HOME

Saturday, May 09, 2020

🌸Kolak dalam Kotak🌸

#RWCODOP2020
#OneDayOnePost
#RWCDay16
#Ramadhan2020

Sebelum ashar aku dan Tuti sudah berkutat di dapur. Rela tidur siang kami korbankan agar semua selesai tepat waktu. Kolak kacang ijo sudah siap untuk dimasukkan ke dalam cup kemudian dimasukkan ke dalam kotak. Kelimapuluh kotak itu akan diantarkan ke panti tempat kami biasa berbagi. Panti itu tempat khusus untuk anak-anak seusia Alvaro. Paling besar usianya 12 tahun seusia anak kelas 6 SD. Di tempat itu kami berikan Alavaro edukasi berbagi dan berempati. Anak-anak yang ada di sana rata-rata yatim dan yatim piatu.

"Berlebih ga sih ini, Bu?", tanya tuti sambil menghitung semua kotak. "Ya disengaja itu, Kak, sekalian nanti kita kasih bapak dan anaknya yang sering duduk di samping bak sampah di depan ruko bahan bangunan itu kak", jawabku. "Tuti mau bu satu", potong Tuti. "Hmm.. ya nanti sisihkan saja satu ya, Kak", jawabku. "Dan nanti kita kasih yang ada di jalanan juga, Kak", tambahku lagi.

"Nanti dikirainnya kotak nasi isi sampah, Miey", sambar Alvaro yang sedari tadi menyimak pembicaraan kami. Kami tertawa mendengarnya. "Haha ada-ada saja kamu ini, Dek", kekeh Tuti tak tahan sampai-sampai sebagian kuah kolak tumpah dari cupnya. "Nanti kita kasihkan kotaknya dan minta mereka langsung buka saja atau kita tawarkan untuk bantu membukakan. Supaya kekuatiran mereka sirna", jelasku kepada Alvaro. "Keren.. keren, Miey jadi Ummiey ga dikatain ngefrank", puji Alvaro sambil mengacungkan dua jari jempolnya.

Akhirnya selesai juga semua tepat waktu. Sudah pukul setengah lima. Kami segera bersiap dan akan pergi mengantarkan semua kotak kepada orang-orang yang biizdnillah sudah tercatat hari ini untuk menerimanya. Setelah mengantarkan dan membagikan nasi kotak berisi kolak dalam kotak itu kami langsung pulang ke rumah. Terharu melihat ekspresi bahagia Alvaro saat membagi-bagikan nasi kotak plus berisi Kolak kacang ijo dalam kotak tadi.

Tiba-tiba, "Miey, itu ada kakek tua!, kasihan", ujar Alvaro ketika melihat seorang kakek tua sedang duduk di samping sepedanya yang diparkir di samping ruko tertutup. Terlihat si kakek menunggu waktu berbuka. Memang tinggal beberapa menit lagi beduk akan ditabuh menandakan waktu berbuka tiba. Ia membuka tempat air minum yang sudah usang dengan tangan kanannya yang terlihat sudah lemah karena terlihat berulang-ulang kali ia memutar tutup tempat minum itu dan sebuah plastik yang diikat karet gelang ditaruhnya di atas sandalnya. Seketika itu juga Abbiey menepikan kendaraan yang kami naiki.

"Ayo, Dek. Kita kasih kakek itu kotak nasi ini", kata Tuti cepat. "Tapi kak, bukannya sudah habis?", kataku. "Ini ada satu lagi bu yang Tuti sisihkan untuk Tuti tadi", jelas Tuti sambil membuka pintu mobil lalu turun diikuti Alvaro. "Tunggu kak aku pakai masker dulu", teriak Alvaro. Aku dan abang tersenyum melihat anak berdua itu. Alhamdulillah..

"Robbi habli minassholihin", ucapku dan abang berbarengan. "Aamiin"

No comments:

Post a Comment