"


Saat itu kamu baru saja selesai sholat ashar. Kamu berhenti berzikir mencoba mendengar percakapan di teras. Diam-diam kamu berjalan menuju jendela rumah dan kamu membuka tirai untuk mengintip. Kamu kaget kan ketika tahu orang itu adalah Gaga. Bathinmu berkata, mau apa dia ke sini. Seketika itu juga kamu yang masih mengenakan mukena buru-buru balik ke kamar, kamu bersimpuh dan memanjatkan doa.


"Ya Allah kalau memang dia jodohku mudahkanlah, jika tidak ikhlaskan aku menerima kenyataan ini dan jauhkan dia dari hidupku," 


Setelah berdoa kamu kembali mengintip melalui jendela rumah, kamu mendengar semua pembicaraan mereka.


"dan, Bunda apa kabar?" Gaga duduk di sebuah kursi rotan.

 

"Beginilah, Nak. Lagi sehat ya sehat. Pas sakit ya sakit," jawab bundamu terkekeh–ketawa renyah itu mencairkan suasana.


"Lewat sini, memang dari mana?" Bundamu heran karena gang ini adalah gank buntu, hanya ada 10 rumah di gang ini. 


"Ada kenalan atau kerabat tinggal di gang ini, Nak Gaga?"


"Oh.. hmm.. anu, Bund," Gaga gelagapan menjawab pertanyaan Bundamu.


"Hmm… Gini, tadi itu mau cari rumah teman, tapi kayaknya salah. Udah 2 kali Gaga masuk gang ini, Bund,"


Kamu tidak yakin kalau dia masuk ke gang untuk mencari alamat temannya. Pasti dia datang untuk mencari alamat rumahmu. Dalam hati kamu bertanya apa maksud dan tujuannya mencari alamat rumahmu?


"Oh, ternyata Bunda pindah ke sini ya? Hmm… Bunda sendirian?" selidik Gaga sambil pandangannya ke arah dalam rumah.


"Ada Hani di dalam. Baru pulang kerja. Lagi sholat ashar kayaknya,"


Tidak lama Gaga undur diri. Ia pamit dan menitip salam untukmu. Bunda menawarkan untuk bertemu denganmu dulu, tetapi Gaga menolak dengan alasan tidak mau mengganggumu karena kamu butuh istirahat sepulang dari kerja. 


Kamu masih mengawasi gerak-geriknya dari balik tirai jendela ruang tengah itu. Bunda mengantarkan Gaga ke depan pagar. Kalimat terakhir yang diucapkan bunda untuk Gaga adalah bunda menyuruh Gaga untuk sering-sering main ke rumahmu. 

No comments:

Post a Comment