"Deal ya, Mak?"
"Kita besok bawa anak-anak ke taman bermain,"
Dari obrolan Nella dan mamak rempong di grup ibu-ibu komplek, diputuskan mereka akan membawa anak-anaknya ke sebuah taman bermain di kota itu. Dalam kesepakatan itu disebutkan titik kumpul di rumah Nella pukul 8 pagi.
Malam harinya Nella sudah membicarakannya kepada Raka dan Ranaya. Seperti biasa Raka mengizinkan asalkan tujuannya jelas dan aman, serta rombongannya yang ia kenal. Sementara, Ranaya bukan main girangnya. Ia berkali-kali bertanya kepada Nella permainan apa saja yang ada di sana. Sebenarnya ini bukan kali pertama Ranaya diajak ke sana, sebelum covid, Raka dan Nella sudah pernah mengajaknya ke sana. Mungkin Ranaya lupa, masa covid saja sudah hampir dua tahun berlangsung.
"Asyik Naya boleh berenang juga ya, Umami?" Ranaya memperhatikan perlengkapan apa saja yang disiapkan oleh Nella.
"Boleh dong, Naya nanti juga Umami ajarin manjat-manjat dan melalui rintangan di wahana outbound,"
"Hati-hati loh, Dek. Yakinkan aman dan keadaan peralatannya semua baik-baik saja," pesan Raka.
Setelah selesai menyiapkan semua perlengkapan, Nella mengambil Rapor Ranaya untuk di fotokopi di printer fotokopi di ruang kerjanya. Nella juga ngeprint beberapa rapor anak temannya yang dikirim melaluo wa nya.
"Aduh, ini kenapa nggak bisa fotokopi?"
"Mau fotokopi? Sini aku bawa aja, aku mau keluar sebentar," kata Raka.
"Sekalian print beberapa file yang aku kirim ke wa Mas ya,"
Keesokkan harinya, Nella dan Raya sudah bersiap. Mereka dan beberapa tetangga lainnya sudah berkumpul. Mereka masih menunggu dua orang lagi yang belum bergabung.
"Innalillahi… Kakek Gea meninggal, Mam. Padahal baru semalam dia batalin ga jadi ikut karena kakek Gea sakit" ucap Nella setelah membaca wa di grup komplek.
"Iya, kupikir Jeung tau. Mereka sekeluarga pagi ini berangkat ke Palembang,"
"Semoga mereka diberi ketabahan. Jadi nggak ada yang bertakziyah?"
"Rumahnya kosong, tapi dari persatuan sudah mengirimkan rangkaian bunga ucapan berbela sungkawa. Kata Bu RT tadi besok ketika mereka pulang kita bertakziyah,"
Setelah semua berkumpul mereka berangkat menuju lokasi. Sesampainya di sana, anak-anak dikumpulkan oleh EO di tempat itu. Anak-anak diberikan materi dan game yang menarik. Mereka semua terlihat gembira dan menyukai permainan yang disuguhkan. Anak-anak juga diberikan hadiah menarik dalam permainan itu.
Setelah bermain bersama, anak-anak dibawa untuk menjelajah dan diperkenalkan dengan wahana-wahana yang ada di sana. Mereka diajak untuk menikmati dan memainkan wahana yang ada. Tidak terasa hari sudah siang, waktunya anak-anak beristirahat, sholat, dan makan siang.
Anak-anak melakukan sholat berjamah dipandu oleh panitia EO di sana. Setelah itu, mereka makan bersama dan Ranaya diberi kesempatan untuk memimpin pembacaan doa makan. Ranaya memimpin dengan suara yang lantang, anak lainnya mengikuti bacaan Ranaya.
Setelah puas bermain, matahari mulai turun, suhu udara terasa sejuk. Hari sudah menjelang sore. Anak-anak diajak ke wahana kolam renang, di sana mereka diajak bermain lempar bola. Merek bermain dengan ceria. Suasana sore di kolam renang sangat ramai dengan tawa dan teriakan mereka.
Setelah semua wahana dimainkan, waktunya mereka pulang. Mereka kelelahan, ada yang sudah tertidur di mobil dalam perjalanan pulang, begitu juga dengan Ranaya.
Sesampai di rumah Ranaya mendekati Raka, ia bercerita antusias sekali tentang pengalamannya di taman bermain.
"Karena nilai Naya bagus, Naya bisa masuk dan bermain gratis loh, Upapi,"
"Wah, anak hebat. Anak siapa dulu?" tanya Raka sambil menggendong Ranaya berputar.
"Anak Umami dong," sambar Nella.
No comments:
Post a Comment