Tanggal 3 Juni 2022 aku dikagetkan oleh Whatsapp notifikasi dari grup OPREC ODOP BATCH 10. Pada saat itu aku yang sedang berada di dapur mencuci piring dan menyiapkan sarapan favorit anggota keluarga di rumah. Segera aku meraih ponselku yang sedang dicharge. Dikarenakan tanganku basah untuk keamanan, kucabut kabel charger lalu membuka aplikasi whatsapp dan membaca pesan yang masuk di whatsapp grup tersebut.
"Wah malam nanti kelas materi." Bathinku.
Sejak mengikuti OPREC ODOP BATCH 10 ini aku memang selalu dikejutkan dengan banyaknya hal-hal baru, hal baru yang kudapat membuat aku semakin jatuh hati untuk bisa menulis. Sejak awal mengikuti event ini, lama kelamaan hal baru ataupun info-info terhangat selalu kunanti-nantikan di grup besar maupun di grup kecilnya.
Selain program-programnya, di ajang ini, hal yang juga menyejukkan dan menyamankanku selama kurang lebih sepekan ini berada di grup adalah kehangatan dan perhatian para pije-pijenya. Luar biasa sekali cara mereka berkomunikasi dan mengomunikasikan sesuatu hal kepada kami para peserta yang notabene baru dalam dunia tulis menulis ini, dengan sabar menanggapi komentar kami para peserta, dengan terinci dan sistematis pula mereka menjelaskan langkah kegiatan, menerangkan tentang program, dan mengingatkan akan tugas serta tanggung jawab kami setiap hari bahkan terus standby kapanpun kami 'memanggil' dan membutuhkan mereka. Bahkan mereka takut sekali kami melewatkan sehari telat atau tanpa 'setoran'. Mereka ingin kami semua sukses dan dinyatakan lulus OPREC semua. Kelulusan kami adalah juga keberhasilan mereka dalam bertugas mendampingi kami tentunya.
Wah, kalau bercerita tentang keseruan event ini bakal panjang kali lebar nih ya, ga cukup satu episode tulisannya pasti akan menjadi kategori cerbung he..he.. beneran deh, I swear✌ kalau gitu kita akan skip dan sambung tulisan bertema kesan dan pesan peserta selama kegiatan ini, mudah-mudahan saja tulisan tema senada dengan ini akan menjadi tantangan berikutnya ngarep.com he..he…
Betewe, kembali ke poin awal, yaitu pesan whatsapp yang barusan Aku terima menyampaikan tentang akan ada materi yang berjudul Mengapa Menulis pematerinya adalah Kak Florensia Prihandini. Tibalah waktunha momod keren, yaitu Kak Novia memperkenalkan siapa sosok pemateri malam itu, Kak Novia menyampaikan bahwa Kak Flo ini sudah tidak asing di dunia literasi. Sehari hari beliau aktif sebagai blogger, content writer, juga ahli marketing lho. Beliau juga sudah menerbitkan buku solo dengan judul Stupid Rene, buku antologi, Mengeja Patah Merangkai Hati.
Seperti biasa Sebelum materi dimulai, aku sudah prepare segala sesuatunya untuk menunjang kelancaran kegiatan nanti. Biasanya sebelum dimulai kita sudah diingatkan untuk menyiapkan pertanyaan di setiap sesi materi. Rasa ingin tahuku tentang materi ini membuat aku langsung kepoin blog Si Pemateri.
"Salut, banyak sekali karyanya" bathinku setelah membaca penjelasan Kak Novia tentang Kak Flo, diam-diam aku mengagumi beliau ditambah lagi dengan hasil kekepoanku berselancar di blog miliknya.
