HOME

Sunday, May 17, 2020

🌸Lailatul Qadar🌸

#RWCODOP2020
#OneDayOnePost
#RWCDay23
#Ramadhan2020

"Kenapa sih usai subuh ngaji, habis dhuha tadi udah ngaji juga, sesudah zuhur ngaji lagi, ashar magrib ngaji, sekarang isya malam ngaji juga?", tanya Alvaro sambil mengambil rekal dan mushafnya. "Supaya dapat pahala, Dek ", jawab Tuti mengulurkan tangan menyambut kedatangan Alvaro dengan mushaf di tangan kanannya. Alvaro mengambil posisi adab duduk mengaji menghadap kiblat, selalu begitu dan sudah mengerti walau dijelaskan hanya sekali lewat saja. Karena menjelaskannya dengan dalil yang diterjemahkan ke bahasa yang mudah dipahaminya.

"Maksudnya apa kak? Kan kalau ngajinya satu kali saja setelah dhuha seperti biasa,  juga dapat pahala", tegas Alvaro. "Ya beda dong, Dek. Semakin sering beribadah semakin banyak pahalanya. Adek ga mau? Entar pahala kakak lebih banyak loh, kalau kakak ga mau kalah sama Ummiey dan Abbiey", ditantang begitu biasanya Alvaro tambah bersemangat. "Apalagi ini kan sudah malah-malam sepuluh terakhir di bulan Ramadan. Saatnya kita perbanyak beribadah, karena kata pak ustaz dalam ceramahnya hadits Rasulullah SAW: Barangsiapa yang beribadah pada malam Al-Qadr karena iman dan mengharapkan keridhaan Allah, diampunilah dosa-dosanya yang terdahulu. HR. Bukhari dan Muslim", jelas Tuti.

"Malam Al Qadr itu apa kak?", ingin tahu dan lebih mendekat duduknya ke Tuti.

"Sebuah malam yang sangat berkah yang lebih baik dari seribu bulan", jelas Tuti. "Sesungguhnya seseorang yang beribadah pada malam itu maka sama baginya dengan beribadah selama 83 tahun 4 bulan lamanya. Lama banget kan? Bayangin pahalanya selama itu", tambah Tuti yang membuat Alvaro ternganga.

"Haaaaah? Panjang sekali kak tahun tahun tahuuuun bertahuun tahuun ya kak?", gaya Al gemesin banget. "Iya, makanya apa ga rugiii ga mau perbanyak ibadahnya?", goda Tuti lagi.

"A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim", suara merdu Al melantunkan bacaan ta'awuz menggema di ruangan itu.
"Kakak simak ya bacaannya, Dek", sambil membuka mushafnya.

Usai mengaji, kami berkumpul di ruang musala kecil ini mendengarkan Abbiey menjelaskan keutamaan malam lailatul qadr. Alvaro sangat antusias mendengarkan. Abbiey mengatakan ibadah apa saja yang dikerjakan pada malam lailatul qadr itu maka pahalanya sangat banyak. "Tadi Abbiey dengar sekilas penjelasan kakak ke adek. Itu benar. Nah, selain mengaji semua bernilai ibadah jika yang dilakukan adalah kebaikan dan diawali niat karena Allah", jelas Abbiey mengelus rambut Alvaro yang dipangku Abbiey.
"Al mengaji, murojaah itu ibadah, Al bantu Ummiey ibadah, kak Tuti nyapu, cuci, dan seterika dan lainnya jika ikhlas maka itu ibadah, Ummiey ke sekolah mengajar ibadah. Bukan cuma puasa, shalat, haji, dan zakat saja", ujar Abbiey. "Jadi carilah dan burulah malam lailatul qadr dengan perbanyak beribadah", tutup Abbiey.

"Betul gaes, Abbiey bener gaes", sambung Al sambil berdiri gayanya sudah kayak ustaz di masjid saja. "Ayo semuanya kita perbanyak beribadah pada malam lalatul..., apa, Kak?", putus ceramah Al karena lupa. "Lailatul qadr, Adek kakaaaak", gemes Tuti mencubit pipi gembul Al. "Iya, betul gaes..", sambung Al sambil memegang pipinya kesakitan. "Ayo kita mencari dan memburu malam Lailatul qadr itu tanda seorang yang bertaqwa", selesai Alvaro berceramah kami bertepuk tangan serentak dan ia menghambur ke pelukaanku dan kupeluk erat anak salihku ini, "MasyaAllah laa haula wa laa quwata illa billah", 

No comments:

Post a Comment