HOME

Sunday, June 19, 2022

Buah Kesabaran



Beberapa foto pernikahan Zaskiy dikirimkan kepada Fe melalui aplikasi telegram. Namun, tak satupun muka Si Koko tampak. Satu persatu foto itu dizoom oleh Fe, tapi memang sepertinya yang memotret sengaja untuk tidak memperlihatkan muka suaminya Zaskiy. Sebagian foto yang dikirimkan itu posisi Si Koko membelakangi kameraman, yang nampak hanyalah wajah Zaskiy yang kelihatan cantik dengan make up minimalisnya. 


"Alhamdulillah, Barakallahu lakum wa baraka alaikum. Happy married, Bestie. Akhirnyaaaa!" Fe mengirimkan ucapan selamat kepada Fe melalui pesan di whatsapp.


"Thank you, sayangku. Sekarang udah halal loh hehe. Udah ya, kami mau bikin anak." Balas Zaskiy menggoda Fe.


"Buah kesabaran ya, Ki. Yang pasti Koko sudah berani untuk jujur ke istrinya." Fe turut senang.


Fe dan Frans tidak bisa hadir dalam acara sakral pernikahan Zaskiy dan Koko. Mereka sedang menunggu jadwal operasi sesar Fe. Operasi itu akan dilakukan lusa. Dokter mengatakan bahwa posisi bayi Fe tidak berada pada posisi normal. Bayi Fe memposisikan kaki atau bokongnya ke arah saluran kelahiran, yang dikenal sebagai posisi sungsang. Selain itu, panggul Fe terlalu kecil untuk melahirkan bayinya. Dalam kasus tersebut, operasi sesar merupakan cara paling aman menurut dokter.


Selang sepuluh bulan jarak pernikahan Zaskiy dari pernikahan Fe. Sekarang Zaskiy dan Koko sudah resmi menjadi suami istri. Pernikahan itu hanya dihadiri oleh pihak keluarga Zaskiy saja. Mereka menikah di KUA dan menggelar tasyakuran kecil-kecilan di rumah adik laki-laki Zaskiy.


Sejak Zaskiy memutuskan untuk mengadu nasib di perantauan, tidak berapa lama pada tahun berikutnya, adik laki-lakinya menyusul ke Batam setelah menamatkan pendidikannya di jenjang sekolah menengah atas. Dua orang adiknya sudah menetap di sana di rumah sendiri, bahkan ada yang sudah menikah.


Sempat beberapa bulan Fe dan Zaskiy tidak berkomunikasi. Zaskiy mengatakan bahwa Dia akan segera menikah tapi masih ada kendala. Dia minta didoakan agar semua rencananya berjalan mulus. Zaskiy juga berjanji tidak akan melakukan perbuatan yang dilarang lagi sampai Ia benar-benar sah menjadi suami istri dengan Koko. Dia juga sudah memutuskan berhenti bekerja di toko untuk menghindari ketemu Si Koko.


Tiba-tiba saja Fe teringat pecakapan terakhirnya dengan Zaskiy sebelum Ia menerima berita pernikahan ini.


"Sorry Fe, Koko telepon. Aku jawab dulu tadi dia bilang mau ke kost-an. Sejak aku sudah tidak bekerja di toko, dia makin sering datang kemari." Itulah percakapan terakhirnya dengan Zaskiy melalui aplikasi whatsapp audio call.

__________________________

"Halo! Ya, sayang. Oh, Papi udah di depan. Sebentar.. sebentar…" Zaskiy segera membukakan pintu dan mempersilahkan pria yang Ia panggil Papi itu untuk masuk.


"Loh, Papi nggak di toko?" Tanya Zaskiy sambil menutup pintu kembali. 


"Aku kangen kamu." Laki-laki itu dengan cepat memegang kedua pundak Zaskiy membuat tubuh Zaskiy sedikit terdorong mundur ke belakang. Pria itu memeluknya, Zaskiy berusaha melepaskan pelukannya, tapi apa daya badan pria itu terlalu besar dan tenaganya amat kuat untuk Ia lawan.


"Pi, jangan! Beberapa teman sedang Off kerja. Mereka sedang berada di kost." Laki-laki itu tidak peduli dengan apa yang diucapkan Zaskiy. Ia mencoba untuk mencium leher jenjang Zaskiy, tetapi Zaskiy menekuk kepalanya. 


"Pi, please. Mami lagi PMS. Pi!" Laki-laki yang tadinya penuh nafsu itu melepaskan dekapannya.


"Mi, bukannya kita sudah akan menikah. Kenapa Mami beralasan ke Papi? Di rumah juga lagi merah, di sini PMS." Gerutunya.


"Apa? Ooh... begitu. Di sana merah lalu Papi kemari? Dasar ya!" Zaskiy memukul pria itu.


"Nggak, Mi. Papi becanda."

"Papi sudah menunjukkan keseriusan Papi, Kan?" Ia duduk lesu di sebuah sofa diikuti oleh Zaskiy.


"Pi, serius untuk menikah bukan berarti sudah halal. Bukankah kita udah janji nggak akan melakukannya lagi. Ingat Pi, orang yang bertaubat itu harus menyesali di dalam hati yang paling dalam atas apa yang telah dilakukan dan tidak mengulangi lagi." Zaskiy membuat pria itu tertunduk.


"Kita pernah khilaf, tapi kita sama-sama menyadari. Allah Maha Pengampun." 

 

"Justru karena sebentar lagi kita akan menikah, Papi harus sabar." Pria itu mengusap wajahnya.

"Maafin, Papi." Sesalnya.


"Ya, udah, Mami buatkan kopi, ya. Betewe, Sekarang yang perlu Papi siapkan adalah keberanian untuk dikhitan." Goda Zaskiy lalu berlari menuju ke dapur. 


🤍🤍🤍

No comments:

Post a Comment