HOME

Sunday, June 26, 2022

Ada Apa dengan Raka?

Hampir setiap menit Nella menoleh ke jam dinding yang ada di kamarnya. Berkali-kali pula Ia menghubungi Raka. Telepon Nella tidak diangkat dan chatnya tidak dibalas oleh Raka. Ia tampak begitu bingung. Setiap kendaraan yang lewat di depan rumahnya Ia mengira itu adalah Raka.


Kejadian seperti ini sering terjadi akhir-akhir ini. Raka beberapa kali pulang larut bahkan pernah tidak pulang dan mengabarkan hanya melalui pesan wa saja, itupun dadakan. Nella berusaha tidur, jarum jam di dinding sudah menunjukkan pukul 11 lewat. Nella resah dan gelisah menunggu di kamar. Ia coba menelepon ke kontak mertuanya.


Lama Nella menunggu, panggilan terhubung tapi tidak diangkat. Ia hendak memutus sambungan tiba-tiba telepon dijawab,


"Assalamualaikum, Pa,"


"Waalaikumussalam, Dek."


Nella kaget, Ia mengenali suara yang menjawab telepon.


"Mas…"


"Maaf, Dek. Bentar lagi Mas pulang. Ini sudah siap-siap mau pulang, udah ya"


"Mas, aku mau bicara," 


"Iya, nanti kita bicara di rumah ya. Tapi kalau kamu ngantuk, boleh tidur duluan, rasanya tadi aku bawa kunci rumah,"


Dua jam Nella menanti, Raka tidak kunjung pulang. Nella merasakan Ia sangat mengantuk. Akhirnya Nella tertidur pulas, Ia tidak mengetahui kapan Raka pulang karena Raka pulang saat Ia sudah tertidur.


"Mas, aku mau bicara," Nella membangunkan Raka ketika fajar.


"Hmm… malam begini? Besok pagi ya, Mas ngantuk," Raka melanjutkan tidurnya 


"Mas, ini sudah pagi. Sudah pukul 4. Aku nggak mau kalau nanti Ranaya bangun, Ia bisa mendengar kita membicarakan soal ini. Bangunlah!"


Sia-sia saja, Raka sudah kembali pulas. Sepertinya Ia sangat mengantuk. Nella bersabar menunggu Raka bangun. Setelah pagi hari, Nella menyiapkan sarapan di dapur. Raka bangun dan langsung menuju kamar mandi. Setelah mandi Ia menghampiri istrinya itu.


"Yuk! ke kamar, ada yang mau Mas ceritakan," Raka memegang tangan Nella.


"Nggak mau, nanti Ranaya melihat kita ribut," jawab Ranaya dan menepis tangan Raka.


"Hmm, Naya dibawa Suti jogging keles. Lagipula yang ngajak ribut siapa?" Sekali lagi Raka memegang tangan Nella dan mengajaknya ke kamar. 


"Aku yang mau ribut, Mas. Mas sudah keterlaluan!" Nella menghentikan kalimatnya ketika Raka meletakkan jari telunjuknya ke bibir Nella.


"Yuk!" Raka mengajak Nella ke kamar. 


Nella pasrah dan ikut ke kamar walau hatinya mangkel. Nella tidak bicara sepatah katapun. Sesampainya di kamar, Nella diajak Raka duduk di tepi dipan. Raka duduk tepat di sebelahnya, Ia menatap Nella yang membuang muka. 


"Maafin, Mas ya. Mas tau salah. Sebenarnya Mas sedang ada masalah, hmm, tepatnya mama dan papa sedang ada masalah,"


Nella menatap Raka tajam, kemudian Ia membuang muka kembali tanda Ia tidak percaya. Ia tidak mau bicara sepatah katapun. Karena hal ini sudah sering terjadi, dalam pekan belakangan ini. Raka sering pulang malam bahkan ada satu malam tidak pulang ke rumah, Nella bertanya dan selalu emosi setiap kali Raka terlambat pulang. Biasanya Raka meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.


"Dek, lihat aku. Ini masalah Samuel, suami Nina. Ia berselingkuh. Ada perempuan yang datang ke rumah mama mencari Samuel. Perempuan itu adu mulut dengan Nina. Bukan hanya adu mulut mereka adu jotos," terang Raka.


Nella kaget mendengar cerita Raka. Nina adalah adiknya Raka. Lalu apa hubungannya dengan Raka yang selalu pulang malam akhir-akhir ini? Ia masih belum bisa mengerti. 


🖤🖤🖤

No comments:

Post a Comment