HOME

Monday, May 11, 2020

🌸Hore Baju Baru🌸

#RWCODOP2020
#OneDayOnePost
#RWCDay18
#Ramadhan2020

Setengah jam lagi waktunya berbuka tiba. Hari ini berbuka bersama keluarga Abbiey di rumah kami. Walau kebiasaan berbuka bersama kami, tuan rumah diimbau tidak perlu masak banyak-banyak karena yang datang berbuka juga membawa makanan masing-masing. Tetap saja kami ingin menyiapkan segala sesuatunya untuk nanti.

Lima belas menit menjelang berbuka keluarga sudah berangsur-angsur datang. Persiapan pun sudah selesai 99%. Tinggal menata dan menyusun ke atas meja saja lagi. Semakin ramai dengan riuhnya anak keponakan yang bermain dan berebut mainan, maklumlah mereka hampir seusia dari usia balita hingga batita. Ada yang bermain bersama, menangis karena menginginkan mainan yang dipegang oleh yang lain, dan ada yang bekejaran berlari-larian.

Melihat keponakan masih kecil-kecil aku teringat baju-baju Alvaro seusia mereka kusimpan rapi di dalam lemari. Sudah dari lama aku ingin membagikan baju-baju itu hanya saja belum ada kesempatan. Aku langsung mengambil tas baju-baju tersebut dan membuka lipatan baju satu demi satu. Kucocok-cocokkan untuk siapa-siapanya. Keponakan semuanya laki-laki jadi pas lah mendapat baju turunan dari Alvaro

"Ini dipilih... dipilih. Baju yang ini pasangannya dengan celana yang ini", kataku sambil membongkar-bongkar layaknya pedagang di pasar malam saja. Adik iparku menoleh dan mulai mendekat. Awalnya mereka bingung, apa-apaan ini pakai gelar dagangan. Setelah mereka melihat jenis dan model pakaiannya mereka merasa itu pas dan cocok dengan anaknya mereka lalu memilih dan mengambilnya.

Alvaro adalah anak kami semata wayang, sejak ada Alvaro aku lebih sering membelikan dia baju ketimbang baju untuk diriku sendiri. Aku memilihkan baju untuknya tidak seperti kebanyakan orang tua yang lain, yang memilihkan baju-baju motif dan corak yang rame. Aku lebih cenderung memilihkan baju kaos, dan kemeja polos serta jins dan celana bahan untuk Alvaro. "Fashionable" kata orang-orang yang mengenalku. Walau pakaiannya seperti pakaian orang dewasa namun pakaian Alvaro kubeli di kids fashion online maupun offline.

Kondisi semua baju Alvaro itu memang masih bagus. Maklumlah kalau baju anak-anak cepat sempitnya karena anak-anak pertumbuhannya sangat cepat dtambah lagi aku lebih suka memilihkan baju yang pres body. Jadi baju itu tersimpan hanya karena sudah sempit saja. "Alhamdulillah ini bisa jadi baju lebaran, tak perlu yang baru tapi masih seperti baru", kata salah seorang adik iparku itu. Benar saja baju-baju itu seperti baru bedanya tidak dibungkus plastik saja. "Lumayan", kata suamiku. "Ini bisa untuk lebaran tidak usah beli yang baru lagi", ujarnya kepada salah seorang adiknya yang terdampak covid 19. Dari pada beli-beli baju mending uangnya bisa dipakai untuk kebutuhan lainnya.

"Iya, ini masih bagus-bagus", Ibu mertuaku menambahkan. Jadi uang yang ada bisa digunakan untuk menunaikan zakat dan untuk kebutuhan pokok lainnya", ucapnya lagi. Suasana jadi kayak pasar kaget saja. "Ini mana pasangannya?", adik-adik memilih-milih mana yang cocok untuk anaknya. Tak jarang mereka menarik dan mengambil baju yang sama akhirnya tawa kami pun pecah karena mereka berebut. "Itu aku duluan ambil", histeris adikku yang satunya. Ramenya sudah ngalahin anak-anak yang riuh tadi. "Oh ya, ada sepatu dan sandal Alvaro juga tu di dalam kantong plastik di gudang", ingatku. Aku meminta Tuti untuk mengambilkannya di gudang.

Tidak terasa waktu berbuka tiba, pasar kaget ini harus segera ditutup. Kuatir diusir kamtib karena sebentar lagi mereka akan turun untuk merazia yang masih gelar dagangan di jam-jam berbuka puasa ini. Kulihat barang daganganku semua ludes tidak bersisa. Turut bahagia bisa berbagi walau pakaian bekas tapi masih sangat layak pakai dan berbaginya juga ke saudara sendiri apalagi bisa meringankan beban mereka yang terdampak covid 19, tidak perlu lagi menyiapkan budget untuk baju baru di hari lebaran. Utamanya berhari raya adalah silaturahiimnya, dan walau lebaran tahun ini hanya di rumah saja, tidak mengurangi rasa suka cita kita.

No comments:

Post a Comment