--------🌸🌸🌸--------
#RWCODOP2020
#OneDayOnePost
#RWCDay10
#Ramadhan2020
#komunitas.odop
"Bu, gordennya Tuti buka semua ya, mau Tuti cuci", ujar Tuti pagi itu padaku yang sedang asyik bermain dengan Alvaro. "Mumpung Tuti tidak sedang berpuasa, Bu", tambahnya. Tuti memang rajin, di rumah ini dia tidak membatasi diri dalam bekerja, dia tak sungkan untuk membantuku dengan mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Alhamdulillah berkat pengasuhan Tuti juga, alvaro tumbuhkembang dengan sangat baik, setidaknya hingga saat ini, menurutku. Saat ini, untuk bermain sudah bisa bermain sendiri. Tidak seperti dulu, kalau bermain harus selalu ditemani kakak. Sehingga makin ke sini si kakak lebih leluasa membantu Ummiey menyelesaikan pekerjaan di rumah. Dan aku merasa sangat terbantu sekali.
"Ooh ya buka saja, Kak. Nanti ibu bantu buka gorden di jendela kamar ibu", ucapku.
"Kasur di kamar kakak itu kan juga sudah lama tidak dijemur, dijemur saja sekalian supaya tidurnya lebih nyaman dan terasa lebih empuk, kak. Nanti minta tolong ke bapak untuk mengangkatnya ke luar, soalnya lumayan berat juga", kataku. Sambil tertawa Tuti berkata, "Hehe iya bu, sudah lama tidak dijemur, habisnya beberapa harikan ini cuaca mendung, kadang malah hujan, Bu dan memang benar rasanya sudah tidak empuk lagi untuk kita pakai tidur".
Syukur Alvaro sudah bisa kutinggal bermain sendiri. Aku membantu Tuti membuka gorden di kamar dan di ruang lainnya. Tuti mulai merendam semua gorden yang tadi dibuka satu persatu ke dalam baskom besar, sementara suamiku mengangkat kasur dari kamar Tuti untuk dijemur ke halaman belakang. Hari ini matahari bersinar terik, waktu yg tepat buat jemur menjemur.
Sore harinya, Tuti mulai mengangkat jemuran dan melipatnya. Sementara aku menyiapkan menu berbuka puasa, takjil yang diminta Alvaro adalah bubur kacang ijo, on process.
"Besok saja Tuti seterika ya, Bu", ujarnya. "Iya ga pa pa", kataku.
"Kasur belum diangkat bapak, Bu, mungkin bapak ketiduran," katanya kepadaku. Aku tinggalkan bubur kacang ijo tadi lalu segera menuju ke kamar dan melihat suamiku yang tengah tidur sambil mendengkur.
"Tiiiidur dia. Bang, bangun. Sebentar lagi masuk waktu Ashar, itu kasur belum diangkat sepertinya sore ini mulai mendung", kataku sambil menepuk-nepuk bahunya. "Buruan tar diguyur hujan loh", desakku dan berhasil membangunkannya. Dia segera bangkit dan melihat ke arah jendela dengan sempoyongan berdiri menuju ke halaman belakang rumah. Berhasil mengerjainya dengan tersenyum aku menuju ke dapur.
#RWCODOP2020
#OneDayOnePost
#RWCDay10
#Ramadhan2020
#komunitas.odop
"Bu, gordennya Tuti buka semua ya, mau Tuti cuci", ujar Tuti pagi itu padaku yang sedang asyik bermain dengan Alvaro. "Mumpung Tuti tidak sedang berpuasa, Bu", tambahnya. Tuti memang rajin, di rumah ini dia tidak membatasi diri dalam bekerja, dia tak sungkan untuk membantuku dengan mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Alhamdulillah berkat pengasuhan Tuti juga, alvaro tumbuhkembang dengan sangat baik, setidaknya hingga saat ini, menurutku. Saat ini, untuk bermain sudah bisa bermain sendiri. Tidak seperti dulu, kalau bermain harus selalu ditemani kakak. Sehingga makin ke sini si kakak lebih leluasa membantu Ummiey menyelesaikan pekerjaan di rumah. Dan aku merasa sangat terbantu sekali.
"Ooh ya buka saja, Kak. Nanti ibu bantu buka gorden di jendela kamar ibu", ucapku.
"Kasur di kamar kakak itu kan juga sudah lama tidak dijemur, dijemur saja sekalian supaya tidurnya lebih nyaman dan terasa lebih empuk, kak. Nanti minta tolong ke bapak untuk mengangkatnya ke luar, soalnya lumayan berat juga", kataku. Sambil tertawa Tuti berkata, "Hehe iya bu, sudah lama tidak dijemur, habisnya beberapa harikan ini cuaca mendung, kadang malah hujan, Bu dan memang benar rasanya sudah tidak empuk lagi untuk kita pakai tidur".
Syukur Alvaro sudah bisa kutinggal bermain sendiri. Aku membantu Tuti membuka gorden di kamar dan di ruang lainnya. Tuti mulai merendam semua gorden yang tadi dibuka satu persatu ke dalam baskom besar, sementara suamiku mengangkat kasur dari kamar Tuti untuk dijemur ke halaman belakang. Hari ini matahari bersinar terik, waktu yg tepat buat jemur menjemur.
Sore harinya, Tuti mulai mengangkat jemuran dan melipatnya. Sementara aku menyiapkan menu berbuka puasa, takjil yang diminta Alvaro adalah bubur kacang ijo, on process.
"Besok saja Tuti seterika ya, Bu", ujarnya. "Iya ga pa pa", kataku.
"Kasur belum diangkat bapak, Bu, mungkin bapak ketiduran," katanya kepadaku. Aku tinggalkan bubur kacang ijo tadi lalu segera menuju ke kamar dan melihat suamiku yang tengah tidur sambil mendengkur.
"Tiiiidur dia. Bang, bangun. Sebentar lagi masuk waktu Ashar, itu kasur belum diangkat sepertinya sore ini mulai mendung", kataku sambil menepuk-nepuk bahunya. "Buruan tar diguyur hujan loh", desakku dan berhasil membangunkannya. Dia segera bangkit dan melihat ke arah jendela dengan sempoyongan berdiri menuju ke halaman belakang rumah. Berhasil mengerjainya dengan tersenyum aku menuju ke dapur.
No comments:
Post a Comment