Elly tiba-tiba teringat kisah KKN yang dialaminya beberapa tahun lalu. Seusai KKN ia dan Vita terus menjalin hubungan. Mereka tetap saling berkomunikasi dan bahkan masih sering bertemu. Beberapa kali Vita, Jojo, Elly, dan Chris melakukan double date. Mereka lebih sering berkunjung ke rumah kost-kostan Sasan lokasinya tepat di belakang kampus.
Beberapa bulan, dengan selalu bersama hal positif yang sering mereka lakukan di kost-an itu adalah mereka menerima pekerjaan upah edit skripsi dari beberapa teman-teman mahasiswa sembari mereka juga sama-sama merampungkan skripsi mereka masing-masing. Namun, seiring berjalannya waktu hubungan Vita dan Jojo serta Chris dan Elly pun berakhir. Karena hubungan yang didasari atas cinta lokasi, ketika sudah tidak lagi berada di lokasi maka kisah asmara itu pun kandas.
Vita dan Elly enjoy saja menjalani semua ini, memang putusnya hubungan itu juga disebabkan karena keinginan mereka. Setelah wisuda mereka disibukkan oleh aktivitas masing-masing. Vita lulus tahapan tes rekrutmen BUMN di salah satu kabupaten–bertetangga dengan lokasi KKN nya dulu. Vita segera menghubungi Elly tentang kabar baik tersebut. Vita mengajak Elly ke rumah, ia ingin merayakan kebahagiaan itu bersama sahabatnya.
Vita menjemput Elly ke rumahnya dengan mengendarai sendiri Toyota Taft legend punya Papinya. Elly sampai di rumah Vita–rumah gedongan batin Elly. Sejak KKn, Elly dan Vita acap kali saling berkunjung ke rumah-rumah. Namun, Elly lebih sering diajak menginap di rumah Vita. Malam ini adalah malam perpisahan mereka, karena lusa Vita sudah harus berkantor di luar kota. Elly dan Vita tidak ingin melewatkan momen ini. Setelah mendapat izin dari Abi dan Ummi, Elly menginap di rumah Vita.
Sore hari mereka bercengkrama dan mengenang kembali kisah KKN di balkon lantai dua rumah Vita, mereka tidak membahas hal yang tidak mengenakkan. Mereka tertawa mengingat ulah Jamil yang kocak dan yang juga menyebalkan menurut Vita. Mereka sesekali mengenang kisah cinta lokasi yang mereka lakoni. Kedua laki-laki–Jojo dan Chris adalah laki-laki baik dan memberi pengaruh positif selama kebersamaan mereka.
Mereka melanjutkan obrolan di ruang makan bersama keluarga Vita. Di sana ada papi, mami, dan kedua adik laki-laki Vita. Mereka adalah keluarga yang harmonis, humoris, dan tidak sombong. Elly nyaman berada di tengah-tengah mereka, karena Elly merasa sedang berada di rumahnya sendiri bersama Ummi, Abi, dan kakaknya. Hanya beda di casing setiap ruang dalam rumah Vita saja. Elly tersenyum sendiri membandingkannya.
Seusai makan malam bersama, mereka berdua melanjutkan curcolan yang tidak ada habisnya untuk dibahas kembali ke balkon itu. Tiba-tiba listrik padam, mereka berdua kaget tetapi tidak membuat mereka menghentikan cerita manis malam itu. Hampir 15 menit listrik tidak menyala juga, Mang Ujang disuruh papi membeli BBM untuk menyalakan genset. Vita mengajak Elly ngobrol di dalam kamarnya, tetapi Elly izin ke toilet terlebih dahulu. Di toilet Elly tiba-tiba teringat peristiwa menakutkan yang ia alami bersama Vita sewaktu di posko–Vita kerasukan makhluk astral. Elly ragu untuk keluar dari toilet. Ia takut kalau tiba-tiba makhluk itu kembali merasuki Vita, siapa yang akan membantunya. Keluarga Vita tidak akan percaya anaknya dituduh macam-macam.
"Tok! Tok!" terdengar suara ketukan pintu toilet.
Elly terkejut dan ketakutan sekali. Ia cemas dan tidak tahu harus berbuat apa-apa. Yang pasti, Elly takut untuk keluar dan menemukan wajah pucat pasi Vita dengan senyuman dingin ke arahnya.
"Sini deh keluar. Gue tau apa yang lu pikirin di dalam sana," terdengar suara Vita, suara itu terdengar aneh menurut Elly.
"Tidaaaak!!! Jangaaaan!!!" Elly berteriak histeris dalam toilet.
"Tok!! Tok!! El, lu nggak kenapa-kenapa kan?"
No comments:
Post a Comment