Sejak kejadian pagi itu Nella tidak merasakan apa-apa. Ia hanya lebih sering buang angin. Raka mengajak Nella untuk berurut, tetapi Nella menolaknya dengan alasan ia tidak rasakan sakit apa-apa. Raka tidak bisa berbuat apa-apa apabila Nella bilang tidak mau. Sebelum tidur Nella minta kepada Raka untuk membalurkan minyak but-but di sekitar pinggang bagian belakang dan pinggulnya. Karena sudah sangat mengantuk, Nella pun tertidur.
Beberapa kali Nella tersentak dari tidurnya, ia beberapa kali mengubah posisi tidurnya dan mengangkat pinggulnya. Nella memang belum merasakan sakit apa-apa. Namun, Nella memperhatikan Ranaya tidur sangat gelisah dan agak rewel. Beberapa kali Ranaya tersentak dan merengek-rengek, Nella melihat Ranaya baik-baik. Ranaya seperti sedang bermimpi atau apa. Ia meringis-ringis seperti menahan sakit.
Nella berpikir mungkin Ranaya kelelahan pagi tadi muter-muter komplek bermain sepeda. Nella melanjutkan tidurnya lagi. Tetapi karena Ranaya rewel dan berkali-kali terbangun ia pun ikut terbangun dan mencoba untuk mengetahui penyebab Ranaya rewel. Nella mendekati Ranaya, terlihat olehnya bibir Ranaya merah dan kering. Ia meraba dahi dan leher Ranaya.
"Astaghfirullah, Naya suhu tubuhmu panas sekali, Sayang!" Nella kaget sekali.
Ranaya menangis dan menggigil. Nella menenangkannya dan segera ke belakang menuju ke kotak obat. Raka melihat gerak-gerik Nella, ia bertanya dengan isyarat. Nella tidak sempat meresponnya ia menunjuk ke kamar. Raka segera menuju ke kamar, tidak lama ia menggendong Ranaya ke luar. Nella menuangkan obat sirup penurun panas ke sendok makan. Ia menyuapi obat itu kepada Ranaya.
"Bismillah," Nella bershalawat sambil menyuapkan obat itu ke mulut Ranaya.
"Anak Upapi hebat! Minum obatnya pinter," puji Raka kepada Ranaya. Ranaya merebahkan kepalanya ke pundak Raka.
"Panas sekali, Dek. Kamu gendong Naya sebentar, aku buka bajuku dulu agar suhu tubuhku bisa menurunkan panas Ranaya.
"Skin to skin? Baik, Mas. Sini aku gendong Naya," Nella segera menggantikan Raka untuk menggendong Ranaya.
Raka segera melepas bajunya, ia segera menggendong Ranaya kembali. Hal ini sudah sering dilakukan Raka dan Nella saat Ranaya panas. Maka Raka akan memeluknya skin to skin untuk menurunkan panasnya. Saat suhu tubuh Ranaya panas, maka suhu panas dari tubuh Naya akan mencari permukaan yang lebih dingin. Sehingga dengan demikian panas tubuh Ranaya akan terserap dan demamnya bisa perlahan turun.
Setelah hampir setengah jam, Ranaya tertidur dalam gendongan Raka. Pegal pasti iya, tetapi yang terpenting panas tubuh Naya sudah mulai turun. Nella berkali-kali mengecek suhu tubuhnya dengan termometer digital yang standby di rumah. Nella sekali-kali tampak mengganti kompres di kening Naya. Mereka berdua bekerja sama. Mereka lega karena hasil tes suhu Naya menunjukkan angka 37 derajat celcius. Sebelumnya 39,5 derajat celcius, itu membuat Nella dan Raka cemas dan panik.
No comments:
Post a Comment