Cerbung-Bagian 3
![]() |
| docPlayer.info |
Elly kaget dan segera memberikan sapu yang ia pegang itu kepada Jojo, Jojo segera menyambutnya. Secepat kilat Jojo mengarahkan sapu itu ke hewan berwarna hitam pekat, berkaki 8, dan memiliki sepasang capit pada tubuh bagian depannya. Hewan berbisa itu lalu bergerak cepat akibat merasa terusik, tiba-tiba ia terjatuh ke lantai dan tubuhnya memanjang dengan ekor melengkung. Hewan itu hendak kabur dari tempat itu.
"Maaf, minggir sedikit ya," pemuda yang tadi tersenyum kepada Elly dengan sigap memukulkan sebongkah batu besar ke tubuh hewan berbisa itu. Seketika hewan yang memiliki cangkang keras dan masih satu spesies dengan laba-laba itu meregang nyawa disaksikan oleh beberapa peserta KKN di kamar itu. Tidak lama kemudian yang lain keluar kamar melanjutkan aktivitasnya kembali karena waktu magrib telah masuk ditandai dengan suara azan telah berkumandang di masjid.
"Oke, udah. Dia udah mati. Kamu nggak pa-pa, kan?" ucap pemuda itu.
"Hmm.. iya nggak pa-pa. Hmm.. makasih ya. Eh tapi, hewan apa itu?" tanya Erika yang tidak begitu jelas melihatnya.
"Ini kalajengking, ujung ekornya mengandung racun. Jika kita sampai disengat oleh kalajengking bisa memengaruhi saraf kita," jawab laki-laki itu.
"Setelah itu akan terasa sakit dan nyeri yang kuat, perih, mati rasa, dan juga pembengkakan yang berlangsung selama beberapa jam," jelasnya lagi
"Ya Allah, aku takut. Apakah hewan berbisa itu banyak di sini?" Erika masih tampak shock
"Ketika teman-teman melihat kalajengking di dalam rumah, sudah bisa dipastikan ada beberapa kalajengking lainnya yang bersembunyi di dalam rumah,"
"Karena kalajengking adalah serangga yang tinggal secara berkelompok di area yang mereka anggap aman dan nyaman," pemuda itu menyingkirkan bangkai kalajengking yang sudah mati. Kemudian ia membuka kelambu dan melipatnya. Selanjutnya ia meminta Elly yang ada di sebelahnya untuk menyapu ruangan itu.
"Hmm… maaf nama kamu siapa?" pertanyaan itu membuat Elly tergagap.
"Oh, hmm… aku Elly," Elly meninggalkan senyum manisnya.
"Oh ya, salam kenal. Aku Mamad," pemuda itu menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Elly membalas dengan posisi tangan yang sama, kemudian ia segera meminta sapu kepada Jojo dengan memberi isyarat menadahkan tangan.
"Jika ada yang membawa cairan penyemprot, disemprot saja," pinta pemuda itu.
Elly segera menerima sapu dari Jojo dan menyapu ruangan itu. Sementara Vita membawa Erika keluar kamar, Chris menyemprot setiap sudut ruangan itu dengan cairan penyemprot yang ia bawa dari rumah.
Pemuda yang bernama Mamad itu pamit pulang bersama pak sekdes. Ia menawarkan kepada para peserta KKN untuk shalat berjamaah di masjid yang letaknya tidak jauh dari posko mereka. Ada beberapa mahasiswa yang ikut ke masjid bersama, dan tidak sedikit juga yang memilih sholat di posko karena alasan belum mandi dan bersih-bersih.
****
Ba'da isya, Jojo menginformasikan kepada teman-temannya pada pukul 20.00 wib akan diadakan briefing di posko putra, ia berpesan kepada semua teman-temannya untuk dapat hadir on time pada briefing pertama di lokasi KKN. Semua peserta KKN di sini terdiri dari 15 orang yang terdiri dari 7 putra dan 8 putri.
Malam itu mereka berkumpul bersama, pada pertemuan itu Jojo lah yang memimpin briefing. Jojo sudah dipilih menjadi ketua posko sejak di balairung universitas waktu pelepasan peserta menuju lokasi KKN disaksikan oleh Pendamping KKN–Pak Darmawan. Jojo memang memiliki rekam jejak yang baik di kampus, ia berasal dari fakultas ekonomi–manajemen. Ada 3 orang lagi yang berasal dari fakultas yang sama dengan Jojo, mereka adalah Chris, Vita, dan Ika.
Pada malam itu dipilih beberapa peserta lain yang diberi tanggung jawab atau amanah sebagai wakil ketua, bendahara, sekretaris, dan beberapa ketua seksi program. Pembagian tugas ini dilakukan secara musyawarah dan bertujuan untuk memudahkan dalam koordinasi program kerja mereka selama KKN. Elly satu-satunya peserta yang berasal dari fakultas keguruan ilmu pendidikan-jurusan Bahasa Inggris. Ia ditunjuk sebagai ketua bidang program pendidikan.
Pada pukul 22.10 wib, Jojo mengetukkan buku-buku jarinya yang tergenggam di permukaan meja kecil yang ada di depannya, pertanda briefing selesai. Briefing berjalan lancar dan semua hal penting selesai dibahas. Ketika akan ditutup dengan pembacaan doa yang akan dipimpin oleh Jamil–mahasiswa fakultas pertanian, Jamil meminta izin untuk menyampaikan usulnya.
