Ketupat, nama yg nyaris ga dapat dipisah dengan Lebaran. Menu lebaran favorit keluarga kami adalah ketupat dan gulai nangka. Menu spesial dan wajib ada di hari lebaran. Ini menu yang ngangenin banget apalagi ditambah rendang dengan ditaburi bawang goreng serta dilengkapi kerupuk di atasnya. Lebaran tahun ini tentunya ga seperti tahun-tahun sebelumnya. Benerkan?
Eiitss..., maksudnya untukku. Bagaimana ga coba? Tahun-tahun sebelumnya aku selalu bergantung pada emak untuk melengkapi lebaranku dengan ketupat dan gulai nangkanya. Namun tahun ini berbeda. Tahun ini Syawal kusambut dengan suka cita. Setelah kepergian emak aku ga pernah bisa melupakan emak. Aku ga boleh soerti ini terus. Emak sudah tenang di sana, InsyaAllah, di tempat yang terindah di sisiNya, Aamiin Allahumma Aamiin..
Tampaknya tahun ini aku ga bergairah untuk menyambut bulan Syawal. Jangankan untuk menyiapkan pernak-perniknya, untuk memikirkan menu lebaran yang wajib ada saja aku malas. Tiba-tiba aku dikagetkan suara nyaring Alvaro.
"Ummiey, kata Abbiey kalau lebaran itu ada ketupat ya, Miey? Waah, aku suka ketupat, Miey. Ketupat lebaran Ummiey pasti enak", celotehnya. Aku mengangguk pelan kuhela nafas panjang. "Dua hari lagi lebaran... yeee". Alvaro berlari ke kamar menemui Abbieynya dan bilang kalau Ummiey akan buatkan ketupat lebaran.
Pagi itu, "Semangat ya sayang, kamu pasti bisa. Buktikan padanya dan aku kalau menu lebaran kali ini spesial dimasakan dengan cinta", tepuk lembut abang di bahuku.
Aku hempaskan semua rasa yang selama ini membuatku jadi tak bergairah. Aku ga boleh egois. Hidup dan mati rahasia Illahi, ikhlas dengan takdirnya adalah harga mati. Yaa, emak sudah tenang di sana tak seharusnya aku terus memberatkan emak dengan sedih yang berlarut-larut. Rasa kehilangan memang ga bisa kupungkiri namun ikhlas adalah obat mujarab untukku. Orang-orang di sekelilingku ingin melihatku bisa move on setelah kepergian emak.
Aku mulai disibukkan dengan aktivitas belanja dan memasak pagi itu, aah.. emak pasti bahagia melihat aku bisa mandiri, masak dan menyiapkan menu lebaran sendiri. Sudah berulang-ulang emak bilang dan meyakiniku bahwa aku bisa untuk masak sendiri. Semua modal dari resep hingga pengalaman memasak saat membantu emak sudah kukantongi. Aku tinggal membangun rasa percaya diri. Memasak itu feel, kata-kata juri chef di tv ketika mencoba membuat peserta tantangan memasak di programnya menjadi percaya diri. "Yaaa feel!"
"Taraaa... this is it, ketupat lebaran dan gulai nangka spesial ditaburi bawang goreng gurih dan kerupuk emping di atasnya tersaji dalam sebuah mangkok keramik putih untuk Cibubumiey", kataku bersemangat dan puas dengan kerjaku. "Dan rendang dimasak dengan cinta untukmu, sayang", bisikku lembut di telinga suamiku yang senantiasa menyemangatiku dan membuat aku mampu move on.
"Alhamdulillah, aku ga sabaran pengen cobainnya. Makasih Ummieyaaaa", itu panggilan sayang Alvaro untukku. Dia yang selalu kupanggil manja dengan Cibubumiey yang artinya adalah si buruk busuk ummiey (read: ci buluk bucuk Ummiey). Kata orang-orang tua dulu, memuji anak kecil itu pamalik, jadi jangan bilang ganteng tapi sebut buruk, wangi sebut dengan busuk.. aah itu memang ga berdalil tapi nama itu sudah melekat sebagai panggilan kesayanganku padanya.
Berbagi sedikit tentang ucapan yang berdalil ketika memuji sesuatu atau seseorang dengan kelebihannya “Masya Allah, la quwwata illa billah”
(Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah", sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu. Al Kahfi 39.
Dengan melafadzkan “Maasyaa Allah” ketika kita mengaggumi kelebihan yang dimiliki orang lain, diharapkan orang tersebut tidak terkena penyakit ‘ain disebabkan pandangan kita. Karena penyakit ‘ain ini dapat terjadi baik kita sengaja ataupun tidak.
Nah…yang sering menarik pandangan seseorang adalah tingkah dan fisik anak kecil yang menggoda. Pipinya yang lucu, matanya yang nakal dan lain sebagainya. Lalu datanglah pujian dari sanak, saudara atau teman sekitar kita. Namun kita mungkin lupa, bahwa anak juga merupakan anugrah yang dapat terkena ‘ain. Maka, ingatkanlah orang-orang sekitar untuk mengucapkan masya Allah ketika memberikan pujian kepada anak kita. Begitupula dengan kita sendiri ketika memuji anak atau benda milik seseorang, maka ucapkanlah ‘maasyaa Allah’ ini.
Bahagianya bisa mempersembahkan menu spesial dengan cinta buat orang yang kusayang.
