"Dear diary…" tulis Lita di buku diarynya. Walau sering teman-teman dan keluarganya bilang tidak zamannya lagi menulis diary, Lita tetap saja melakukannya, bahkan ketika buku diarynya sudah penuh karena tulisannya, Ia akan membeli buku diary yang baru.
"Hmm.. kenapa ya, asyik ajaa, Aku bisa nulis banyak hal… curhat apa aja. Tanpa dikomentari, disalahkan, dan ditertawakan." Jawab Lita setiap kali ditanya mengapa masih menulis diary.
Setiap hari Lita menulis diary. Biasanya sebelum tidur sih jadwal Lita menulis di sebuah buku kecil yang berwarna pink itu. Eits… tapi bukan itu ritual wajibnya sebelum tidur. Ritualnya sebelum tidur adalah menjalankan sunnah sebelum tidur, tidak lupa cuci kaki, sikat gigi, baca do'a, dan melakukan sunnah sebelum tidur seperti mengibas tempat tidur untuk membersihkan tempat yang akan digunakan untuk tidur adalah suatu keharusan bagi Lita.
Back to diary,
"Hari ini riweuh… hectic.." Ia melanjutkan tulisannya.
"Semalam Aku tidurnya udah malam banget. Karena aku mau nulis buat setoran, deadline, sebab siang dan sore aku nggak sempat." Lita mulai curhat.
"Udah gitu, Si Ogef wa wa Aku, gangguin aja, ngajak naughty talk. Gila kan? Sempet terhanyut juga Aku. Aah, dasar penggoda!" Goresan pena Lita bergerak teratur mengikuti khayal dan imajinasinya. Ia menulis di atas kertas yang terlihat lembarannya berwarna soft blue, lalu lembaran sebelahnya berwarna nude, begitulah warna kertas pada buku diary Lita. Berwarna-warni seperti tulisan-tulisan di buku itu.
Bau khas buku diary itu kalau dibuka seperti mengeluarkan aroma terapi yang menenangkan bagi Lita. Lita suka sekali dengan aromanya. Setiap buku diary yang Ia beli, memiliki aroma khasnya masing-masing. Ia sudah hafal betul buku diary yang mempunyai aroma yang enak dicium. Lalu ke mana buku-buku diarynya yang sudah penuh itu? Buku-buku itu Ia susun di dalam lemari kaca yang berada di kamarnya dengan beberapa pajangan foto kenangan dari momen-momen yang sempat diabadikannya.
"Karena tidur larut," Lita mulai menulis kembali.
"Jadi, Aku bangun kesiangan deh. Aah… kalau saja bukan karena masuk kerja, mungkin usai salat subuh Aku kembali tidur lagi." Itu hanya mimpi bagi Lita tak mungkin jadi nyata apalagi di hari Senin hingga Jum'at. Pekerjaannya menumpuk.
"Dead diary,"
"Udah dulu ya Aku ngantuk. Besok kita sambung lagi. Malam ini aku nggak mau waktu tidurku berkurang lagi"
"Love u diary"
See you! Bye bye!

No comments:
Post a Comment