Beruntung sekali aku yang tinggalnya di dekat masjid. Apalagi Masjid ini adalah masjid terbesar di kotaku, Masjid Agung Al Falah namanya masjid kebanggaan kami. Lokasinya merupakan pusat kerajaan Melayu Jambi dan berdiri di lahan bekas Istana Tanah Pilih dari Sultan Thaha Syaifudin. Dikenal sebagai Masjid 1000 Tiang dibangun pada tahun 1971 dan selesai pada tahun 1980, meskipun jumlah tiangnya tidak sampai 1000 buah. Bangunan masjid ini memang seperti sebuah pendopo terbuka dengan banyak tiang penyangga dan satu kubah besar di atasnya. Bentuk bangunan dengan konsep keterbukaan tanpa sekat seperti ini menghasilkan konsep ramah.
Sore itu langit tidak menampakkan merahnya. Aku dan teman-teman masa kecilku berlari-lari mengejar rinai di depan kami yang mulai membasahi tanah yang kami lalui. Dengan mukena, sejadah, dan sarung digunakan untuk melindungi tubuh dan kepala dari rinai yang semakin deras. Niat datang ke masjid tak surut ditambah keramahan pak ustaz yang dengan lembut tutur katanya membuat kami sayang tuk melewatkan momen itu setiap harinya.
Halaman masjid yang sangat luas menjadi arena bermain kami sebelum mulai mengaji. Luasnya lebih dari 2,7 hektar mengelilingi masjid yang berbentuk bujursangkar ini. Keindahan masjid semakin tampak karena dikelilingi kolam di keempat sisinya sambung menyambung tidak putus, aku membayangkan bak istana Ratu Balqis yang terdapat air di bawah istananya seperti cerita ustaz tentang kisah Nabi Sulaiman. Terkadang kolam itu kosong tak berair karena sedang dibersihkan. Tak jarang aku dan kawan-kawan terjun ke dalamnya bekejar-kejaran dan tanpa sadar kami sudah mengililingi Masjid dengan ukuran 80m x 80m itu.
Masjid ini digunakan sebagai tempat ibadah, selain dipakai untuk salat berjamaah lima waktu, munfarid, salat idul fitri, dan Idul Adha juga tak jarang dipakai untuk kegiatan majelis taklim, perayaan hari besar keagamaan, dan baksos. Di masjid ini kami juga belajar agama, mengaji, dan juga mendengarkan kisah Nabi Allah dan sewaktu aku remaja pernah kursus Bahasa Arab dan Inggris juga, gratis loh!
Kami salat magrib, mengaji dan isya di masjid. Ba'da isya kami pulang ke rumah masing-masing. Ketika malam hari, megahnya masjid semakin bertambah-tambah, masjid yang tak berdinding dan berpintu ini di kala malam terlihat sangat indah dengan lampu yang membuatnya bercahaya bak berada di atas awan seperti di negri dongeng.
Rinduku pada suasana itu, rinduku bisa kembali ke rumahku di dekat masjid itu.
Sejak tahun 1988, di sekitar masjid dibangun sebuah sekolah Islam ternama di kotaku, sekolah Islam pertama di kota ini. SD Islam Al falah namanya, sesuai dengan nama masjid tempat ia didirikan. Sedari dulu aku membayangkan dapat bersekolah di sana. Aah.. mana mungkin, aku membuyarkan khayalanku untuk dapat bersekolah di tempat seperti itu. Dengan adanya pusat pendidikan Islam di sana, masjid ini semakin dimakmurkan karena dimanfaatkan oleh siswa-siswinya dengan segala aktivitas keagamaan. Dan beruntungnya aku, sejak pendidikan kuselesaikan, tahun 2003 aku mengajar di sana menjadi guru tetap yayasan. Semoga aku bisa menjadi bagian hambaNya yang memakmurkan rumahNya. Aamiin.
Kenangan puluhan tahun silam masih melekat di benakku. Rinduku sedikit terobati.
-sekian puluh tahun silam-
#RWCODOP2020
#OneDayOnePost
#RWCDay13
#Ramadhan2020
@komunitas.odop
Source: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Masjid_Agung_Al-Falah
Sore itu langit tidak menampakkan merahnya. Aku dan teman-teman masa kecilku berlari-lari mengejar rinai di depan kami yang mulai membasahi tanah yang kami lalui. Dengan mukena, sejadah, dan sarung digunakan untuk melindungi tubuh dan kepala dari rinai yang semakin deras. Niat datang ke masjid tak surut ditambah keramahan pak ustaz yang dengan lembut tutur katanya membuat kami sayang tuk melewatkan momen itu setiap harinya.
Halaman masjid yang sangat luas menjadi arena bermain kami sebelum mulai mengaji. Luasnya lebih dari 2,7 hektar mengelilingi masjid yang berbentuk bujursangkar ini. Keindahan masjid semakin tampak karena dikelilingi kolam di keempat sisinya sambung menyambung tidak putus, aku membayangkan bak istana Ratu Balqis yang terdapat air di bawah istananya seperti cerita ustaz tentang kisah Nabi Sulaiman. Terkadang kolam itu kosong tak berair karena sedang dibersihkan. Tak jarang aku dan kawan-kawan terjun ke dalamnya bekejar-kejaran dan tanpa sadar kami sudah mengililingi Masjid dengan ukuran 80m x 80m itu.
Masjid ini digunakan sebagai tempat ibadah, selain dipakai untuk salat berjamaah lima waktu, munfarid, salat idul fitri, dan Idul Adha juga tak jarang dipakai untuk kegiatan majelis taklim, perayaan hari besar keagamaan, dan baksos. Di masjid ini kami juga belajar agama, mengaji, dan juga mendengarkan kisah Nabi Allah dan sewaktu aku remaja pernah kursus Bahasa Arab dan Inggris juga, gratis loh!
Kami salat magrib, mengaji dan isya di masjid. Ba'da isya kami pulang ke rumah masing-masing. Ketika malam hari, megahnya masjid semakin bertambah-tambah, masjid yang tak berdinding dan berpintu ini di kala malam terlihat sangat indah dengan lampu yang membuatnya bercahaya bak berada di atas awan seperti di negri dongeng.
Rinduku pada suasana itu, rinduku bisa kembali ke rumahku di dekat masjid itu.
Sejak tahun 1988, di sekitar masjid dibangun sebuah sekolah Islam ternama di kotaku, sekolah Islam pertama di kota ini. SD Islam Al falah namanya, sesuai dengan nama masjid tempat ia didirikan. Sedari dulu aku membayangkan dapat bersekolah di sana. Aah.. mana mungkin, aku membuyarkan khayalanku untuk dapat bersekolah di tempat seperti itu. Dengan adanya pusat pendidikan Islam di sana, masjid ini semakin dimakmurkan karena dimanfaatkan oleh siswa-siswinya dengan segala aktivitas keagamaan. Dan beruntungnya aku, sejak pendidikan kuselesaikan, tahun 2003 aku mengajar di sana menjadi guru tetap yayasan. Semoga aku bisa menjadi bagian hambaNya yang memakmurkan rumahNya. Aamiin.
Kenangan puluhan tahun silam masih melekat di benakku. Rinduku sedikit terobati.
-sekian puluh tahun silam-
#RWCODOP2020
#OneDayOnePost
#RWCDay13
#Ramadhan2020
@komunitas.odop
Source: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Masjid_Agung_Al-Falah
No comments:
Post a Comment