Aku senang, tradisi lebaran dengan ketupat dan gulai nangka ini hadir di rumahku. "Mak, Alhandulillah aku berhasil, resep emak sukses kueskekusi. Al Fatihah", senantiasa untuk emak.
Eiitss..., maksudnya untukku. Bagaimana ga coba? Tahun-tahun sebelumnya aku selalu bergantung pada emak untuk melengkapi lebaranku dengan ketupat dan gulai nangkanya. Namun tahun ini berbeda. Tahun ini Syawal kusambut dengan suka cita. Setelah kepergian emak aku ga pernah bisa melupakan emak. Aku ga boleh soerti ini terus. Emak sudah tenang di sana, InsyaAllah, di tempat yang terindah di sisiNya, Aamiin Allahumma Aamiin..
Tampaknya tahun ini aku ga bergairah untuk menyambut bulan Syawal. Jangankan untuk menyiapkan pernak-perniknya, untuk memikirkan menu lebaran yang wajib ada saja aku malas. Tiba-tiba aku dikagetkan suara nyaring Alvaro.
"Ummiey, kata Abbiey kalau lebaran itu ada ketupat ya, Miey? Waah, aku suka ketupat, Miey. Ketupat lebaran Ummiey pasti enak", celotehnya. Aku mengangguk pelan kuhela nafas panjang. "Dua hari lagi lebaran... yeee". Alvaro berlari ke kamar menemui Abbieynya dan bilang kalau Ummiey akan buatkan ketupat lebaran.
Pagi itu, "Semangat ya sayang, kamu pasti bisa. Buktikan padanya dan aku kalau menu lebaran kali ini spesial dimasakan dengan cinta", tepuk lembut abang di bahuku.
Aku hempaskan semua rasa yang selama ini membuatku jadi tak bergairah. Aku ga boleh egois. Hidup dan mati rahasia Illahi, ikhlas dengan takdirnya adalah harga mati. Yaa, emak sudah tenang di sana tak seharusnya aku terus memberatkan emak dengan sedih yang berlarut-larut. Rasa kehilangan memang ga bisa kupungkiri namun ikhlas adalah obat mujarab untukku. Orang-orang di sekelilingku ingin melihatku bisa move on setelah kepergian emak.
Aku mulai disibukkan dengan aktivitas belanja dan memasak pagi itu, aah.. emak pasti bahagia melihat aku bisa mandiri, masak dan menyiapkan menu lebaran sendiri. Sudah berulang-ulang emak bilang dan meyakiniku bahwa aku bisa untuk masak sendiri. Semua modal dari resep hingga pengalaman memasak saat membantu emak sudah kukantongi. Aku tinggal membangun rasa percaya diri. Memasak itu feel, kata-kata juri chef di tv ketika mencoba membuat peserta tantangan memasak di programnya menjadi percaya diri. "Yaaa feel!"
"Taraaa... this is it, ketupat lebaran dan gulai nangka spesial ditaburi bawang goreng gurih dan kerupuk emping di atasnya tersaji dalam sebuah mangkok keramik putih untuk Cibubumiey", kataku bersemangat dan puas dengan kerjaku. "Dan rendang dimasak dengan cinta untukmu, sayang", bisikku lembut di telinga suamiku yang senantiasa menyemangatiku dan membuat aku mampu move on.
"Alhamdulillah, aku ga sabaran pengen cobainnya. Makasih Ummieyaaaa", itu panggilan sayang Alvaro untukku. Dia yang selalu kupanggil manja dengan Cibubumiey yang artinya adalah si buruk busuk ummiey (read: ci buluk bucuk Ummiey). Kata orang-orang tua dulu, memuji anak kecil itu pamalik, jadi jangan bilang ganteng tapi sebut buruk, wangi sebut dengan busuk.. aah itu memang ga berdalil tapi nama itu sudah melekat sebagai panggilan kesayanganku padanya.
Berbagi sedikit tentang ucapan yang berdalil ketika memuji sesuatu atau seseorang dengan kelebihannya “Masya Allah, la quwwata illa billah”
(Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah", sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu. Al Kahfi 39.
Dengan melafadzkan “Maasyaa Allah” ketika kita mengaggumi kelebihan yang dimiliki orang lain, diharapkan orang tersebut tidak terkena penyakit ‘ain disebabkan pandangan kita. Karena penyakit ‘ain ini dapat terjadi baik kita sengaja ataupun tidak.
Nah…yang sering menarik pandangan seseorang adalah tingkah dan fisik anak kecil yang menggoda. Pipinya yang lucu, matanya yang nakal dan lain sebagainya. Lalu datanglah pujian dari sanak, saudara atau teman sekitar kita. Namun kita mungkin lupa, bahwa anak juga merupakan anugrah yang dapat terkena ‘ain. Maka, ingatkanlah orang-orang sekitar untuk mengucapkan masya Allah ketika memberikan pujian kepada anak kita. Begitupula dengan kita sendiri ketika memuji anak atau benda milik seseorang, maka ucapkanlah ‘maasyaa Allah’ ini.
Bahagianya bisa mempersembahkan menu spesial dengan cinta buat orang yang kusayang.
Aku senang, tradisi lebaran dengan ketupat dan gulai nangka ini hadir di rumahku. "Mak, Alhandulillah aku berhasil, resep emak sukses kueskekusi. Al Fatihah", senantiasa untuk emak.