"Allahumma barik lana fi rajaba wa sya’bana wa balighna Ramadhana.Ya Allah, berkahilah umur kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah (umur) kami hingga bulan Ramadhan.
💚
Ramadan datang lalu pergi bukan tiba-tiba.
Dengan kenangan yang ditinggalkan, tak kan mampu menghapus jejaknya.
Lagi sayang-sayangnya membuat sedih di hati tak terperi terasa.
Para bucin sangat bisa menggambarkan rasanya lukanya.
Kepergiannya akan membuat sedih bagi yang mendambanya.
💚
Day by day, sudah barang tentu terasa kurang pembelajaran tentang pernak-pernik, hal ihwal Ramadan teruntuk kita semua wabilkhusus buat anandaku Alvaro. Sedikit cuma, bak tetesan air di kala dahaga di gurun pasir. Jadilah, itu sudah seharusnya disyukuri walau baru printilannya namun telah dapat membasahi kerongkongan yang kerontang akan hausnya ilmu. Namun, tentang ilmu, tidak ada batasan untuk mencarinya dan tidak ada kata puas dalam mempelajarinya. Belajar itu sepanjang hayat dari buai sampai lahat kata pak ustaz dalam hadist yang terucap.
💚
Begitu cepat waktu berganti, tiada terasa tinggal hitungan jam, iya hitungan jam, 3 kali 24 jam waktu tersisa bersamanya. Syawal pun telah menanti. Setelah itu entah kita akan bersama lagi atau tidak. Entah bisa lagi merasakan hangat suasana bersamanya atau tidak.
Entah dapat meraih berkah dengannya lagi atau tidak. Sepanjang Ramadan ini, Alvaro baru mengenal tentang sahur, tarawih, witir, takjil, ngabuburit, nuzul Qur'an, lailatul qadr dan beberapa pernak-pernik lainnya yang menarik dan tentu saja unik bagi anak yang baru mengenalnya. Itu juga belumlah dalam, sedalam hatimu yang dimabuk cinta dan belumlah luas, seluas maafmu di kala lebaran tiba nanti.
💚
Akhirnya, Terjebak Hilal Ramadan (THR) lagi dan lagi, ikhlas tidak ikhlas harus dilepas berharap ketika dia kembali diri ini masih setia menanti, hati ini tetap merintih memohon hadirnya esok hari. Rasa enggan diri ini ditinggalkannya, karena ingin selalu mengajarkan hal baru yang penuh hikmah tentangnya untuk sang buah hati juga sebagai pembelajaran terhadap diri yang masih sering lalai dibuai nikmatnya surga dunia yang fana.
💚
Jebakan ini bukanlah jebakan batman, yang dibuat untuk mengerjai dan dijadikan bahan tertawaan tanpa nilai dan kebermanfaatan lalu hilang tanpa kesan. Namun, jebakan hilal ramadan ini membuat kita justru mampu memaknai setiap skenario yang dijalani bersamanya dan selesainya harus memberi kesan terhadap tempat, waktu, dan keadaan yang dilaluinya. Sehingga rasa rindu terhadapnya tak pernah pudar sampai kapanpun sampai nyawa berpisah dengan raga. Kutunggu kau Ramadan berharap Tuhan mempertemukan kita kembali. Aamiin
💚
Bulan Ramadan datangnya dengan 3 kekhasannya yang tak dimiliki dan tak tertandingi oleh bulan-bulan lainnya, di mana pada 10 hari pertama adalah fase rahmat, 10 hari kedua adalah fase maghfirah, 10 hari terakhir adalah fase dibebaskan dari api neraka. Ramadan selalu di hati dan selalu dinanti oleh orang-orang yang mencintainya.
Kuterjebak THR. Terjebak Hilal Ramadan...
💚
Ramadan datang lalu pergi bukan tiba-tiba.
Dengan kenangan yang ditinggalkan, tak kan mampu menghapus jejaknya.
Lagi sayang-sayangnya membuat sedih di hati tak terperi terasa.
Para bucin sangat bisa menggambarkan rasanya lukanya.
Kepergiannya akan membuat sedih bagi yang mendambanya.
💚
Day by day, sudah barang tentu terasa kurang pembelajaran tentang pernak-pernik, hal ihwal Ramadan teruntuk kita semua wabilkhusus buat anandaku Alvaro. Sedikit cuma, bak tetesan air di kala dahaga di gurun pasir. Jadilah, itu sudah seharusnya disyukuri walau baru printilannya namun telah dapat membasahi kerongkongan yang kerontang akan hausnya ilmu. Namun, tentang ilmu, tidak ada batasan untuk mencarinya dan tidak ada kata puas dalam mempelajarinya. Belajar itu sepanjang hayat dari buai sampai lahat kata pak ustaz dalam hadist yang terucap.
💚
Begitu cepat waktu berganti, tiada terasa tinggal hitungan jam, iya hitungan jam, 3 kali 24 jam waktu tersisa bersamanya. Syawal pun telah menanti. Setelah itu entah kita akan bersama lagi atau tidak. Entah bisa lagi merasakan hangat suasana bersamanya atau tidak.
Entah dapat meraih berkah dengannya lagi atau tidak. Sepanjang Ramadan ini, Alvaro baru mengenal tentang sahur, tarawih, witir, takjil, ngabuburit, nuzul Qur'an, lailatul qadr dan beberapa pernak-pernik lainnya yang menarik dan tentu saja unik bagi anak yang baru mengenalnya. Itu juga belumlah dalam, sedalam hatimu yang dimabuk cinta dan belumlah luas, seluas maafmu di kala lebaran tiba nanti.
💚
Akhirnya, Terjebak Hilal Ramadan (THR) lagi dan lagi, ikhlas tidak ikhlas harus dilepas berharap ketika dia kembali diri ini masih setia menanti, hati ini tetap merintih memohon hadirnya esok hari. Rasa enggan diri ini ditinggalkannya, karena ingin selalu mengajarkan hal baru yang penuh hikmah tentangnya untuk sang buah hati juga sebagai pembelajaran terhadap diri yang masih sering lalai dibuai nikmatnya surga dunia yang fana.
💚
Jebakan ini bukanlah jebakan batman, yang dibuat untuk mengerjai dan dijadikan bahan tertawaan tanpa nilai dan kebermanfaatan lalu hilang tanpa kesan. Namun, jebakan hilal ramadan ini membuat kita justru mampu memaknai setiap skenario yang dijalani bersamanya dan selesainya harus memberi kesan terhadap tempat, waktu, dan keadaan yang dilaluinya. Sehingga rasa rindu terhadapnya tak pernah pudar sampai kapanpun sampai nyawa berpisah dengan raga. Kutunggu kau Ramadan berharap Tuhan mempertemukan kita kembali. Aamiin
💚
Bulan Ramadan datangnya dengan 3 kekhasannya yang tak dimiliki dan tak tertandingi oleh bulan-bulan lainnya, di mana pada 10 hari pertama adalah fase rahmat, 10 hari kedua adalah fase maghfirah, 10 hari terakhir adalah fase dibebaskan dari api neraka. Ramadan selalu di hati dan selalu dinanti oleh orang-orang yang mencintainya.
Kuterjebak THR. Terjebak Hilal Ramadan...
No comments:
Post a Comment