HOME

Friday, June 17, 2022

Doa Sahabat


Canva.com


Sebenarnya Fe sudah curiga kepada sahabatnya itu, tetapi Ia selalu berusaha menampik pikiran negatif yang sering melintas dibenaknya.


"Ki, sudah nggak perawan lagi." Cerita Zaskiy sedih.


"Makanya Ki minta dinikahkan cepat." Fe terdiam.


Fe prihatin mendengar kisah sahabatnya itu. Fe dan Zaskiy bersahabat sejak mereka berseragam putih abu-abu. Fe mengenal Zaskiy dengan keluguannya. Beberapa tahun setelah mereka tamat sekolah. Fe melanjutkan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur undangan SNMPTN. Sementara sahabatnya itu memutuskan pergi merantau ke Batam.


Fe menjadi mahasiswa dengan padatnya kegiatan dan banyaknya tugas, serta Fe juga mengambil pekerjaan di luar jam kuliahnya. Sedangkan Zaskiy menjadi pramuniaga di sebuah toko furniture. Dengan kesibukkan masing-masing, mereka semakin jarang berkomunikasi.


Empat tahun menjadi mahasiswa akhirnya Fe menyelesaikan kuliahnya, kemudian Ia diwisuda. Fe mulai fokus dengan pekerjaannya dan serius dengan hubungannya bersama Frans. Frans adalah teman Fe satu universitas tapi beda fakultas. Mereka merencanakan untuk berumah tangga di bulan Safar tahun ini, itu artinya persiapan tinggal sebulan lagi. Saking bahagianya Fe memberi kabar gembira kepada sahabatnya itu melalui pesan singkat di whatsapp. Fe tahu kalau Zazkiy tidak bisa ditelepon dalam jam kerja. Namun, komunikasi di antara mereka mulai terjalin sejak saat itu.


"Sorry ya Fe, Ki ga bisa datang di hari bahagiamu. Mudah-mudahan lebaran Syawal nanti Ki balik ke Jambi." Balasan dari Zaskiy untuk Fe melalui whatsapp. Fe dapat memahami kondisi Zaskiy, Ia tidak memaksakan Zaskiy untuk dapat hadir. Ia hanya meminta doa restu dari sahabatnya. 

_________________________

Dua bulan lebih umur pernikahan Fe dan Frans. Saat ini Fe sedang mengandung buah cintanya bersama Frans. Seperti janjinya, Zaskiy mudik lebaran Syawal tahun ini ke Jambi. Setelah dua hari berada di Kota Karet ini, Zaskiy menemui Fe di rumahnya. Mereka melepas rindu setelah hampir 5 tahun tidak bertemu. Hanya sepekan lamanya Zaskiy di Jambi dan baru satu kali mereka bertemu.


"Fe, Ki pamit balik ke Batam, ya. Maaf Ki ga bisa mampir." Satu pesan dari Zaskiy sudah dibaca oleh Fe. Fe sedih karena sahabatnya itu harus pergi lagi.


"Fe, sebenarnya kemarin Ki mau cerita sesuatu tapi ga enak ada suami Fe." Notifikasi pesan dari ponsel Fe berbunyi lagi.


"Nanti aja ya, kalau sudah sampai Batam Ki cerita ke Fe."


"Udah dulu ya, Ki mau boarding."


"Safe flight, Bestikuuu.. muaah." Sebuah emot kiss disisipkan Fe di pesannya.


Sejak saat itu Zaskiy sering menghubungi Fe dan bercerita tentang banyak hal, termasuk menceritakan kisahnya yang tengah menjalin hubungan dengan seseorang. Pada dasarnya Fe tidak setuju dan selalu menasihati Zaskiy untuk memutuskan hubungan dengan laki-laki itu. Dia adalah pemilik toko tempat Zaskiy bekerja. Laki-laki itu adalah bos Zaskiy, Ia sudah beristri dan memiliki 2 anak. Ditambah lagi Zaskiy dan Bosnya itu beda agama.


"Dia berjanji akan menikahi Ki secepatnya. Ia akan menjadi mualaf. Kami tidak mengadakan pesta resepsi, tapi Koko akan mengajak Ki umroh." Zaskiy berbicara melalui ponselnya.


"Tapi Ki, dia suami orang. Sebaiknya jangan, Ki pikirkan lah lagi daripada menyesal di kemudian hari." Fe menasihati.


