--------🌸🌸🌸---------
#RWCODOP2020
#RWCDay8
#OneDayOnePost
#Ramadhan2020
#Ramadanolahraga
@komunitas.odoh
Beberapa hari menjelang puasa kok berasa badan makin berat, sejak bekerja dari rumah efeknya kok ke berat badan ya? Iyalah, secara di rumah kerjaannya makan rebahan, begituu teruss diulang ulang sehari bisa berkali kali, udah masuk gank #rebahan loh tanpa tes, tes alam saja bisa terlihat dari bobot dan diameter pinggang. Anjuran untuk jaga jarak, ternyata berlaku juga untuk kancing rok. Rok udah pada ga muat (jangan dipaksakan karna ga akan nyaman), ga bisa dikancingkan lagi akibat sudah berjarak tadi. Akibatnya selain mager beraktivitas juga ibadah ikut terganggu. Bayangin aja mau bangkit dari sujud dan 'itidal rasanya seperti sedang membawa beban berat, bukan di pundak melainkan diperut. Lo ga akan sanggup, biar gua saja😝.
Pada dasarnya Aku suka sih olahraga, tapi karena menurut diriku yang mager ini, ga ada waktu buat melakukannya (aleeesan banget yes!?), akhirnya ga pernah olahraga sama sekali kecuali senam di sekolah. Di sekolah itupun giat senam dilaksankan setiap hari rabu satu kali sepekan dan cuma gerak gerak sekedarnya saja. Dengan bergerak anak anak ikut bergerak juga, jadi bisa punya alasan menegur bagi yang tidak bergerak (pasal 1 kan guru ga pernah salah, kata gua loh yaa 😁🤭). Ada sih ngaruh dikit dikit, misalnya keluar keringat. Senang dan puas dong ketika berkeringat saat berolahraga. Dengan derasnya keringat yang menetes, maka lemak pun sudah terbakar sangat banyak. Betul gaa sih? Eh ga ada ngaruh ngaruhnya ding, (barusan searching 🤭) yang aku baca di halodoc.com, keringat yang keluar tidak ada hubungannya dengan berapa banyak jumlah lemak yang terbakar. Bukan pula tolok ukur seberapa efektif olahraga yang telah dilakukan (nah loh!).
Sejak merasa serba berat dan berjarak itu tadi, aku kuatkan tekad bulatkan niat untuk berolahraga setiap habis subuh mumpung ga harus siap siap kerja karena masih dirumahkan, keesokan subuh aku mulai paksakan untuk melakukannya, aku iket kenceng pinggang dengan stagen (bengkung) ga tau juga kenapa harus membebat bagian perut dan pinggang tersebut, fikirku supaya bisa mengecil aja dan alasan logiknya supaya nyaman bergerak, lalu pakai kaos kaki dan sepatu, mulailah aku loncat-loncatan dengan skipping rope yang lama tersimpan selama ini hanya menambah koleksi peralatan olahragaku saja. Beberapa menit aku loncat loncat kegirangan (halah...😂 lompat lompat mengikuti gerakan dan putaran skipping rope yang kuayunkan maksudnya), hasilnya meeengeees, gaaeess secara udah kepala empat. Kustop dong, ga mau berisiko juga keles, sehat kagak kolaps iya😂. Aku beralih ke badminton, tapi kalo sendiri kan ga bisa gaes, itu namanya bertepuk sebelah tangan (kayak jomlo yang baperan, nelangsa akuu tuu😥) kan ga ad temen main sebab yang lain memilih tidur kalau usai subuh. Abang maaah janji janji doang mau ajakin aku olah raga nyatanya ga dinyatain juga tooh (kayak kamu yang diPHPin akhirnya pergi dan berlalu mencari cinta yang lain). Ya wis, cari akal bisa main badminton sendiri, ada tembok karena olah raganya di dalam rumah akibat mager keluar ditambah suhunya terasa dingin bekas hujan semalam, tinggal ambil bola plastik di box mainan Alvaro.
Tak.. tuk.. tik... tak.. tuk.. tik.. tuk....tuk...tuuuk.. bola memantul ke lantai, ke tembok, ke badminton (niat banget kan?). Olah raga model ini terus aku lakukan sampai hari ini meskipun di bulan puasa. Ini termasuk olah raga ringan yang kalau rutin dan teratur dilakukan maka akan menyehatkan, kata halodoc.com lagi nih, hubungannya adalah orang yang teratur berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat cenderung akan berkeringat lebih banyak daripada yang tidak. Oleh sebab itu orang yang sering berolahraga cenderung memiliki berat badan yang ideal. Karena pembakaran kalori yang berulang-ulang akan menimbulkan penurunan berat badan, meski tidak menghilangkan lemak di tubuh.
