HOME

Tuesday, June 14, 2022

Keseharian Ranaya



Setelah dibujuk akhirnya Ranaya semangat untuk ikut. Katanya Ranaya mau disayang Allah dan Ranaya mau bawa Umami dan Upapi ke syurga-Nya Allah. Senang sekali Nella mendengar kalimat yang diucapkan Ranaya.


Beberapa hari setelah pem-"bujukkan" itu Ranaya mulai rutin murojaah surah yang akan dilombakan. Jadwal Ranaya mengulang hafalannya adalah setiap selesai shalat dhuha, ashar, dan magrib. Jadwal itu fleksibel disesuaikan dengan aktivitasnya hari itu.


Setiap hari juga diputar murotal di rumah. Ranaya bermain sambil mendengarkan murottal tersebut. Dengan melakukan teknik hapalan seperti itulah dari kecil Ranaya dibiasakan. Sehingga Ranaya hanya menghafal ayat-ayat suci Al-Quran di bawah alam sadarnya. Dulu, pada anak pertamanya, Nella belum mengetahui ilmu seperti ini, Ia selalu memutar lagu-lagu anak yang berbahasa Inggris dan Indonesia. Namun, anak pertamanya itu tidak berumur panjang. Anaknya meninggal karena sesak nafas.


Ketika Allah memberikan mereka amanah anak kedua, Nella mulai mengubah pola pengasuhan anak. Bella mulai belajar dan mencari referensi dalam mendidik Ranaya. Pada akhirnya Nella diberi petunjuk untuk mendidik Ranaya sesuai tuntunan agama, yaitu Al-Quran dan Sunnah.


Ia mulai mengenalkan Ranaya kepada Sang Maha Pencipta dengan mentadaburi alam dan melihat ciptaan-ciptaan-Nya. Ranaya juga diajarkan doa harian, dikenalkan surga-neraka, diajarkan membaca, menonton video kisah-kisah Islami, mentadabburi, dan menghafal  Al-Quran, serta ilmu-ilmu lainnya. Setiap hari yang diperdengarkan hanya lantunan ayat suci, salawat, dan doa harian. Tanpa sadar, ketika asyik bermain Ranaya selalu mengikuti bacaan-bacaan yang ia dengar dari audio yang diputar. Tak jarang Ranaya bershalawat dan mengucapkan ayat demi ayat yang Ia dengar.


Beberapa kerabat dan teman berpendapat bahwa Nella dan Raka terlalu mengatur dan menjadwalkan segala aktivitas Ranaya serta memaksakan kehendak kepada Ranaya sehingga Ranaya tidak sebebas anak-anak seusianya. Mereka hanya melihat dan menilai dari luarnya saja. Mereka sebetulnya salut pada Ranaya. Ranaya yang sekecil itu sudah khotmil Quran, hafal juz 30, hafal doa dan hadits harian. 


Dari kecil Nella juga membuat program pengasuhan untuk Ranaya. Ia mendidik Suti memberikan aktivitas montessori dan life skill untuk Ranaya sehingga Ranaya terbiasa sehingga kemampuan motorik halus dan kasarnya sudah terlatih dengan baik.


Tiba waktunya Ranaya harus direkam membacakan surah yang sudah dihafal nya untuk dikirimkan ke panitia lomba. Mereka merencanakan akan mengambil video di dalam masjid. Ranaya, Nella, dan Raka sudah memilih masjid untuk lokasi pengambilan video tersebut. Letak masjid  tersebut lumayan jauh dari rumah mereka. Mereka menikmati perjalanan itu, hitung-hitung healing tipis-tipis kata Nella. Masjid itu sangat megah dan merupakan salah satu icon di kota itu. Sebelum ini ada beberapa masjid yang sudah menjadi lokasi pengambilan video Ranaya. Ranaya sangat menikmati perjalanan itu. Di perjalanan Ia melihat-lihat dan bertanya tentang banyak hal kepada Upapi dan Umaminya.


Satu jam perjalanan, sampailah mereka di tempat yang mereka tuju. Halaman masjid itu sangat luas. Masjid berwarna putih itu begitu indah dan terlihat mewah. Ranaya berlari-lari kecil beberapa kali Ia minta difoto. Warna gamis yang dikenakan Ranaya serasi pula dengan warna masjid tersebut 



No comments:

Post a Comment