Wah, kalau di sini aku hanya bercerita tentang karya-karya Kak Flo, aktivitasnya, dan materi yang disampaikannya malam itu, bakal didiskualifikasi nih tulisanku ini karena ga sesuai tema tantangan pekan ini, hi..hi.. 😜
Back to the straight point dulu deh ya… Intinya sangat luar biasa sekali materi yang disampaikan oleh Ketua OPREC ODOP BATCH 10 malam itu. The mistery of 'The Big Why' Kita Menulis.
"Hmm…" Setelah kufikir-fikir kok hari demi hari setelah aku mengenal step by step tentang ODOP dan orang-orang di dalamnya, kok aku merasa day by day 'The Big WHY' nya aku juga berubah-ubah ya? Udah kayak bonglon aja. Intinya mereka yang di Komunitas ODOP ini bener-bener me-influence banget ke mood aku untuk menulis.
Jadi, ketika keesokan harinya yaitu di tanggal 4 Juni 2022 sekitar pukul 09.00 wib aku dapat info dari grup kecil mengenai tantangan pekan ini yaitu aku harus membuat tulisan minimal 300 kata dengan tema:
"Big Why Menulis dan Bagaimana Mewujudkannya"
Yang mana deadline pengerjaan tantangan ini per-tanggal 6 Juni 2022, Pukul 23.59 WIB. Untungnya… eh sayangnya ding, per hari itu aku udah 'setor' tulisanku pagi-pagi sekali, dan aku adalah peserta pertama yang selesai menulis dan mengisi list di grup Nusantara, itu nama grup kecilku di event ini. Menjadi mood boosterku banget loh bisa mengisi list urutan pertamax alias nomor wahid itu.
Tiba lah hari yang aku tunggu-tunggu, yaitu hari di mana aku harus menulis tantangan tersebut. Tema tantangan itu kuulang-ulang terus menerus dengan intonasi perlahan-lahan, sedang, dan dengan kuat sehingga ditangkap oleh daun telingaku sampai ke gendang telinga lalu bergetar menjadi gelombang suara kemudian saraf pendengaran membawa sinyal ini ke sistem saraf pusat (otak) untuk diprose.
"Yes, this is my big why to write!" Teriakku.
Sebenarnya banyak sekali the big why dalam memengaruhi keputusanku untuk menulis. Sebagian dari 6 The Big Why yang dipaparkan oleh Kak Flo pada sesi materi malam itu ada satu yang fix dan persis dengan The Big Why of mine, tetapi sebelum ini aku belum paham istilahnya itu, he.. he.. Oh ternyata penyebutannya yaitu Self Healing. Yaaa…., tepat sekali, self healing. Aku ingin menulis agar aku dapat memvalidasi perasaan, pengalaman, kisah yang aku miliki dan menuangkannya dalam bentuk tulisan istilah dari Kak Flo "Curhat dalam Tulisan"
Begitu banyak perasaan dan pengalaman hidup yang aku alami sampai pada fase menginjak kepala empat ini. Dan menurutku itu semua sudah memenuhi kapasitas penyimpanan internalku walau diciptakan tanpa berbatas. Menurut hematku sebagian harus aku keluarkan tidak selamanya mengendap di sana selamanya sehingga membebaniku, selain itu tempat itu juga harus aku isii dengan hal-hal lain yang bisa membuatku lebih bersemangat dan bermanfaat dalam menjalani sisa hidupku ini.
"Yeaah, that's right! Healing.. aku mau terapi diri." Kataku sambil mengangguk-anggukkan kepala seakan-akan aku sudah menemukan sesuatu yang aku cari selama ini. Ini lah alasan terbesar aku mengapa aku ingin menulis banget. Padahal selama ini menulis adalah momok bagiku.