"Fe kan tahu, Ki selalu cerita semua tentang hubungan kami. Koko nggak bahagia bersama istrinya. Ki rela kok jadi istri kedua." Jelas Zaskiy.


"Tapi Ki…" omongan Fe disela oleh Zaskiy.


"Fe, denger! Dengan menjadi mualaf, Dia sudah menunjukkan keseriusannya pada Ki. Ki siap dengan konsekuensinya. Ibu sudah memberi restu." Jawab Zaskiy semangat.



"Koko sudah merenggut keperawan Ki. Dia harus nikahi Ki itu yang terpenting saat ini. Ki ga akan menuntut apa-apa, apalagi memintanya untuk meninggalkan istri dan anaknya."

"Halo, Fe... Fe... "


"Tut...tuuut.." sambungan teleponnya terputus.


Fe terdiam dan tidak melanjutkan kata-katanya. Menurutnya, keputusan yang akan diambil sahabatnya itu salah. Salah, karena Ia menerima dinikahi oleh laki-laki yang sudah berstatus suami orang tanpa izin istri pertamanya. Ia bisa rasakan bagaimana perasaan seorang istri yang suaminya diam-diam menikah di belakangnya. Namun, Ia juga seesalkan sahabatnya bisa menyerahkan kehormatannya kepada om om itu. Dari dulu di mata Fe, Zaskiy adalah sahabat yang  lugu. Namun, sejak Zaskiy merantau Ia berubah.

"Fe ingin kamu bahagia. Jika bahagiamu harus dengan keputusan ini, Fe berdoa kebaikan untukmu, Ki."  Fe mengirim pesan ke Zaskiy.



🖤🖤🖤



24 comments:

  1. Semoga keputusan Ky menjadi keputusan yang terbaik, walaupun saya juga tidak suka caranya. Perih membayangkannya

    ReplyDelete
  2. Iya saya jg sama. Semoga Fe dan Ki ttp brshbt dn sling mndoakn

    ReplyDelete
  3. Nyesek banget bacanya Ya Allah . 😭 Menjadi istri kedua itu tidak mudah, lho Ky

    ReplyDelete
  4. Wah, Batam. Mbk Lita pernah ke Batam ya? Paham-paham saja lah sama di sana.

    ReplyDelete
  5. Saya bingung harus berkomentar seperti apa dengan persoalannya si Ki. Kenapa memutuskan menikah dengan si Koko. Sedangkan dia saja berani berselingkuh dan bahkan menodai kehormatan Ki sebelum menikah. Please, ki pikirkan lagi :(

    ReplyDelete
  6. Iya, semoga Ki bs mmtuskan dg bijak. Fe tau betul knp bersikukuh

    ReplyDelete
  7. Apapun keputusannya selalu libatkan Allah disetiap keputusan dan pilihan.

    ReplyDelete
  8. Ki bernafsu sekali untuk dinikahi, pokoknya nikah aja dulu. Fe paham btul ktkutan Ki seandainya tdk dnikahi

    ReplyDelete
  9. aduh Ki...kenapa berani bertindak gegabah melakukan sesuatu hal yang dilarang agama sebelum menikah. Semoga koko benar memegang janjinya ya. Semoga Ki bahagia

    ReplyDelete
  10. Wih, ceritanya mantulll. Bikin nano-nano bacanya. Kesal, kasian, sedih juga. Keren, Kak. Semangat terus, ya 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mood booster bgt iniii baca komen² kawan2 juga pije keren nan baik hati. Harus semangat

      Delete
  11. ikut menyesali keputusan sahabatnya,.memutuskan menjadi orang ke tiga dalam tangga orang lain, dan ini bnayak terjadi dikalangan lerempuan. miris 😭😭😭

    ReplyDelete
  12. Sahabat sejati ya fe sampai bingung mau kasih saran apa buat ki. Hanya doa tulus yang bisa diberi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kwjibn kt hy mengingtkan mbrthu konsekuensinya semua akn kmbli kpd yg py badan, semoga mnmukan jln trbaik

      Delete
  13. Jauh dari keluarga memang sebuah tantangan besar untuk menjaga diri. Apalagi perempuan 🥺

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, apalg mrntau dlm usia msih muda dan tak pula prnh brgaul, mudh sekali trpngruh. Nmun sy yakin dluar sana byk jg yg mrntau tp ttp taat akn aturan dan norma

      Delete