"Hari ini hari pertamaku
Hari Pertama ke Sekolah
Senangnya hatiku diantar ayah ibu
Pergi berangkat ke Sekolah
Senangnya hatiku bertemu teman baru
guru baru tentulah ramah
Ayo ke Sekolah
Ayo ke Sekolah"
Sejak masuk gerbang sekolah, Nella mendengar lagu itu di putar di sekolah Ranaya. Ia mengikuti lagu itu dan mengajak Ranaya bersama-sama menyanyikan lirik lagu tersebut. Nella melihat wajah Ranaya begitu senang dan bahagia disambut oleh Bapak dan Ibu gurunya di sekolah. Sebagian anak-anak sudah berkumpul di halaman sekolah dan sebagian lainnya berkerumun di beberapa papan pengumuman bersama orang tua dan wali mereka.
Mereka melihat daftar nama dan ruang kelasnya. Nella dan Ranaya segera menuju ke sebuah papan pengumuman yang sedikit pengunjungnya. Sampai di sana Nella menelusuri satu per satu nama-nama dengan jari telunjuknya. Di kertas pertama dia tidak menemukan nama putrinya, kemudian itu menuju ke kertas lainnya masih di papan yang sama. Tiba-tiba Nella membaca sebuah nama belakang dari sebuah nama yang ia kenal.
"Hmm, jadi juga anaknya pindah ke sekolah ini," gumamnya.
Nella mengabaikan nama itu, dan melanjutkan mencari nama Ranaya pada kertas-kertas yang ditempel di papan-papan yang disebar di sekolah itu. Sedang fokus-fokusnya mencari, Nella dikagetkan oleh pukulan lembut seseorang di pundaknya.
"Bunda, bunda mencari nama Ranaya?" ternyata itu adalah ibu gurunya Ranaya di kelas sebelumnya.
"Eh, Ustazah Kelly. Iya, kok saya nggak nemu-nemu ya, kelas Naya di mana ya, Ustazah?"
"Bunda, berdasarkan nilai akademiknya, Naya terjaring di kelas cerdas istimewa. Nanti akan ada tes psikotes dan beberapa rangkaian tes lainnya. Jadi, sekarang Naya ikut Ustazah dulu dan Bunda silakan menuju ke ruang pertemuan di sana," ustazah menjelaskan kepada Nella.
"Oh ya baiklah, Ustazah. Terima kasih informasinya," jawab Nella.
"Maaf, saya mau bicara sebentar sama Naya, Ustazah," pinta Nella.
Nella dan Ranaya duduk di sebuah bangku panjang di koridor sekolah. Nella mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya kepada Ranaya. Nella mengucapkan terima kasih atas hadiah terindah yang telah Ranaya berikan kepadanya hari itu–hari pertama masuk sekolah. Ranaya yang awalnya tidak mengerti, akhirnya paham maksud Nella. Nella mengatakan kecerdasan itu didapati dari Allah subhanahu wa ta'ala.
"Naya, kita telpon Upapi dulu ya. Kita kasih kabar bahagia ini kepada Upapi," ajak Nella
Setelah menyampaikan berita bahagia itu, Nella menuju ke ruang yang dimaksud oleh Ustazah Kelly. Ranaya diajak ustazah ke ruang kelas khusus untuk anak-anak yang dinyatakan memenuhi kriteria untuk bergabung di kelas cerdas istimewa tersebut. Ranaya bertemu dengan beberapa teman yang ia kenal. Anak-anak di kelas itu diajak mengikuti beberapa kegiatan MPLS. Mereka disajikan beberapa kegiatan pengenalan terhadap lingkungan sekolah. Anak-anak diajak bermain beberapa permainan yang bertujuan untuk menjalin kedekatan satu sama lainnya. Selain itu, mereka juga dikenalkan kepada guru-guru yang akan mengajar di kelas itu.
Setelah pertemuan selesai, Nella dan beberapa orang tua lainnya diminta untuk mengisi data siswa dan menandatangani surat perjanjian dan pernyataan atas bersedia atau tidak anaknya bergabung di kelas cerdas istimewa apabila hasil tes menyatakan layak.
Setelah kegiatan Ranaya di sekolah usai, Nella merayakannya dengan mengajak Ranaya makan siang di tempat yang Ranaya suka, tidak lupa ia memberikan kejutan untuk mendatangi Raka–Upapi Ranaya dengan menghubungi Raka diam-diam tanpa sepengetahuan Ranaya. Nella juga minta Raka membelikan hadiah istimewa untuk anak cerdas istimewa–Ranaya.
No comments:
Post a Comment