Lalu timbul pertanyaan dan jawabannya harus kuuraikan untuk melengkapi syarat tulisan pada tantangan ini yaitu, "Bagaimana Mewujudkannya?" Mewujudkan keinginanku untuk menulis dengan the big why yang sudah aku punya itu. Tentunya dengan berani dan mau menulis, itu harus aku latih terus setiap hari match dengan program rekrutmen ini yaitu one day one post tulisan. Aku akan menulis sampai semua yang aku rasakan dapat aku tuangkan ke dalam tulisanku itu. Aku akan menulis tentang semua pengalaman hidup yang aku alami yang genrenya enak untuk aku menuangkannya ke dalam bentuk tulisan sehingga dengan menulis bisa membuat aku merasa plong sampai nanti dengan berjalannya waktu aku memahami genre-genre tulisan lainnya. Syukur-syukur tulisanku bisa dibaca oleh orang banyak, bermanfaat, dan menginspirasi banyak orang.
Semoga aku bisa mewujudkan impianku yaitu feel free to write, tak peduli tata dan gaya bahasa, genre tulisanku apa yang terpenting sekarang ini aku punya mood booster untuk menulis dan tulisanku dapat dipahami oleh mereka yang membaca. Ga munafik, setelah membaca blog para ODOP-ers yang karya-karyanya bisa memunculkan cuan-cuan ke rekeningnya aku membathin,
"Aha! Boleh juga nih!"
For now on, aku mau seriusin untuk belajar menulis. Alhamdulillah aku ada di sini sekarang, di event ini, qadarullah Allah tetapkan aku lolos pendaftaran OPREC ODOP BATCH 10. Biidznillah Insyaallah, aku bisa menyelesaikan event ini sampai ujung dan aku bisa lulus. Doain aku ya..
Aamiin Allahumma Aamiin.




Amin Allahumma Amin, semoga lulus bareng² ya kak🤲🏻
ReplyDeleteAamiin. Mksh ya udh main² k mari😉
Deletewih keren banget
ReplyDeleteAlhamdulillah. Mksh ya dek
Deletesuka-suka, aku suka gaya penulisannya, renya
ReplyDeleteTerima kasih sayngkuuu😉😘
DeleteBagus kak tulisannya. Semangat kak. Doa terbaik semoga segera diijabah kak. Aamiin..
ReplyDeleteAamiin. Mksh dek. Smngt kita ya💕
DeleteIya menulis terus biar bahagia ☺️
ReplyDeleteAku jadi inget waktu pertama kali ikut ODOP juga semenggebu ini ketika menulis Big Why Menulis ☺️. Barakallah bubes, semoga konsisten menulis sehingga nanti bisa menemukan gaya menulis yang sesuai dengan bubebs. Bener, setuju nulis aja dulu. Nanti ngalir sendiri. Semoga lancar sampai hari kelulusan 🤲🤲🤲
ReplyDeleteIya banget menggebunya ini bebza. Aamiin. Mksh ya🤗
DeleteWriting feel free ... Gaskeun Kak Leta 😉
ReplyDeleteIyaaaa gas pouuullllll
DeleteUntuk emak2 kayak kita menulis memang self healing banget, semoga kita bisa lulus bareng ya yaaa
ReplyDeleteThe Power of Emak-emak, semangat mbak...semoga kita bisa lulus ya sesama emak-emak yang super rempong ini. hihihi..
ReplyDeleteBanget mak
DeleteSemngat buat kita semua . khususnya buat ka Indah...
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteMKasih syg
ReplyDeleteSemangat nulis terus, Taaaaa. Aku mengagumi tulisanmu dr jaman RWC kemarin. Love love love deh . 🥰❤️
ReplyDeleteOh sayangkuuhhhh, mangat mangat makin mangat akuh jadinya cintakuuh🥰
DeleteGalfok sama tampilan blognya kereeenn...
ReplyDeleteTulisannya maasyaAllah enak di baca, ringan..
makasih ya brsyukur akuu dpt temen2 yg baik dan mnghrgai krya2ku. maju bersama kita yaaa
ReplyDeleteBener kak bikin bahagia apalagi baca ulang tulisan sendiri
ReplyDeleteIyaa hihi kok sama😁✌
Delete