Nella mulai jenuh dengan pekerjaannya. Selama ini Ia menulis tulisan tentang artikel-artikel ber-genre opini yang sudah diatur oleh tempat Ia bekerja sebagai content writer. Ia ingin mencoba genre yang lain. Nella mendaftar di sebuah pelatihan online menulis fiksi. Dia ingin melahirkan sebuah karya tulis yaitu sebuah novel.
Dua hari ini pelatihan tersebut sudah berjalan, Nella menemukan passionnya di sini. Ia mengikuti pelatihan dengan semangat dan antusias. Namun, sejak kejadian waktu itu, ia sudah mulai bisa mengatur waktunya. Pagi hari ia sibuk dengan aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga, siang hingga sore ia menghabiskan waktunya bersama Ranaya. Sementara malam hari ia baru fokus ke pelatihan dan menulisnya.
Nella berjanji pada dirinya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa bersama Ranaya. Ia tidak mau menyesal di kemudian hari, sikap temperamen dan tidak sabarannya juga sudah lebih banyak berkurang. Suti heran melihat perubahan induk semangnya itu. Suasana di rumah mulai hangat, Nella lebih bisa berkata lembut dan santun, bahkan kepada Suti.
"Alhamdulillah sudah tidur," Nella menunduk melihat mata Ranaya terpejam. Ia ingin memastikan apakah Ranaya sudah tidur atau belum setelah dibacakan buku cerita,"
Nella menutupi tubuh Ranaya dengan selimut tebal, ia mengecup kening Ranaya seraya bershalawat. Kemudian ia keluar dari kamar anaknya itu, ia menuju ruang kerjanya, tepatnya di ruang kecil yang letaknya di sebelah kamarnya. Biasanya Nella bekerja di kamar saja, tapi sekarang ia ingin dengan suasana baru. Ia minta izin kepada Raka untuk menyulap mushola mini menjadi ruang kerjanya. Selagi itu baik Raka menyetujuinya, ditambah lagi mereka sudah punya ruang mushola baru yang lebih besar.
Di ruang kerja itu, Nella menyalakan perangkat elektronik untuk keperluan bekerjanya. Lalu ia menuju dapur dan membuatkan secangkir teh untuk Raka.
"Mas, aku kerja dulu ya. Malam ini ada pelatihan. Jadi aku ajak Ranaya tidur lebih awal soalnya siang tadi dia juga aktivitas mulu tentu ia kecapekan," Nella membawa secangkir teh hangat dan memberikannya kepada Raka yang sedang menonton TV.
"Oh iya, Dek. Makasih, Sayang," Raka mencium kening istrinya penuh kasih sayang.
"Jangan begadang ya, optimalkan waktunya. Kamu juga butuh istirahat," pesan Raka.
Nella benar-benar bertekad dalam hati agar bisa berubah. Hal itu dibuktikannya dengan sudah bisa membagi waktu, mengontrol emosi, dan lebih bisa bersabar. Pagi hingga sore, ia dibantu oleh Suti di rumah. Sehingga ia tidak terlalu lelah dengan pekerjaan di rumah juga tetap bisa bermain bersama Ranaya. Nella sudah membuat beberapa list pekerjaan untuk dia dan Suti handle.
Tepat pukul 22.00 wib, Nella selesai dengan pelatihannya. Ia kemudian melanjutkan tulisan yang sudah diguyur dari pagi hingga sore di sela-sela kekosongan aktivitasnya. Ia sudah menulis sejak siang saat Ranaya tidur siang.
Hari ini menjadi hari yang menyenangkan bagi Nella, Suti, juga Ranaya.
No comments:
Post a Comment