"Usul ketua dan teman-teman," Jamil mengacungkan jari telunjuknya ke depan, lalu ia melanjutkannya setelah diberi izin untuk bicara.
"Di lokasi ini terkenal dengan pasar barang impor bekasnya–pasar BJ sebutan orang di sini, itu kata Mas Mamad sore tadi ke kita-kita, ya kan Chris?" Jamil menoleh ke arah Chris dan dianggukan untuk meng-iyakan.
"Lagi asyik ngobrol eh tiba-tiba ter-cut oleh teriakan Erika yang menggemparkan jagat Pematang Lumut ini," semua tertawa mendengar leluconnya Jamil.
"Nah, bagaimana kalau kita bikin kesepakatan, sebelum pulang dari KKN kita wajib dapat barang impor bekas yang terkenal bagus dan branded itu, setuju nggak?" Jamil meminta dukungan kepada yang hadir malam itu.
"Setuju, pertama kali aku tahu dapat lokasi di sini yang terpikir juga penasaran sama barang second impor itu, Mil," jawab Chris.
"Nah, iya Chris. Tapi gaes, kata Mas Mamad pasar barang impor itu buka tiap sabtu malam-akhir pekan. Berarti kita punya waktu tiga kali doang," tambah Jamil.
"Aku jadi pinisirin barangnya. Aku setuju aja," jawab Erika.
"Ih apaan, barang bekas? Nggak ah aku nggak mau," Vita anak sultan itu nggak sepakat sendiri dan disambut dengan teriakan teman-temannya
"Huuuuuuuh!!!" koor serentak anak-anak.
"Hmm, izin ngomong ya," Elly angkat bicara dan dipersilakan oleh Jojo.
"Apa ada sanksi apabila kita tidak mendapatkan barang itu sampai hari kepulangan tiba?" tanya Elly.
"Nah, good question ini!" sambung Jamil.
"Bagi yang tidak dapat, dia wajib membelikan kita semua masing-masing satu barang BJ itu," jawab Jamil yang disepakati bersama oleh anak-anak, hanya Vita yang manyun sendiri. Elly mengelus punggung Vita menyemangati. Anak-anak tambah senang menggoda Vita.
"Yeee hidup Jamiiil! Asyik ditraktir Vita barang branded," salah seorang dari mereka nyeletuk dan anak-anak bersorak
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" salam diucapkan seseorang dari depan pintu, semua yang sedang tertawa serentak menoleh ke pintu dan menjawab salam itu.

Jadi tahu cerita tentang KKN saya bun. Kayak mana ya suatu hari nanti kalau saya KKN? wkwk
ReplyDeleteMasih ada kan ya zaman now KKN, semoga KKN amel nnti mmbw kesan yang manis tak trlupakan
Deletecerita ini mengingatkan ku dulu waktu KKN mbak, seru. Ada horornya lagi, wah....bener-bener dapat neh q fell nya, makasih kak Lita sayang ....
ReplyDeleteIya selalu ada kesan di setiap kkn, ya kan?
DeleteKKN emang pasti banyak banget ceritanya ya kak. Dan yang paling sering dan selalu di inget pasti yang horornya. Tapi kkn itu seru, jadi pengen kkn lagi.
ReplyDeleteIya betul, karena lokasinya di pedesaan itu kali ya, kl gitu hrs kuliah pg dong heheh
DeleteOoo siapa dia? Kira-kira siapa yang datang ya? Baca ini jadi inget zaman dulu masih jadi mahasiswa ya ta, aktif di remaja masjid juga. Sibuk kesana kemari, uhhh jadi kengen deh masa-masa itu.
ReplyDeleteUdah mulai terlihat banyak scene mengarah ke misteri, hehehe sok tau saya. Tak tunggu kelanjutannya, Bund :)
ReplyDeleteSiiiyaap sayang
DeleteBikin flashback ke masa-masa KKN jaman muda dulu. Wkwkwk. Lanjuuuttt
ReplyDeleteIyak, karna kangen juga jd tiba2 kpikiran utk nulis bginian, mdh2an lncar ampen hr ke 5
ReplyDeletenanti ada cinta lokasi gak yaa antara Vita dan jamil hehe...penasaraan
ReplyDeleteHaha dibuat ngetwist aaah, nih anak nebak2 aj haha
Deleteseru ya, belum pernah ngerasain kkn, dulu waktu kuliah adanya pkl haha
ReplyDeleteKl guru ada jug tuh PPL k skolh2, slnjutnya kkn k kabupaten
Deletebtw BJ itu kependekan dari apa ya? penasaran sering dengar singkatan itu tapi gak tau panjangnanya ?
ReplyDeleteSama aku juga g tau, mgkn ada yg tau d sni boleh berbagi hihi. Udh disearching g nemi. Suka disebut baju beje pakaian beje
Deletejaman KKN, seru nih kalau KKNnya jauh dari kota, tapi ini kayaknya KKN nya ga di desa ya? sama kayak aku dulu, KKNnya hanya di pinggir kota, jadinya pulang pergi aja, nginpenya hanya sesekali
ReplyDeleteDi desa ini, di kabupaten desa dg sungai dan suasana di desa
Delete