#RWCODOP2020
#OneDayOnePost
#RWCDay17
#Ramadhan2020
Pagi itu usai kami dhuha time, seperti biasa aku menyimak hapalan Alvaro. Murojo'ah paginya dari surah Al- Fajr sampai dengan surah An Naas kalau malam dari surah An Naba' sampai dengan surah Al Mutaffifin. Sudah kebiasaan Alvaro kalau murojo'ah ya sambil main, kali ini dia ngajak main lego. Ga pa pa sih, supaya dia bisa enjoy, releks dan menikmati tidak merasa terpaksa saja. Cusss...
Aku mulai dengan taawudz dan basmallah, Alvaro membersamai bacaanku. Di saat murojo'ah begini aku ga bisa total sambil main dengannya karena biasanya aku pegang mushaf, karena banyak juga surah pendek rentangan surah-surah hapalan Alvaro itu yang aku sendiri juga belum hapal. Jadi alvaro bermain sendiri sambil murojo'ah dan aku menyimak dengan mata mantengin mushaf. Walau sesekali dia minta bantuan kepadaku untuk membuka lego yang berdempet sulit dipisahkan.
Sampai bacaan Alvaro pada surah Al-Alaq dan Al-Qadr.
"بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ"
"innā anzalnāhu fī lailatil-qadr"
"Ohya Al, biasanya kalau tarawih di masjid, surah ini sering dibaca pada malam-malam terakhir di bulan Ramadan" potongku.
Mendengar perkataanku itu Alvaro langsung berhenti melanjutkan bacaannya.
"Oh ya, Miey. Sekarang 17 Ramadan ya, Miey?", tanyanya. Menyesal pula aku memotong bacaannya tadi.
"Belum Al, 17 Ramadan itu besok hari Ahad. Sekarang masih Sabtu 16 Ramadan", jawabku.
"Kata Abbiey 17 Ramadan itu Al-Qur'an jatuh ya, Miey?", tanyanya dan sempat membuatku tertawa geli dengan pertanyaannya. Dibayangan Alvaro menurut pemahanku dari kalimat yang dia utarakan adalah pada tanggal itu Al-Qur'an berjatuhan ke bumi. Aku sempat mendengar kemarin dia ngobrol-ngobrol dengan Abbieynya. Sekilas kudengar Abbieynya bilang bahwa tanggal 17 Ramadhan Al-Qur'an diturunkan ke bumi. Mungkin saat itu begitulah pemahaman harfiah anak-anak seusia Alvaro.
Memang untuk menyampaikan hal baru kepadanya harus dengan cara yang dapat dan mudah dia pahami, dan itu keahlianku, "hmm.." memang belum ada yang di rumah sebisa aku memberikan pehaman kepada Alvaro (bukannya sombong yaa hehe udah terbukti kok, tanya saja Abbiey dan kak Tuti). Biasanya mereka hanya menjelaskan secara sepintas saja, Alvaro yang belum menangkap apa yang dimaksud akan bertanya, "Beneran?" nanti mereka akan katakan, "tanyalah Ummiey kalau ga percaya". Lalu akan kujelaskan detail ke Alvaro dengan kata-kata yang mudah ia pahami. "Segala yang dari hati, akan sampai ke hati", kataku ke mereka saat Alvaro mulai paham.
"Surah yang Alvaro baca tadi mengisahkan tentang malam lailatur qadar", kataku. "Dan biasanya surah ini selalu dibaca pada salat tarawih di malam-malam tanggal 17 Ramadan dan seterusnya di sepuluh hari terakhir Ramadan", tambahku lagi.
"Memangnya apa artinya, Miey", tanya Alvaro yang memang dia selalu minta dibacakan artinya kalau dia murojo'ah. "Alvaro baca ayatnya dan Ummiey baca artinya ya", begitu pintanya.
"Artinya Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar. Malam kemuliaan yaitu malam lebih baik daripada seribu bulan", jelasku.
"Setiap tanggal 17 Ramadan diperingati sebagai malam Nuzulul Quran. Nuzul Qur'an berarti turunnya Al-Qur'an. Jadi Al-Qur'an itu bukan berjatuhan ke bumi, melainkan diturunkan, dalam QS. Al-Anfal ayat 41 Allah berfirman , "Dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami yaitu kepada Rasulullah (Muhammad) di hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan di badar, perang badar", jelasku kepada Alvaro. Sedikit saja dia paham, sudah merupakan satu amal kebaikan yang akan Allah catat sebagai pahala, InsyaAllah. Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam).
"Al-Qur’an turun secara berangsuran yang didahului dengan surat Al-‘Alaq ayat 1-5 yang Al baca sebelumnya tadi", kataku. "Pada saat pengangkatan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi Rasul ialah malam 17 Ramadhan", jelasku.
"Ooo.. kirain aku semua Al-Qur'an itu berjatuhan, Miey. Kena nanti kepala kita kalau jatuh ya kan, Miey?", katanya sambil memegang kepalanya. Kuusap kepalanya.
"Nah, untuk itu. Kita harus selalu dekat dengan Al-Qur'an dengan cara sering-seringlah membaca Al-Qur’an, karena membaca Al-Qur'an sendiri adalah sebuah amal shalih. "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an, HR. At Tirmizdi". Kataku.
"Asiiiyaaap, Ummiey", sambut Alvaro dengan tangan disejajarkan dengan pelipisnya seperti sedang memberikan penghormatan kepada komandan upacara.
"ihdinas siratal mustaqim"
“Tunjukkanlah kami jalan lurus (yaitu, Kitab dan Sunnah).”
