"Maaf, Bu. Suti ndak bisa jaga Dedek dengan baik." Permintaan maaf yang Suti ucapkan tidak mampu meredakan emosi Nella. Nella tetap saja marah-marah bahkan membentaknya. Nella tidak terima Ranaya disuapin mie goreng instan oleh tetangga yang sedang menyuapi anaknya. Bukan masalah Ranaya se-suapan sendok dengan anak orang tersebut (sebenarnya itu juga sih), tapi soal mie goreng instan yang sudah masuk ke saluran pencernaan Ranaya, anaknya.
"Masa kamu bisa lalai dan teledor! Apa yang kamu lakukan?" Bentak Nella tidak habis fikir.
"Gosip aja kerjaan kamu sama tetangga." Tuduh Nella.
"Bisa jaga Ranaya ga sih kamu, Suti!" Nella tatap mata Suti lamat-lamat sementara mata Nella berkaca-kaca emosional.
"Umami kenapa marah marah ama Mbak Suti? La taghdob walakal jannah. Jangan marah bagimu surga." Sela Ranaya putri kecilnya yang sedang bermain itu sedih seketika terdiam dan berhenti bermain, memang sejak dini Ranaya sudah diajarkan hadits harian oleh Nella. Ternyata Dia mendengar semua perkataan Nella kepada Suti.
"Ga marah sayang, Umami hanya ngomongnya agak keras saja, Umami sedang mengajarkan sesuatu kepada Mbak Suti. Umami minta maaf ya. Sekarang Ranaya main di kamar dulu ya sayang." Nella menjelaskan dan Ranaya langsung berlari kecil ke kamarnya.
Suti hanya diam dan menangis. Nella sudah tidak peduli mengapa dia menangis, entah karena menyesal, bersalah, atau sedih. Baginya kejadian itu tidak dapat Ia terima. Ingin rasanya Nella mengamuk biar Ia puas mengekspresikan ketidaknyaman hatinya ini ditambah tiba-tiba terbayang olehnya penjelasan dr. Kuo dalam artikel online detikfood.com yang pernah dibacanya yang berjudul "Begini Proses Pencernaan Mie Instan dalam Perut Manusia"
Dalam penjelasan Dr. Kuo tersebut, disimpulkan dari hasil rekaman kamera mikro seukuran kapsul vitamin yang dimasukkan ke dalam perut orang yang baru saja makan mie selama 32 jam, tampak organ perut bolak-balik mencoba menggiling mie instan.
Menurut Dr. Kuo lagi, bahan yang membuat mie instan sulit dicerna adalah pengawet Terriary-butyl hydroquinone (TBHQ). TBHQ adalah aditif yang biasa digunakan dalam makanan olahan murah, seperti mie instan.
Mau menangis rasanya, memikirkan betapa beratnya pekerjaan organ perut gadis kecilnya Ranaya yang bolak balik menggiling mie instan yang baginya tidak berfaedah itu, emosinya semakin membuncah karenanya. Akhirnya tangis Nella pun pecah. Nella tidak bisa menerima kenyataan ini.
"Kamu tahu! Seandainya makanan itu baik untuk Ranaya, se-truk bisa aku beli!" Dengan nada tinggi Nella mulai tak terkendali. Kata-kata kasar dan sombong tanpa sadar sudah Nella ucapkan seiring dengan emosi jiwa yang sudah nyaris melampaui batas.
"Belum lagi pengawetnya… penyedapnya… ya Tuhan, Sutiiiii." Nella menangis.
"Bu, maafkan Suti, Bu…" Ia tatap Suti dengan Iba. Rasanya ruh baik yang ada padanya yang tadi nyaris keluar dengan teriakan suaranya bernada se-tinggi 5 oktaf yang mampu dikeluarkan oleh penyanyi yang bernama Axl Rose dari grup band Gun's and Roses yang melegenda pada masanya itu perlahan memasuki tubuh Nella, Dia mulai iba melihat Suti. Dia juga tidak ingin ini terjadi karena Suti sangat menyayangi Ranaya seperti ke adiknya sendiri.
Nella terdiam, Dia takut untuk bicara lagi karena emosinya masih turun-naik kayak baju emak-emak yang lagi viral di sosmed. Nella meminta Suti memberikan Ranaya minum air putih yang banyak dan Dia berpesan kepadanya untuk menjaga Ranaya baik-baik.
"Baik, Bu. Suti janji akan jaga Dedek. Maafin Suti ya, Bu." Lagi lagi Suti meminta maaf.
"Ya sudah, Ibu maafkan. Sana kasih Ranaya minum, jangan lupa kasih air hangat."
Setelah Nella tenang, seusai menunaikan salat Magrib Nella memanggil Suti yang sedang menemani Ranaya murojaah surah pendek di kamar Ranaya. Nella sampaikan permintaan maafnya kepada Suti. Beginilah kebiasaannya apabila Ia ada masalah dengan Suti, Nella menyesal dan meminta maaf di momen yang menurutnya tepat. Mereka menyelesaikannya dengan saling berpelukan.
💙💙💙

No comments:
Post a Comment