Cerbung-Bagian 4
![]() |
| infogeografi.com |
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab anak-anak berbarengan.
"Mas Mamad? Masuk, Mas," sambut Jojo.
"Eh iya, makasih, Mas Jojo. Tadi saya mau ke mess lewat sini masih rame aja belum tidur, pas saya pulang dari mess lewat sini eh masih rame juga, ini saya dan kawan-kawan sengaja bawain nasi goreng dari chef di mess," jawab Mamad.
"Wah, makasih, Mas! Begadang untuk makan kita malam ini kawan-kawan," jawan Jojo
"Ayo, kita makan! Piring mana piring?" teriak Jamil.
"Ayo, Mas Mamad kita sekalian makan sama-sama," ajak Chris
"Wah, dilanjut aja Mas Chris. Saya dan kawan-kawan mau balik ke mess lagi, biasa piket hehe," Mamad menolak dengan santun.
****
Tidak terasa sudah 2 pekan mereka bersama, mereka sudah bak keluarga. Saling mendukung satu sama lainnya. Satu per satu program KKN berjalan dengan baik. Elly dan beberapa anak putri lainnya setiap pagi mengajar di sekolah secara bergantian, dan sore hari Ia membantu Mamad mengajar anak-anak mengaji di madrasah.
Witing tresno jalaran soko kulino–cinta hadir karena terbiasa. Ini adalah sebuah ungkapan percintaan dalam bahasa Jawa yang populer. Sore itu seusai mengajar mengaji, tampak Mamad dan Elly ngobrol sangat serius di bawah pohon di depan halaman madrasah. Di depan mereka sungai hitam mengalir dengan banyak perahu-perahu nelayan bergerak menuju muara.
Desa ini berawa dan dekat laut. Sebagian besar airnya berasa asin atau asam karena memiliki tingkat keasaman tinggi, sehingga jika mandi menggunakan sabun atau sampoo busanya tidak ada sama sekali. warga Desa ini setiap hari mandi dan hidup bersama air keruh, kekuning-kuningan, berminyak, serta berbau tak sedap. Itu juga lah keluhan terbesar dari anak-anak peserta KKN saat pertama kali ke sini. Namun, ada beberapa warga yang menggunakan air keran atau PAM, mereka bisa mandi dan mencuci di rumah-rumah warga tersebut.
"Ehem… ehem.., duuh yang berdua-duaan, awas loh yang ketiganya setan" Vita yang baru keluar dari kelas berdehem ketika melihat Elly dan Mamad berduaan saja.
"Nah, ini setannya datang," sambung Jojo yang berjalan di sebelah Vita.
"Apaan siih, masa aku setan? Kamu jahat yaaa!" Vita memukul Jojo dengan buku tebal yang ia pegang. Vita dan Jojo pun mulai terjerumus dalam cinta lokasi KKN. Diketahui beberapa kali, Miraj kekasih Vita selalu datang ke posko untuk menemui Vita. Namun sejak Vita mulai nyaman dengan Jojo, Miraj sudah tidak pernah lagi datang.
"Benar tuh Mas Jojo, yang ketiganya setan. Kamu tuh setannya," ledek Elly yang malu-malu tertangkap basah sedang digombalin sama Mamad.
Hari sudah mulai sore, mereka tidak mau lama mengantre atau kehabisan air di rumah pak sekdes, mereka lalu pulang ke posko, seperti biasa Mamad selalu membersamai Elly. Ia dengan senang hati selalu mengantar Elly pulang ke posko seusai mengajar dengan motornya. Sementara Vita dibonceng oleh Jojo dengan motor trail kesayangannya yang ia bawa ke posko. Ketika mereka sampai di posko, anak-anak tengah bersiap-siap hendak pergi bermain perahu di sungai. Vita dan Elly diajak untuk ikut tetapi mereka menolaknya karena baru saja sampai.
"Hati-hatilah kalian, jangan terlalu senang-senang. Tetap jaga bicara dan tindakan, jangan lama-lama sebentar lagi magrib,"
"Dan ingat, ba'da magrib kita briefing!" pesan Jojo kepada anak-anak dan dijawab dengan serentak oleh mereka.
"Siaaaaaaap, Papa, hahaha!" anak-anak tertawa dan Jojo senyum-senyum sambil menggeleng melihat kelakuan teman-temannya.
"Sepertinya di sini lagi musim semi yak! Pada berbunga-bunga gituuuu," Jamil menggoda dua pasang sejoli di hadapannya disambut dengan sorakan cie cie dari anak-anak.
Musim semi memang terjadi di lokasi ini, di mana tumbuh aura cinta lokasi yang bermekaran setelah lama-lama bersama. Itulah yang dimaksud oleh Jamil, musim semi juga disebut musim berbunga-bunga.
"Virus LLDE kan, Miiiil," tambah Erika lagi.
Istilah LLdE datangnya dari Jamil, dari awal mereka datang ke desa ini, pesan Jamil adalah hati-hati terkena virus LLdE–Lamo-lamo di Tengok Elok–lama lama dilihat cantik atau gagah.
Setelah meledek teman-temannya, anak-anak kemudian pamit, Mamad pun ikut pamit kepada Elly. Sepulangnya Mamad, Elly dan Vita pergi menumpang mandi ke rumah pak sekdes. Setiap hari mereka mandi bareng di kamar kecil yang terdapat bak mandi dengan air jernih yang berukuran lumayan besar memenuhi ruang kamar mandi tersebut. Sebenarnya itu adalah bak mandi untuk celupan usaha batik milik pak sekdes. Untuk sementara salah satu ruang celup batik itu disulap menjadi kamar mandi bagi anak-anak KKN.
"Vita....," Elly ingin menyampaikan sesuatu kepada Vita tapi sepertinya ia ragu.
"Yak, ada apa?" Vita sambil menuangkan sampo ke rambut lurus–panjang sebahunya yang dicat warna ash blonde, sangat cocok dengan kulitnya yang putih, karena itulah anak-anak sering memanggilnya dengan panggilan bule.
"Hmm.. nggak jadi deh," Elly tersipu malu dan hal itu jadi santapan empuk banget untuk Vita menggodanya.
"Kenapa? Lu ditembak Mamad ya? Hahaha, cinlok juga lu kayak si Erika dan Chris?" Vita memercikkan air ke wajah Elly yang tiba-tiba bersemu merah
"Sembarangan! Ih enak aja," tukas Elly cepat.
"Elu tuuu, apa iya elu dan Jojo jadian? Trus gimana dengan Miraj? Bukannya kalian udah dari SMA ya,"
Mendadak Vita terdiam, tapi bukan Vita kalau tidak bisa membalas serangan sahabat barunya itu.
.jpeg)
No comments:
Post a Comment