(QS. Al-Fatihah : 6)
Alhamduliah wasyukurillah
#OneDayOnePost
#RWCDay17
#Ramadhan2020
Pagi itu usai kami dhuha time, seperti biasa aku menyimak hapalan Alvaro. Murojo'ah paginya dari surah Al- Fajr sampai dengan surah An Naas kalau malam dari surah An Naba' sampai dengan surah Al Mutaffifin. Sudah kebiasaan Alvaro kalau murojo'ah ya sambil main, kali ini dia ngajak main lego. Ga pa pa sih, supaya dia bisa enjoy, releks dan menikmati tidak merasa terpaksa saja. Cusss...
Aku mulai dengan taawudz dan basmallah, Alvaro membersamai bacaanku. Di saat murojo'ah begini aku ga bisa total sambil main dengannya karena biasanya aku pegang mushaf, karena banyak juga surah pendek rentangan surah-surah hapalan Alvaro itu yang aku sendiri juga belum hapal. Jadi alvaro bermain sendiri sambil murojo'ah dan aku menyimak dengan mata mantengin mushaf. Walau sesekali dia minta bantuan kepadaku untuk membuka lego yang berdempet sulit dipisahkan.
Sampai bacaan Alvaro pada surah Al-Alaq dan Al-Qadr.
"بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ"
"innā anzalnāhu fī lailatil-qadr"
"Ohya Al, biasanya kalau tarawih di masjid, surah ini sering dibaca pada malam-malam terakhir di bulan Ramadan" potongku.
Mendengar perkataanku itu Alvaro langsung berhenti melanjutkan bacaannya.
"Oh ya, Miey. Sekarang 17 Ramadan ya, Miey?", tanyanya. Menyesal pula aku memotong bacaannya tadi.
"Belum Al, 17 Ramadan itu besok hari Ahad. Sekarang masih Sabtu 16 Ramadan", jawabku.
"Kata Abbiey 17 Ramadan itu Al-Qur'an jatuh ya, Miey?", tanyanya dan sempat membuatku tertawa geli dengan pertanyaannya. Dibayangan Alvaro menurut pemahanku dari kalimat yang dia utarakan adalah pada tanggal itu Al-Qur'an berjatuhan ke bumi. Aku sempat mendengar kemarin dia ngobrol-ngobrol dengan Abbieynya. Sekilas kudengar Abbieynya bilang bahwa tanggal 17 Ramadhan Al-Qur'an diturunkan ke bumi. Mungkin saat itu begitulah pemahaman harfiah anak-anak seusia Alvaro.
Memang untuk menyampaikan hal baru kepadanya harus dengan cara yang dapat dan mudah dia pahami, dan itu keahlianku, "hmm.." memang belum ada yang di rumah sebisa aku memberikan pehaman kepada Alvaro (bukannya sombong yaa hehe udah terbukti kok, tanya saja Abbiey dan kak Tuti). Biasanya mereka hanya menjelaskan secara sepintas saja, Alvaro yang belum menangkap apa yang dimaksud akan bertanya, "Beneran?" nanti mereka akan katakan, "tanyalah Ummiey kalau ga percaya". Lalu akan kujelaskan detail ke Alvaro dengan kata-kata yang mudah ia pahami. "Segala yang dari hati, akan sampai ke hati", kataku ke mereka saat Alvaro mulai paham.
"Surah yang Alvaro baca tadi mengisahkan tentang malam lailatur qadar", kataku. "Dan biasanya surah ini selalu dibaca pada salat tarawih di malam-malam tanggal 17 Ramadan dan seterusnya di sepuluh hari terakhir Ramadan", tambahku lagi.
"Memangnya apa artinya, Miey", tanya Alvaro yang memang dia selalu minta dibacakan artinya kalau dia murojo'ah. "Alvaro baca ayatnya dan Ummiey baca artinya ya", begitu pintanya.
"Artinya Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar. Malam kemuliaan yaitu malam lebih baik daripada seribu bulan", jelasku.
"Setiap tanggal 17 Ramadan diperingati sebagai malam Nuzulul Quran. Nuzul Qur'an berarti turunnya Al-Qur'an. Jadi Al-Qur'an itu bukan berjatuhan ke bumi, melainkan diturunkan, dalam QS. Al-Anfal ayat 41 Allah berfirman , "Dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami yaitu kepada Rasulullah (Muhammad) di hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan di badar, perang badar", jelasku kepada Alvaro. Sedikit saja dia paham, sudah merupakan satu amal kebaikan yang akan Allah catat sebagai pahala, InsyaAllah. Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam).
"Al-Qur’an turun secara berangsuran yang didahului dengan surat Al-‘Alaq ayat 1-5 yang Al baca sebelumnya tadi", kataku. "Pada saat pengangkatan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi Rasul ialah malam 17 Ramadhan", jelasku.
"Ooo.. kirain aku semua Al-Qur'an itu berjatuhan, Miey. Kena nanti kepala kita kalau jatuh ya kan, Miey?", katanya sambil memegang kepalanya. Kuusap kepalanya.
"Nah, untuk itu. Kita harus selalu dekat dengan Al-Qur'an dengan cara sering-seringlah membaca Al-Qur’an, karena membaca Al-Qur'an sendiri adalah sebuah amal shalih. "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an, HR. At Tirmizdi". Kataku.
"Asiiiyaaap, Ummiey", sambut Alvaro dengan tangan disejajarkan dengan pelipisnya seperti sedang memberikan penghormatan kepada komandan upacara.
"ihdinas siratal mustaqim"
“Tunjukkanlah kami jalan lurus (yaitu, Kitab dan Sunnah).”
(QS. Al-Fatihah : 6)
Alhamduliah wasyukurillah
No comments:
Post a Comment