“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
_HR. Bukhari dan Muslim_
Pernah mendengar atau diberikan pertanyaan atau komentar berikut, Gaes?.
"Kuliahnya belum selesai-selesai juga? Kamu ngapain aja kuliahnya?"
"Kapan nikah? Udah tua, ga takut jadi gadis tua?"
"Eh, apa kabar? Belum hamil juga? Lama ya.."
_______
Sebagian dari orang mungkin ada yang pernah diberikan pertanyaan-pertanyaan atau komentar-komentar julid seperti beberapa contoh di atas. Atau jangan-jangan kitalah yang melakukan hal tersebut kepada orang lain.
Keadaan seperti ini banyak ditemukan di luaran sana, baik di dunia nyata maupun di dunia maya yang berkomentar tidak mengenakkan hati bagi yang dikomentari.
Hal itu bisa saja disebabkan oleh kurangnya rasa empati pada diri. Kamu harus memiliki rasa empati agar dapat membangun kehidupan sosial yang baik dengan orang lain. Apa itu empati? Menurut KBBI empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.
Lalu apa sih tanda kamu kurang berempati? Kita bisa mengetahui tanda orang yang sudah kehilangan empatinya terhadap orang lain dari beberapa ciri-cirinya yaitu di antaranya adalah, selalu merasa benar, suka memberi kritikan dengan tujuan menjatuhkan, suka berkata yang menyakitkan, dan sulit menerima kelebihan orang lain.
Dari tanda-tanda yang disebutkan di atas. Ada tidak tanda itu pada diri kamu?
Atau pada diri orang-orang yang ada di sekitar kamu?
Sebagaimana yang disebutkan pada hadits di atas. Kita sudah diatur dalam bergaul dengan berkata baik atau diam hal itu termasuk etika yang sangat utama dalam Islam, yaitu meninggalkan hal-hal yang kurang bermanfaat kita. Tentu kamu pernah dong mendengar atau membaca quote yang berbunyi
"Dua tangan kita ga bisa buat menutup mulut banyak orang tetapi dua tangan kita cukup untuk bisa menutup dua telinga kita sendiri"
Namun, pada kenyataannya kamu tentu sangat sulit untuk mengendalikan sikap, perilaku, dan perkataan orang lain terhadap diri kamu. Jadi sebaiknya kamulah yang belajar agar mempunyai cara untuk memberikan respon baik dari pertanyaan atau komentar yang tidak mengenakkan itu.
Jangan sampai kamu justru balik memberikan jawaban atau respon pedas atas pertanyaan atau komentar julid itu ya...
Nah, bagaimana cara kita agar tidak baper dengan pertanyaan atau komentar semacam itu?
Di sini kamu coba melakukan cara menghadapi pertanyaan dan komentar julid orang-orang.
Cara agar tidak baperan saat diajukan pertanyaan atau diberi komentar julid versi aku adalah:
Tidak membalas komentarnya dengan yang lebih julid
Iya dong, kalau kamu balas dengan komentar atau respon yang julid lagi atau lebih julid lagi, apa bedanya kamu sama mereka. Think before speak! Sabi dong! Kalau mau dibalas juga, balaslah dengan komentar yang baik dan bijak ya…
Disenyumin aja
Kalau kamu ditanya dengan perrtanyaan yang kamu anggap itu ga perlu untuk dijawab dan akan panjang ceritanya. Lebih baik disenyumin aja. Bukankah senyummu dihadapan saudaramu adalah ibadah, ya kan? Ya udah, kita ga balas julid tapi kita peroleh pahala dari ibadah tersenyum tadi.
Minta didoakan ke mereka,
Iya dong, daripada sewot-sewotan dan baperan mending kita minta didoain siapa tau mustajab apalagi doanya ketika kita sedang terdzolimi hik..hik…
dan kalau kamu emang ga baper respon aja seadanya.
Mungkin ini bisa kamu lakukan jika memang pertanyaan dan komentar itu masih bisa dijawab realistis. Aman toh? Sabi ya!
Silakan kalau kalian punya cara menghadapi hal serupa gaes? Share di kolom komentar yaa π
Salam damai,
Think Positive feel positive ya, gaes
Belajar Beropini, Just Opinion
Juni 2022


MasyaAllah, pagi-pagi sudah dapat nasihat. Btw, aku juga pernah di julidin org dari belakang. Tapi karena mereka ngomongnya di belakang aku, aku pun pura-pura ngga tau aja. Lama-lama lupa sendiri. Mungkin komentar mereka ada yang bisa menjadi introspeksi buat diri, tapi ada juga yang engga.
ReplyDeleteIya benar. Jd kt hy perlu mngndalikan diri, prkataan kt sndri. Selebihnya easy going aj lahπ
ReplyDeleteTidak perlu diladeni, karena hal itu tidak bisa kita kendalikan
ReplyDelete