Nah, terbukti, setelah beberapa kali aku rutinkan bermain badminton bertemankan tembok yang setianya ngalahin mantan mantan lo pada🤭, sekarang kau merasa lebih sehat dan kuat beraktivitas. Pastinya ga terlalu bikin lelah tapi menyehatkan. Sedikit demi sedikit perutku udah mulai mengempis, gaesss (pastilah kalian berfikir bukannya karena berpuasa ya? haha ngarep banget aku tuuu perutnya tipis jadi haluu😂). I swear, aku bisa rasakan badan terasa lebih ringan, dan yang terpenting, dalam menjalankan ibadah khususnya salat tarawih aku tidak merasakan keluhan seperti sebelumnya, jadi lebih khusuk, biizdnillah walhamdulillah🤲
#ayosharing
#olahragasehat
#gabikinlelah
#RWCODOP2020
#RWCDay8
#OneDayOnePost
#Ramadhan2020
#Ramadanolahraga
@komunitas.odoh
Beberapa hari menjelang puasa kok berasa badan makin berat, sejak bekerja dari rumah efeknya kok ke berat badan ya? Iyalah, secara di rumah kerjaannya makan rebahan, begituu teruss diulang ulang sehari bisa berkali kali, udah masuk gank #rebahan loh tanpa tes, tes alam saja bisa terlihat dari bobot dan diameter pinggang. Anjuran untuk jaga jarak, ternyata berlaku juga untuk kancing rok. Rok udah pada ga muat (jangan dipaksakan karna ga akan nyaman), ga bisa dikancingkan lagi akibat sudah berjarak tadi. Akibatnya selain mager beraktivitas juga ibadah ikut terganggu. Bayangin aja mau bangkit dari sujud dan 'itidal rasanya seperti sedang membawa beban berat, bukan di pundak melainkan diperut. Lo ga akan sanggup, biar gua saja😝.
Pada dasarnya Aku suka sih olahraga, tapi karena menurut diriku yang mager ini, ga ada waktu buat melakukannya (aleeesan banget yes!?), akhirnya ga pernah olahraga sama sekali kecuali senam di sekolah. Di sekolah itupun giat senam dilaksankan setiap hari rabu satu kali sepekan dan cuma gerak gerak sekedarnya saja. Dengan bergerak anak anak ikut bergerak juga, jadi bisa punya alasan menegur bagi yang tidak bergerak (pasal 1 kan guru ga pernah salah, kata gua loh yaa 😁🤭). Ada sih ngaruh dikit dikit, misalnya keluar keringat. Senang dan puas dong ketika berkeringat saat berolahraga. Dengan derasnya keringat yang menetes, maka lemak pun sudah terbakar sangat banyak. Betul gaa sih? Eh ga ada ngaruh ngaruhnya ding, (barusan searching 🤭) yang aku baca di halodoc.com, keringat yang keluar tidak ada hubungannya dengan berapa banyak jumlah lemak yang terbakar. Bukan pula tolok ukur seberapa efektif olahraga yang telah dilakukan (nah loh!).
Sejak merasa serba berat dan berjarak itu tadi, aku kuatkan tekad bulatkan niat untuk berolahraga setiap habis subuh mumpung ga harus siap siap kerja karena masih dirumahkan, keesokan subuh aku mulai paksakan untuk melakukannya, aku iket kenceng pinggang dengan stagen (bengkung) ga tau juga kenapa harus membebat bagian perut dan pinggang tersebut, fikirku supaya bisa mengecil aja dan alasan logiknya supaya nyaman bergerak, lalu pakai kaos kaki dan sepatu, mulailah aku loncat-loncatan dengan skipping rope yang lama tersimpan selama ini hanya menambah koleksi peralatan olahragaku saja. Beberapa menit aku loncat loncat kegirangan (halah...😂 lompat lompat mengikuti gerakan dan putaran skipping rope yang kuayunkan maksudnya), hasilnya meeengeees, gaaeess secara udah kepala empat. Kustop dong, ga mau berisiko juga keles, sehat kagak kolaps iya😂. Aku beralih ke badminton, tapi kalo sendiri kan ga bisa gaes, itu namanya bertepuk sebelah tangan (kayak jomlo yang baperan, nelangsa akuu tuu😥) kan ga ad temen main sebab yang lain memilih tidur kalau usai subuh. Abang maaah janji janji doang mau ajakin aku olah raga nyatanya ga dinyatain juga tooh (kayak kamu yang diPHPin akhirnya pergi dan berlalu mencari cinta yang lain). Ya wis, cari akal bisa main badminton sendiri, ada tembok karena olah raganya di dalam rumah akibat mager keluar ditambah suhunya terasa dingin bekas hujan semalam, tinggal ambil bola plastik di box mainan Alvaro.
Tak.. tuk.. tik... tak.. tuk.. tik.. tuk....tuk...tuuuk.. bola memantul ke lantai, ke tembok, ke badminton (niat banget kan?). Olah raga model ini terus aku lakukan sampai hari ini meskipun di bulan puasa. Ini termasuk olah raga ringan yang kalau rutin dan teratur dilakukan maka akan menyehatkan, kata halodoc.com lagi nih, hubungannya adalah orang yang teratur berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat cenderung akan berkeringat lebih banyak daripada yang tidak. Oleh sebab itu orang yang sering berolahraga cenderung memiliki berat badan yang ideal. Karena pembakaran kalori yang berulang-ulang akan menimbulkan penurunan berat badan, meski tidak menghilangkan lemak di tubuh.
Nah, terbukti, setelah beberapa kali aku rutinkan bermain badminton bertemankan tembok yang setianya ngalahin mantan mantan lo pada🤭, sekarang kau merasa lebih sehat dan kuat beraktivitas. Pastinya ga terlalu bikin lelah tapi menyehatkan. Sedikit demi sedikit perutku udah mulai mengempis, gaesss (pastilah kalian berfikir bukannya karena berpuasa ya? haha ngarep banget aku tuuu perutnya tipis jadi haluu😂). I swear, aku bisa rasakan badan terasa lebih ringan, dan yang terpenting, dalam menjalankan ibadah khususnya salat tarawih aku tidak merasakan keluhan seperti sebelumnya, jadi lebih khusuk, biizdnillah walhamdulillah🤲
#ayosharing
#olahragasehat
#gabikinlelah
No comments:
Post a Comment