#RWCODOP2020
#OneDayOnePost
#RWCDay24
#Ramadhan2020
Video call sore ini bikin ngakak. Aku sedang berbaring di kasur sambil menemani Alvaro bermain. Ketika panggilan video call masuk, "Si Buntal", bathinku, ini adalah panggilan kesayanganku ke uniku. Itu karena tubuhnya yang bahenol, berisi dan gempal. Yang penting sehat dan seksi katanya padaku waktu panggilan itu kusematkan padanya. Panggilan video call tersebut langsung kujawab. Terlihat dia sedang rebahan di kamar, di kasur, "yasalam", kataku spontan. Karena kami sama-sama di posisi rebahan di kamar dan di kasur.
"Halo Buntal. Hahaha.. kenapa jadi samaan kita rebahan gini?", tawa kami pecah saling menertawakan kelakuan masing-masing. Memang kesamaan kami akhir-akhir ini sering rebahan karena kurangnya aktivitas dikarenakan wabah covid 19 ini. Rebahan adalah alternatif mengisi waktu kosong yang panjang hingga menunggu waktu berbuka. Tidak banyak aktivitas yang bisa kulakukan di rumah selain dengan rebahan dan otak-atik ponselku. Sebagian besar pekerjaanku sudah kupindah ke ponsel semua. Jadi, rebahan dan ponsel adalah pasangan yang cocok buatku di masa sekarang.
"Enak aja buntal!", bantahnya. "Coba liat tuh kamu sekarang lebih bulet dari pada aku, hahaha", ledeknya balik. Aku langsung duduk melihat ke cermin lemariku di depan dipan tempatku rebahan. Kulihat muka dan badanku lebih bengkak dan bulat dari biasanya. Hadeh, nular buntalnya ke aku nih "gawat", bathinku ga siap menerima kenyataan pahit ini. Belakangan ini memang aku sudah tidak pernah olahraga lagi, kebanyakam usai subuh aku lebih memilih tidur dan bangun siang.
Kami sama-sama tertawa dan akhirnya sama-sama pasrah dengan kenyataan berbadan buntal. Walau aksi ejek-mengejeknya tidak hanya sampai di sana. Tidak cukup hanya dibuntal-buntalan saja tapi juga sampai ke keluarga kuda nil dan badak serta kerabatnya. Hanya sebatas itu tidak sampai masuk ke hati karena kami memang saling menyayangi satu dan lainnya.
Video call kali ini tak ada pembahasan seru hanya lepas kangen dan say helo saja mengingat kami akan saling merindu dalam waktu yang lama akibat covid kami tidak akan bisa berkumpul dalam waktu dekat ini. Uniku berada di provinsi yang berbeda denganku. Aku rindu pada Si Buntalku yang menyayangiku melebihi dirinya sendiri. Dan dia sebagai pengganti Emak bagiku. "I love Si Buntal, i'm gonna miss u", lirihku sebelum telpon ditutup dan tangisku pecah. "I miss my mom i miss my uni dan keluarganya", ucapku setelah teleponnya kumatikan.
#OneDayOnePost
#RWCDay24
#Ramadhan2020
Video call sore ini bikin ngakak. Aku sedang berbaring di kasur sambil menemani Alvaro bermain. Ketika panggilan video call masuk, "Si Buntal", bathinku, ini adalah panggilan kesayanganku ke uniku. Itu karena tubuhnya yang bahenol, berisi dan gempal. Yang penting sehat dan seksi katanya padaku waktu panggilan itu kusematkan padanya. Panggilan video call tersebut langsung kujawab. Terlihat dia sedang rebahan di kamar, di kasur, "yasalam", kataku spontan. Karena kami sama-sama di posisi rebahan di kamar dan di kasur.
"Halo Buntal. Hahaha.. kenapa jadi samaan kita rebahan gini?", tawa kami pecah saling menertawakan kelakuan masing-masing. Memang kesamaan kami akhir-akhir ini sering rebahan karena kurangnya aktivitas dikarenakan wabah covid 19 ini. Rebahan adalah alternatif mengisi waktu kosong yang panjang hingga menunggu waktu berbuka. Tidak banyak aktivitas yang bisa kulakukan di rumah selain dengan rebahan dan otak-atik ponselku. Sebagian besar pekerjaanku sudah kupindah ke ponsel semua. Jadi, rebahan dan ponsel adalah pasangan yang cocok buatku di masa sekarang.
"Enak aja buntal!", bantahnya. "Coba liat tuh kamu sekarang lebih bulet dari pada aku, hahaha", ledeknya balik. Aku langsung duduk melihat ke cermin lemariku di depan dipan tempatku rebahan. Kulihat muka dan badanku lebih bengkak dan bulat dari biasanya. Hadeh, nular buntalnya ke aku nih "gawat", bathinku ga siap menerima kenyataan pahit ini. Belakangan ini memang aku sudah tidak pernah olahraga lagi, kebanyakam usai subuh aku lebih memilih tidur dan bangun siang.
Kami sama-sama tertawa dan akhirnya sama-sama pasrah dengan kenyataan berbadan buntal. Walau aksi ejek-mengejeknya tidak hanya sampai di sana. Tidak cukup hanya dibuntal-buntalan saja tapi juga sampai ke keluarga kuda nil dan badak serta kerabatnya. Hanya sebatas itu tidak sampai masuk ke hati karena kami memang saling menyayangi satu dan lainnya.
Video call kali ini tak ada pembahasan seru hanya lepas kangen dan say helo saja mengingat kami akan saling merindu dalam waktu yang lama akibat covid kami tidak akan bisa berkumpul dalam waktu dekat ini. Uniku berada di provinsi yang berbeda denganku. Aku rindu pada Si Buntalku yang menyayangiku melebihi dirinya sendiri. Dan dia sebagai pengganti Emak bagiku. "I love Si Buntal, i'm gonna miss u", lirihku sebelum telpon ditutup dan tangisku pecah. "I miss my mom i miss my uni dan keluarganya", ucapku setelah teleponnya kumatikan.
No comments:
Post a Comment