Waktu dan pikiran Raka tersita oleh masalah adik iparnya. Ia selalu dihubungi oleh orang tuanya untuk datang dan mengurusi urusan itu. Nella berusaha mengerti, tetapi terkadang Ia jengkel juga karena di saat Ia membutuhkan Raka, Raka tidak ada atau Raka susah untuk dihubungi.
Sejak kejadian bentroknya Nina dengan perempuan selingkuhan Samuel itu, Samuel tidak pulang ke rumah. Raka mencoba mencari keberadaan Samuel ke rumah orangtuanya. Ternyata tidak ada. Keesokan harinya, perempuan itu kembali mendatangi rumah mertua Nella dengan membawa saudara laki-lakinya yang centeng, berperawakan keras dan kasar. Mereka meminta pertanggungjawaban kepada Samuel atas kehamilan perempuan itu. Mereka mengancam dan menangkap Samuel untuk menikahi perempuan itu.
Semua panik termasuk Nina, Ia khawatir Samuel disekap dan dipaksa untuk menikahi perempuan itu, lalu bagaimana dengan dirinya dan anaknya? Nina mengurung diri di kamar.
Raka baru mendapat info bahwa Samuel sekarang disekap oleh pihak perempuan itu. Samuel dan kendaraannya ditahan di sana. Perempuan itu tinggal sekampung dengan orangtua Samuel. Setelah diselesaikan dengan cara kekeluargaan oleh keluarga Samuel bersama kepala desa, sekarang Samuel sudah berada di rumah ibunya. Samuel meminta perlindungan karena Ia dilaporkan ke polisi oleh perempuan selingkuhannya itu. Inilah yang diurus oleh Raka dan papanya. Raka bolak balik ke rumah Samuel. Mengumpulkan fakta dan data. Ternyata setelah diselidiki perempuan itu tidak sedang hamil.
"Bagaimana dengan kamu, Dek?" tanya Raka kepada Nina.
"Malam ini abang akan ke tempat Samuel. Abang harus tahu dulu apa keputusanmu,"
"Aku nggak tau, Mas. Tanyakan saja pada Samuel. Dia memilih aku dan anak-anak atau perempuan itu," jawab Nina sambil memegangi perutnya yang tengah mengandung tujuh bulan.
"Apabila memang kamu tidak terima, kita bisa tuntut balik mereka dengan kasus perselingkuhan dan perzinahan," Raka emosi.
"Nina, maafkan Samuel. Semua keputusan di tanganmu. Samuel pasrah. Kalau Ia berhak memilih, Ia ingin bersama kalian, anak dan istrinya. Pikirkan itu" ucap Nella lirih.
Kali ini, Nella diajak oleh Raka untuk ikut mendampingi Nina yang kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Nina trauma dengan kejadian yang bertubi-tubi menimpanya.
Nina menangis dan memeluk Nella. Nella adalah satu-satu kakak ipar yang dia punya. Nina dan Nella sudah seperti kakak adik kandung. Nella bisa merasakan apa yang dirasakan Nina. Kecewa dikhianati apalagi kondisinya tengah berbadan dua.
"Kenapa Ia malah menghilang dan tidak pulang beberapa hari ini, Mbak. Mungkin dia sudah pergi dan memilih perempuan itu," tangis Nina pecah.
"Samuel sudah di rumah orangtuanya. Ia tidak mau menikahi perempuan itu walau disiksa sekalipun. Sekarang kami semua mau mendengarkan keputusan darimu,"
Malam ini adalah malam pertemuan Samuel sekeluarga dengan Nina di rumah papa mertua Nella. Nella bersama Nina di kamar. Nina pasrah apabila Samuel lebih memilih perempuan itu. Nella membisikkan sesuatu kepada Nina.
"Nanti ketika kalian berdua punya kesempatan berbicara, tanyakan kepada Samuel dari hati ke hati. Tidakkah Ia menyayangi kalian? Jika memang Samuel menyayangi kalian terimalah Ia,"
Nina hanya terdiam sambil memeluk anak-anaknya.
No comments:
Post a Comment