HOME

Friday, July 01, 2022

Permintaan Sahabat

Satu tahun setengah berlalu setelah pernikahan Zaskiy dan Koko. Zaskiy mengabarkan kepada Fe kalau dia akan balik ke Jambi dalam waktu dekat. Ia bakal menetap di Jambi dalam waktu yang lama. Singkat cerita Zaskiy sudah tidak tahan dengan sikap Koko yang makin ke sini, makin banyak alasan bila diminta menafkahi Zaskiy. Sikap istri pertama Koko yang terlalu protektif sehingga jadwal kedatangan Koko ke rumah Zaskiy pun mulai dipermasalahkan. Kebangkrutan adalah alasan Koko tidak memberi Zaskiy uang belanja.


"Koko sekarang bangkrut kali laah, uangnya banyak dilarikan oleh rekan kerja dan mitranya," Zaskiy menyeruput segelas jus buah naga. Jus yang berwarna pink tua itu menggoda mata yang melihatnya. Bulir-bulir embun di bagian luar gelas menandakan minuman itu terasa segar di kerongkongan.


"Apapun itu, Ki, kan Koko harus, tetap, dan wajib bertanggung jawab atas ki, kan?"


"Ah udahlah, Fe. Malas Ki bahas Si Koko. Ki pulang ini mau seneng-seneng. Yang penting saldo masih ada dari Koko walau mulai berkurang," Zaskiy mengedipkan sebelah matanya.


"Please ya, stop talk about him,"


Mereka kemudian saling diam. Fe mulai menyendok batagor yang telah Ia pesan, begitupun dengan Zaskiy, Ia menyantap nasi goreng teri-pete yang sudah dingin dan tidak lagi mengeluarkan uap panas karena sedari tadi terhidang di depannya.


"Eh, dengerin nih ya permintaan Ki, pada Fe, kalau ada cowok brondong atau dude kenalin ke Ki, ya," ucap Zaskiy ketika Ia parkir di depan pagar rumah Fe untuk mengantar Fe pulang.


"Ih, apaan sih! Nggak boleh gitu. Emang situ udah jande? Jelasin dulu statusnya, keles" Fe sewot.


"Aman, cariin dulu, kalo yang di sini udah oke, baru yang di sana dilepas. Sekarang biar begini aja dulu," jawab Zaskiy santai tanpa beban.


Fe geleng-gelang kepala dan berpamitan kepada sahabatnya itu.


"Bye bestie, hati-hati loh nyetirnya. Ntar, gegara ngeliatin brondong nabrak lo!"


"Hihi…," Fe tertawa melihat mulut manyun Zaskiy kepadanya.

‐‐‐

"Nggak habis pikir aku, Mas," Fe masih membahas soal Zaskiy kepada Frans—suaminya.


"Sepertinya benar feeling Aku. Zaskiy itu mau nikah duluuu itu, ga mikirin status Si Koko—suami orang karena Ia cuma mau orang-orang tau kalau Ia udah menikah,"


"Jadi kalau sekarang Ia akan pisah dari Koko, statusnya janda, jadi bukan gadis yang sudah tidak perawan lagi,"


"Sttss!! Dek, istighfar," Frans menyela kalimat Fe.


"Nyusuin Si Dedek jangan sambil ghibah, fitnah, atau apalah itu namanya. Ga baik, Dek,"


"Astaghfirullah…" Fe beristighfar dan mencium kening putranya.


"Nah, begitu. Bagaimanapun juga. Doakan yang terbaik saja untuk Zaskiy,"


"Iya, Mas. Bawel. Eeh, Mas. Hmm... setelah ditinggal meninggal Tiara, Gaga udah ada ceweknya, belum?"


"Belum deh kayaknya. Ia bolak balik kampung untuk melihat anaknya yang dititip ke mamanya di sana. Eh, tapi Mas nggak suka kamu jodoh-jodohin Zaskiy sama siapapun sebelum statusnya jelas ya, Dek,"


"Kamu nggak mau kan ikut berdosa, secara nggak langsung itu sama dengan menceraikan orang yang sudah disatukan dalam ikatan pernikahan, ditambah lagi, kamu nggak mau kan mengizinkan istri orang berhubungan dengan laki-laki lain yang bukan mahramnya," nasihat Frans kepada istrinya.


"Kecuali kalau status Zaskiy sudah jelas bukan istri orang," tambahnya lagi.


"Iya, Mas. Masa Iya Aku seperti itu,"


"Iya syukurlah, Mas cuma mengingatkan saja,"




24 comments:

  1. Cerpennya bagus kali lah bun. Btw, aku jadi dapat secuil gambaran tentang kehidupan ibu-ibu yang tak kalah gaul nih wkwk

    ReplyDelete
  2. pesan moralnya dapet nih kak, ceritanya ngalir, bagus kak Lita

    ReplyDelete
  3. Ciamik sekali cerpennya Kak Leta. Unsur ekstrinsik cerpennya dapat dicerna pembaca tanpa menjabarkan secara bertele-tele. Wooo keren, pokoknya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, tryta tnpa dsadari unsur² itu bs masuk. Mksh bestieskuuu yg komen dsni, aku makin smngt wuiiihh

      Delete
  4. Cerpennya ngga membosankan ta, bikin penasaran yg baca nih sama lanjutannya.

    ReplyDelete
  5. Cinta memang rahsia ya dan jatuh cinta itu tidak bisa memilih..dia akan datang begitu saja pada siapapun yang dipilihnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener sekali, ap yg sdh dputuskan dan siapa yg sdh dpilih, apapun hasilnya atau ujungnya adalh konsekuensinya

      Delete
  6. Ceritanya bagus dan dari cerita ini kita bisa dapat pembelajarannya kak.

    ReplyDelete
  7. Ahhh selalu keren kalo bunda Lita bercerita ..

    ReplyDelete
  8. Barokalloh bu.. terus menulis. Terus berkarya ☺️

    ReplyDelete
  9. wah.....keren ceritanya mbak, mengalir apa adanya. Unsur cerpennya juga dapet, pembuka ceritanya oke kak, wah...gak tau lah pokoknya top margotop.

    ReplyDelete